TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 26 : pertengkaran


__ADS_3

Alex mengisap sebatang nikotin yang entah sudah berapa kali ia hisap sejak tadi, asap mengepul tanpa celah, ia mengabaikan ucapan-ucapan perintah dari sang sekretaris yang mengumumkan jadwal hari ini. tangannya melayang membuang batang nikotin itu kedalam tong sampah ruangan.


Alex sungguh tidak peduli, ia sangat tidak peduli akan semua janji-janji pekerjaan, sudah dua hari Alex gagal menemui Roy untuk berbicara dengannya, membuat Alex gila menahan rindu yang mendalam kepada kekasih kecilnya.


Alex sangat membenci pekerjaan, jika dulu mereka yang menemani waktu kosong Alex, justeru sekarang Alex lah yang ingin berusaha menyelesaikan keberadaan mereka dengan cepat.


“Mr.kendrick akan menemui anda di jam makan siang. ”


“Lalu Mr.robert mengatur ulang jadwal meeting menjadi esok. ”


“Mr.roby menyarankan anda untuk berkunjung ke perusahaan nya siang ini. ”


“La--”


“Cukup! ” Alex memutar tubuhnya yang tadi memunggungi risa, sekretarinya, ia mengambil alih ipad yang berada di genggaman risa dalam sekali tarikan.


Lalu dalam sekali hentakan, Alex mebanting ipad itu dengan asal, risa terkejut dengan punggung yang terjengkit sekilas, ia menundukkan wajahnya dalam dengan gemetar, dirinya baru bekerja selama beberapa hari saja, tapi sudah harus menghadapi amarah bos nya yang gampang sekali menguar. memang sih, gaji yang ia terima bahkan bisa membeli kost-kost an nya dua kali lipat, namun jika harus menghadapi bos yang galak seperti ini, rasanya sangat setimpal.


“Cepat atur jadwalku bersama Roy! Roy Abraham! ” seru Alex dengan mata yang menajam bagaikan elang, Risa mau menolaknya karena memang tidak ada meeting samasekali dengan perusahaan itu.


Tapi melihat amarah sang bos, membuat Risa langsung mengangguk cepat, dengan banyak file yang mulai ia ambil dari atas meja kerja Bos nya. “Bilang kalau kita akan membahas kerjasama perusahaan! ” titah Alex membantu keterbingungan Risa atas perintah nya.


“Catat kalau pertemuan diselenggarakan di perusahaan saya! ” lanjut Alex keras, setelah itu ia langsung melenggang pergi meninggalkan Risa yang masih mematung di tempatnya.


Alex memanggil Troy untuk mengantar


kan nya menemui Abigail, yang pasti berada di mansion Roy, sedangkan Alex yakin, Roy pasti langsung bergerak cepat soal pekerjaan, hingga membuatnya bisa menerobos masuk kerumah Abigail, tanpa harus bertemu Roy.


Setengah jam di perjalanan.


Mobil Alex berhenti tepat didepan pagar mansion Abigail yang menjulang tinggi, Troy mengeluarkan kepalanya dari kaca yang baru saja terbuka, “Ingin menemui siapa! ” seru penjaga yang tak lain adalah mantan teman Troy dulu.


Troy menurunkan kacamata hitam yang bertengger dihidung nya, sedangkan Alex masih menolehkan pandangan nya kesamping agar penjaga itu tidak bisa melihatnya, ia yakin Roy sudah memerintah penjaga untuk memperketat penjagaan, terbukti dari banyaknya bodyguard berpakaian serba hitam yang berdiri tegap dimana-mana.


“Itu siapa Troy? itu calon suaminya non Abi ya? ” bisik penjaga itu pada Troy, yang masih bisa didengar oleh Alex.


Alex menggeram lirih, jadi Roy akan menjodohkan kekasih kecilnya itu, yang padahal sedang mengandung buah hatinya dengan pria lain?! padahal ayah sang anak sendiri, dengan senang hati akan bertanggung jawab.


“H-hah? emang iya? ” pertanyaan bodoh itu keluar dari bibir Troy, Alex berdecak tanpa sadar, seharusnya Troy menjawabnya saja, tanpa harus basa-basi.

__ADS_1


Troy langsung mengangguk cepat, setelah saat ia menangkap pergerakan Alex yang mengangguk secara diam-diam, selesai mengangguk, penjaga itu langsung membuka gerbang dengan senang hati.


Mobil Alex memasuki kawasan mansion dengan santai, Troy mengarahkan mobilnya untuk terparkir didepan pintu utama tanpa beban sedikitpun, Alex yang sedang membalas pesan penting yang tiba-tiba saja masuk, menjadi tak fokus akan arah mobil yang Troy bawa.


Matanya sontak membulat saat mengetahui info terbaru dari sekretarisnya.


Permisi Tuan, maaf mengganggu anda...


Tuan Roy Abraham menolak untuk melaksanakan pertemuan sekarang, ia bilang sedang ada pekerjaan diluar rumah, dan akan kembali sekitar setengah jam lagi untuk acara makan siang dirumahnya. saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi tuan, sekretaris Tuan Roy benar-benar galak, sama seperti Tuan.


Alex menegakkan punggungnya, kedua alisnya terpaut saat melihat dinding yang tak lagi asing, matanya menoleh kesamping mendapati halaman luas dengan berbagai macam jenis, yang ia tahu, ini adalah arah masuk untuk bertamu lewat pintu utama, kembali ingin meyakinkan dirinya, Alex menoleh kesamping, matanya membulat sungguh terkejut dengan keberadaan mobilnya yang terhenti sempurna didepan pintu utama mansion.


“APA YANG KAU LAKUKAN — ” seruan Alex terhenti saat indra pendengarannya menangkap bunyi klakson yang memekik secara tiba-tiba.


Tiiinnnn.


Sontak Troy dan Alex langsung menoleh kebelakang lewat celah jok duduk mereka, Sekian detik tercengang, keduanya saling berpandang-pandangan, Tanpa instruksi apapun, Troy langsung berteriak nyaring karena panik.


“Argghhh!!! ” Teriak Troy merasa panik tiba-tiba, Alex langsung memegang persneling mobil dengan refleks, entah apa yang membuat keduanya bisa sepanik itu, padahal tidak ada yang perlu ditakuti, Alex bisa saja keluar dan langsung berbicara dengan Roy.


Namun dirinya seperi terbawa suasana dengan kepanikan Troy yang takut ketauan mantan tuan nya itu, hingga Alex menjadi ikut-ikutan panik sama seperti Troy. “Putar balik Troy! cepat!! ” ujar Alex keras.


Beberapa mobil hitam menghadang jalan mereka, Troy mematung bagaikan candi, sedangkan Alex menghembuskan nafasnya gusar, apalagi saat pria yang tak lain adalah Roy, baru saja turun dari mobil, dan langsung berdiri tepat beberapa jarak dari hadapan mobilnya.


“Apa yang harus kita lakukan tuan... ” ujar Troy tercengang. Alex menelan ludahnya kasar, hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan berhadapan langsung dengan Roy.


“Ini tugasku Troy, aku akan menemui Roy dan berbicara dengannya. ” Ujar Alex membuat tubuh Troy sedikit meringis, Alex sedang sendirian sekarang, hanya dengannya, tanpa ada bodyguard samasekali.


Ia yakin bahwa mantan tuan nya itu, pasti akan menghabisi Alex jika pria itu sedikit saja salah berbicara. sekarang Alex sudah keluar dari dalam mobil, ia melangkah mendekat dengan punggungnya yang tegap, Roy mengepalkan kedua tangannya geram, melihat bahwa Alex lah yang berani masuk kedalam mansion nya.


“Apa yang kau lakukan disini Alex?! ” tanya Roy kencang.


“Tentu saja menjemput putrimu Roy. ” Jawab Alex tenang, tanpa keresahan sedikitpun.


“Aku tidak paham dengan jalan fikirmu. kau tahu bahwa Abigail tidak mengerti apapun saat setelah aku tinggalkan, namun saat aku kembali, kau telah membuatnya hamil Alex! ”


“Kau samasekali tidak memiliki etika yang baik sebagai penerus perusahaan ayahmu! beliau adalah pribadi yang baik! beda sekali dengan dirimu yang bejat dan breng*sek! ”


Perdebatan pun dimulai, Alex terus menjawab pertanyaan setiap pertanyaan dari Roy dengan tenang tanpa celah sedikitpun, Roy menjadi marah seketika saat ketidaksukaan nya kepada Alex membuat dirinya kalah telak untuk memisahkan Alex dengan anaknya lewat kata-kata.

__ADS_1


“APA YANG BISA KAU JANJIKAN PADAKU, JIKA PERNIKAHAN KALIAN, TIDAK AKAN BERAKHIR SAMA SEPERTI PERNIKAHANKU ALEX! ”


“Tidak semua pernikahan berakhir seperti pernikahanmu Roy! aku berjanji akan menjadikan Abiagil satu-satunya perempuan yang bahagia! dengan seluruh usaha yang akan kugunakkan untuk menyenangkan hatinya! ”


Samar-samar Troy mendengar teriakan itu dari bibir Roy, saat melihat suasana menjadi semakin runyam, Troy langsung keluar dari dalam mobil, namun matanya membeku, saat melihat sosok kecil yang tampak bergerak-gerak di tebing sana dari balik hadapan kaca mobil.


Troy segera berlari menyusul Alex yang masih berdebat dengan Roy, matanya semakin membulat saja saat pergerakan wanita yang ia lihat tampak semakin jelas.


“Alex!! itu Abigail!! ” Seru Troy keras, sambil menunjuk dinding mansion diarah timur, dari posisi nya yang berada di barat.


Tidak ada sesi terkejut atau tercengang sekalipun, Alex langsung berlari menerobos para penjaga menuju arah barat, hingga tinggal sebentar lagi jaraknya sampai untuk menolong Abigail.


Ia kira Abigail akan bisa turun dengan selamat, namun saat ikatan tali itu tampak terlihat sudah tidak kuat, disaat itulah Alex semakin berlari menghampiri Abigail, hingga tali yang tadi menggantung melawati kaca jendela, sudah kandas, terjun duluan, melewati Abigail yang sekarang berada di gendongannya.


“Akhhh!! ”


Hap.


Tubuh Abigail jatuh didalam gendongannya, tubuh Alex langsung meluruh untuk memastikan kondisi Abigail yang tampak pucat, tangan kirinya melingkar dipunggung Abigail, sedangkan tangan Kanan nya beralih menepuk-nepuk pipi Abigail yang dingin.


“Sayang... ”


“Abigail... ”


“Bubu? ”


“Abigail?! ”


Wajah Alex sudah merah padam, ia segera mengangkat Abigail dengan perasaan kelu yang menggebu-gebu, rahangnya sudah mengeras dengan wajah dingin yang tak terbantahkan. kedua belah bibirnya mengatup marah, rasa murka langsung melonjak didalam dirinya, ia abaikan seluruh tatapan mata para penjaga, dan juga Roy yang terdiam memperhatikan.


Troy langsung buru-buru membuka pintu mobil mempersilahkan Alex untuk segera masuk, namun saat setelah pintu mobil sudah terbuka, Roy langsung saja berucap.


“Alex, Abigail — ”


“DIAM! ”


Ucapan Roy yang ingin menjelaskan, segera Alex bantah dengan seruan nya yang sangat singkat dan menegangkan. tubuh Roy sampai terlonjak refleks saat Alex membentaknya, matanya masih membulat hingga mobil Alex sudah melenggang pergi menjauhi mansion.


.....................

__ADS_1


Maaf banget kalo kepanjangan, engga sadar udh ngetik 1400 kata :)


__ADS_2