TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 19 : mewujudkan


__ADS_3

Dan benar saja, bahwa abigail menunjuk adik kecilnya yang sudah mengembung dibalik celana. kedua belah bibir alex langsung terbuka, ia menatap abigail tanpa kedip, wajah abigail sungguh patut di kasihani. wajahnya sangat melas, bagaikan bocah yang merengek meminta mainan kepada ayahnya.


Alex terdiam, melihat wajah memelas abigail, dia menjadi tak tega, tapi disatu sisi, alex juga harus ingat, bahwa mereka tidak boleh melakukan hubungan intim dulu, tapi kalau bumil nya yang mau, alex bisa apa. akhrinya alex memutuskan untuk meyakinkan abigail lagi, kekasih kecilnya.


“yakin? bubu mau ini? ” tanya alex vulgar, sambil nunjuk adik kecilnya sendiri, abigail mengangguk cepat, dia langsung beringsut bangun, dengan posisi berlutut, membuat alex jadi kaget sendiri.


“mau di masukin, atau? ” tanya alex menggantung, abigail menggigit bibirnya lugu, semakin membuat libido alex yang sudah bangun, menjadi memuncak saja.


“mau... dimakan! ” jawab abigail ceria, dengan cengiran nya yang selalu buat alex gemas, namun sekarang bukannya gemas yang alex rasakan, tapi keinginan memakan abigail menjadi semakin besar.


“emang ini bisa dimakan? ” tanya alex jail, dengan wajah mesumnya. Alex mengira, abigail akan segera menjawab nya, namun kekasih nya itu, hanya terdiam tampak berfikir.

__ADS_1


“Engga tau.. ” cicit abigail mendongak, dengan kedua belah bibir yang terbuka sedikit.


Alex tersenyum miring, abigail tidaklah mungkin tahu akan hal-hal intim diluar batasnya. dan sekarang, dengan rasa penasaran yang membuncah, abigail menatap penuh minat, kearah adik kecil alex yang mengembung tepat didepan matanya, tanpa sadar, abigail sampai menjilat bibirnya.


Tanpa memberikan instruksi apapun, alex langsung mengangkat abigail untuk keluar dari dalam bathtub, Ia harus tetap ingat, untuk terus membuat abigail nyaman dalam posisi nya. Alex membawa abigail keluar dari kamar, Lalu ia jatuhkan kekasih kecilnya diatas ranjang.


Alex mulai melepas pakaian yang melekat ditubuhnya sendiri, Abigail menggigit jari telunjuknya, melihat perut alex yang kotak-kotak itu. saat alex mulai membuka celananya, abigail memalingkan wajahnya malu, walaupun memang ia dan alex sudah pernah melakukan hubungan intim, namun tetap saja, abigail masih belum terbiasa untuk melihat adiknya Alex.


“Emhh hubby! bubu engga mauu” rengek abigail meronta dari dekapan alex, yang sangat menempel intim dengan tubuhnya.


dengan penuh pengertian, alex mengangkat wajahnya dari dada abigail, ia mengecup sekilas bibir merekah abigail, yang membengkak karena ciumannya.

__ADS_1


“bubu sayang, bubu lagi hamil, belum boleh main punya nya hubby, nanti kalau baby nya udah lahir, bubu bebas buat ngerasain nya. oke? ” Ujar alex membujuk abigail yang sudah mulai berkaca-kaca lagi.


Abigail menundukan wajahnya dari posisi tidur, ia menatap alex dengan tatapan takut. kalau sudah begini, alex pasti tidak akan memberikan apa yang sedang ia sangat inginkan. dengan berani, abigail secara diam-diam, menggerakan tangannya untuk lurus kebawah. Abigail menggigit bibirnya, saat telapak tangan nya sudah merasakan sesuatu yang keras dibawah sana.


“sshhh”


Alex mendesis, merasakan telapak tangan abigail, yang ternyata sudah berada dibawah, tanpa sepengetahuannya. Rahangnya mengeras menahan gairah, matanya menatap tajam abigail bagaikan elang. ia tahu, abigail pasti sedang merasa takut dengannya, terbukti dengan wajah abigail yang menunduk.


“K-keras” cicit abigail begitu lugu. wajahnya yang menyiratkan kepolosan gadis-gadis remaja, samasekali tak menggambarkan dirinya, yang tengah mengandung. Alex masih menunggu, apa yang akan selanjutnya dilakukan oleh telapak tangan abigail, yang hampir tidak bisa menangkup seluruh kepemilikan nya.


wajah alex mengeras, kedua pipi nya memerah hingga telinga, saat telapak tangan abigail meremas nya. alex masih saja terdiam, apalagi saat abigail mulai berani, untuk berusaha menangkup semuanya.“enghh” abigail mengembung kan pipi nya sebal, “iishh ” Alex terkekeh geli, menanggapi sikap abigail yang sangat menggemaskan menurutnya.

__ADS_1


Alex menangkup rahang abigail, dengan sebelah tangannya, sedangkan tangannya yang lain, masih menahan tubuhnya yang sempurna. Alex mengusap lembut pipi abigail, lalu ia jatuhkan ciuman nya ke rahang Abigail. “sudah cukup sayang. ” titah Alex serak, ia langsung turun dari ranjang tanpa izin apapun dari kekasihnya yang padahal sedang asik sendiri.


__ADS_2