
Alex membawa Abigail untuk kembali kerumahnya, setelah dokter mengatakan bahwa abigail tidak harus menginap dirumah sakit, dokter mmeberikan vitamin dan juga saran-saran kepada abigail untuk lebih memperhatikan bayi nya untuk kedepan, agar lebih bijak dan juga sadar.
Alex juga mulai sekarang, harus lebih paham, untuk menjadi orang yang menenangkan ataupun menghibur abigail, ketika mood kekasihnya itu sedang tidak baik. walaupun alex memang pernah menikah, inilah kali pertamanya dia harus siaga menjadi seorang ayah.
Alex secara diam-diam sudah menghubungi WO untuk pernikahan nya dengan abigail nanti, ia sengaja menyembunyikan nya kepada abigail, karena berniat untuk memberikan abigail sebuah kejutan nantinya.
sekarang Alex dan Abigail sudah berada disebuah kafe, abigail bersikeras ingin ikut dengan alex, untuk menemui jesse disini. melihat wajah abigail yang ingin menangis tadi, membuat alex menjadi tak tega. hingga akhirnya mereka berdua tengah menunggu kedatangan jesse disini.
Tap
Tap
Tap
Jesse muncul dengan pria yang sama, Alex lihat pada saat itu. Abigail merengkuh pinggang alex dari samping, saat melihat kedatangan seorang wanita, yang pastinya jesse. hanya terdapat dua kursi muat dua orang, yang saling bersebrangan, dipisahkan oleh meja diantara mereka, tanpa rasa canggung sedikit pun, abigail semakin merapatkan duduknya..
“Ehm! ” Dehem Jesse keras, mengulurkan tangan nya ke alex, alex menyambut nya dengan baik, namun saat Jesse mengarahkan tangan nya untuk terulur kearah Abigail, Abigail hanya terdiam.
Walau kikuk, Abigail membalas uluran tangan Jesse, Ia menunggu saat dimana tangan nya mungkin akan diremas, atau diremukan, seperti serial-serial yang sering ia tonton. namun jesse hanya menjabat nya seperti biasa, tidak ada kekasaran, ataupun yang lainnya. Jesse bahkan tidak melemparkan senyum sinis atau licik kepadanya, apakah dirinya terlalu nethink ya? - tanya abigail dalam batinnya.
“Abigail. ” Abigail langsung menoleh, saat alex memanggilnya, menyadarkan nya dari lamunan yang berkecamuk.
__ADS_1
Matanya langsung fokus, terhadap berkas yang jesse keluarkan dari dalam tas nya, Abigail melepaskan pelukan tangannya dari lengan alex, ia beralih membuka map itu, dengan percaya diri. matanya membulat, saat mengetahui perjanjian yang tertera disana. surat warisan atas nama dirinya, harus beralih ke jesse, untuk perceraian yang akan terjadi.
“Hubby! Ini enggak bener! nanti papah bisa marah kalau tau, bubu mainin warisan ini! bubu engga mau! ” rutuk abigail sengit, merasa tak terima dengan perjanjian itu, kening jesse mengkerut tak suka, menerima respon yang negatif.
Alex menghela nafas gusar, ia mengusap punggung abigail naik turun, berusaha meredakan kemarahan abigail yang mulai memuncak, “hub—” omongan abigail yang bernada protes terpotong, saat alex menggeleng tegas kearah nya.
“Tenang Abigail. akan semakin runyam kalau kau emosi. ” Tekan Alex menatap intens abigail, walau alex berkata tegas, ia masih setia mengusap punggung abigail lembut.
“Jadi bagaimana?! ” Tanya jesse merasa tak sabaran, mendengar percakapan alex dan abigail.
“Jesse, Maafkan saya. saya tidak bisa memberikan apa yang ada didalam perjanjian. — ”
Alex menghembuskan nafasnya, sejujurnya ia kecewa dengan tanggapan abigail, namun mau bagaimana lagi, setelah ini ia akan menawarkan jesse tawaran, yang tentunya membuat jesse tidak akan menolak.
“Pak Alex, seharusnya kau professional. seharusnya kau menerima tawaran sesuai perjanjian yang ada! ” Ujar Troy menetralkan nada nya, Abigail yang tadi nya menunduknya, menjadi mendongak.
“Kau!! ” Jari telunjuk abigail mengarah kearah troy, matanya membulat, melihat seseorang yang ia kenali, ternyata berada dibalik ini semua.
“Abigail? kau mengenal nya? ” Alex melemparkan pertanyaan kepada abigail, yang menatao nyalang kearah troy, troy berdecak kesal, penyamaran nya ternyata sudah terbongkar.
Troy membuka masker, yang melekat di wajahnya, Jesse mengatupkan bibirnya kesal, sebenarnya drama apa yang sedang terjadi sekarang. “Kau menghianati ayahku troy!! ” geram abigail marah, troy mempermainkan jarinya diatas meja, ia mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
“maafkan saya nyonya. saya terpaksa melakukan ini. ” Troy menghembuskan nafasnya pasrah, ia sedikit melirik jesse yang menatap nya tajam, bibir alex terbuka sedikit karena terkejut.
“semua orang memang tidak dapat dipercaya! aku ditinggalkan kedua orang tua ku! lalu tanpa sepengetahuanku keduanya bercerai! kau troy?! membocorkan keberadaan hak warisan ku! — dan kau alex! kau selalu berbohong padaku!! kau memutuskan hal seperti ini, tanpa berbicara kepadaku samasekali ! ”
Abigail menghempaskan punggungnya, wajahnya ia buang kesamping, agar tidak ada yang melihat matanya nya yang mulai memerah, dada nya terasa sakit, merasa
kan rasa tak dianggap tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.
berulang kali abigail mengambil nafas, lalu membuangnya kembali, tangan nya meremas ujung gaun selutut yang ia kenakakkan. keputusan yang diambil sepihak oleh alex, seolah menggambar
kan, bahwa tanggapan nya memang tidak pernah diperlukan.
Abigail memanglah seorang anak yang dimanja, semua kebutuhan nya selalu dipenuhi, segala sesuatu keinginan nya pasti terwujud, namun yang tidak pernah menjadi nyata adalah, ketika dirinya merasa sendiri diantara orang-orang besar, yang mengatur jalan hidupnya, bagaikan naskah yang sudah tertulis.
“Jesse. berikan saya satu permintaan. apapun itu — saya akan mewujudkannya. ” ujar alex tegas, punggung nya yang tegap, seolah menunggu jawaban jesse, atas permintaan yang ia ucapkan secara enteng tanpa beban sedikit pun.
berbeda sekali dengan abigail yang menutup mulutnya shock, troy tak kalah terkejutnya, yang ia tahu bahwa jesse adalah perempuan yang kesehariannya penuh dengan gaya glamour. jadi, memungkinkan untuk jesse meminta suatu hal yang sangat besar nantinya.
Jesse tersentak, namun ia berusaha menutupi kegugupannya yang seolah linglung, dengan gaya nya yang terkesan angkuh, dalam sekejap bibirnya yang terpolesi lipstik merah mencolok, menjadi tersenyum miring.
Abigail menatap cemas kearah jesse, sedangkan alex hanya terdiam, seolah keputusannya adalah hal yang biasa. Bibir jesse terbuka, ia sudah siap untuk meluncurkan permintaan nya.
__ADS_1
“Biarkan aku, menggantikan posisi mu, di agensi modelling Àlexander, yang berada di newyork! ” tekan jesse mengangkat dagunya angkuh, menantang alex yang tersenyum miring tanpa mereka sadari.