
“hubby, turunin disini aja! ” rengek abigail was-was memandang jalanan yang sebentar lagi akan sampai perusahaan. Alex memincingkan matanya kesal, seharusnya di posisi seperti ini, abigail duduk diam dirumah, namun kekasihnya itu, ingin tetap bekerja dikantor.
Seperti apa yang alex katakan, bahwa seharusnya abigail istirahat dirumah, maka jika hari ini dia tetap ke kantor, alex harus mengawasinya selalu. abigail berusaha membujuk alex, namun alex tak menggubrisnya, ia masih tetap memegang kendali mobil, hingga mobil pun sudah masuk sebuah perusahaan besar, yang berada di tengah kota amsterdam.
Alex turun dari mobil dengan begitu gagahnya, ia lemparkan kunci mobil kearah penjaga yang sudah berdiri disana, lalu alex pun membuka pintu untuk abigail agar keluar, walau terasa kikuk dan malu, abigail tetap keluar dengan rasa percaya diri, bahwa ia pantas bersanding bersama alex.
“uhh hubby... ” cicit abigail lemah, saat alex merangkul pinggang nya dengan acuh, ia seolah tak memperhatikan atau mendengarkan keadaan sekitar yang mulai ricuh dengan kehadirannya.
Wajah abigail merah padam, mendengar bisikan-bisikan tak mengenakkan, yang membuat nya ingin marah. abigail dan alex sudah berada di lift khusus, alex sudah melepaskan rangkulannya, dan beralih untuk memeriksa banyak email yang masuk lewat ipad nya, sedangkan abigail, sedang mencari suatu hal, yang di anggap nya kurang, ataupun tidak lengkap.
Saat abigail ingin mengingatnya, alex sudah berjalan duluan, yang berarti meeting sudah dimulai, seluruh klien pasti sudah menunggu, dan benar saja! semua yang ada di ruangan, langsung menyambut alex dengan senyum di bibirnya, alex duduk di kursi kebesaran nya, sedangkan abigail duduk disamping kanan alex, berarti di ujung meja panjang klien. tangannya masih mengobrak-abrik isi tas, namun nihil, ternyata barang yang ia cari, samasekali tak terlihat wujudnya.
Rapat dimulai, sudah banyak yang mengantarkan usul, tinggal ke poin utama saja sekarang, Alex sudah berdiri dari duduknya, ia menatap abigail yang menatap nya cemas, kali ini adalah proyek besar, alex harus memikat klien dengan gaya nya yang luwes dalam meyakinkan.
Ketika Alex menghampiri abigail, otomatis semuanya melihat kearah abigail duduk, Alex menatap abigail penuh tanya, sedangkan abigail meringis sambil mencoba mencari berkas nya, abigail mendongak, ia menarik leher belakang alex untuk menunduk. Alex menunduk, lalu abigail pun berbisik.
__ADS_1
“Pak, dokumen nya ketinggalan.. ” bisik abigail lirih, alex langsung menarik wajahnya, ia menatap abigail tak percaya, mengapa kekasihnya bisa se-ceroboh ini.
“bagaimana tuan Alex? ” tanya salah satu klien tak sabaran, ia adalah suruhan dari perusahaan yang akan menanamkan saham.
Alex melirik arloji rolex di pergelangan tangannya, ia kenal betul tuan franks, yang sangat tidak menyukai keterlambatan. walau sekarang tuan franks sedang tidak ikut andil, namun tetap saja, kejadian rapat hari ini pasti akan sampai di telinga nya.
Alex menghembuskan nafas kasar,
“Rapat bisa dilanjutkan besok, kekasih saya lupa membawa dokumen nya, jika kalian sudi untuk kembali, besok saya akan pastikan, semuanya berjalan dengan lancar. ” ujar alex dengan gamblang, tanpa rasa malu sedikitpun, akan kecerobohan yang abigail sudah lakukan.
“Tentu kami akan menunggu esok, tuan franks sangat mengagumi kerjakeras anda tuan, kau sangat mengagumkan. ” pempin pengganti tuan franks, yang bernama erloji itu, tersenyum lebar, Alex membalasnya dengan senyum formal.
Lalu satu persatu orangpun keluar dari ruang meeting, hanya saja ada satu orang yang masih berada disana dengan wajahnya yang tersenyum lebar, keriput disekitar wajahnya semakin menonjol, saat pria itu terkekeh. Abigail beringsut bangun dari Kursi, ia mundur mengumpat dibelakang tubuh tegap alex, yang membuatnya tertutupi. awalnya alex bingung, namun ia sadar apa yang membuat abigail tidak tenang seperti ini.
“kekasihmu sangat cantik tuan Alex. kau sangat beruntung memilikinya. ” ujar pria lansia, yang mulai berdiri dari duduknya.
__ADS_1
“tapi, sayangnya dia sangat ceroboh. — sepertinya habis ini, kau akan mendapat kan hukuman manis dari atasanmu gadis cantik. ” puji pria itu terkekeh licik.
Alex menggeram, Ia tahu tatapan apa yang ditunjukkan oleh pria di hadapannya, sebuah tatapan mesum, yang sangat membuatnya merasa geram, Alex terkekeh hambar, ia tersenyum miring,
“sebaiknya kau segera pulang tuan, semuanya sudah beranjak pergi, jika mereka sudah pergi duluan, aku akan mengirimu pulang dengan bantuan supirku. aku takut jika tulangmu sudah tak kuat lagi untuk menopang tubuhmu yang rentan. ” ujar alex maskulin.
Abigail memeluk erat lengan alex, saat setelah matanya mengintip jika pria yang tidak ia kenal, sudah keluar dari ruangan.
Alex menarik lengan abigail sedikit kasar, hingga mebuat abigail meringis dibuat nya, Alex menggeram, namun ia menjatuhkan abigail kedalam dekapan.
“kamu rubah kecil yang selalu membuatku pusing abigail. ” ujar alex merendahkan nadanya serak. abigail mendongak dalam dekapan alex, ia menjinjitkan kakinya, lalu ia cium jakun alex dengan gemas.
“bubu-ku memang harus diberikan hukuman. ” gertak alex segera menarik pinggang abigail untuk keluar dari ruang meeting, abigail tertawa cekikikan disepanjang jalan menuju luar perusahaan tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap nya kesal.
__ADS_1