TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 30 : kembalinya Jesse


__ADS_3

Author Pov.


Kedua tangan Abigail melemas diatas seprai, Alex masih terus mengguncang tubuhnya dari belakang, nafasnya terengah-engah mencapai puncaknya, Alex memutar tubuh Abigail menjadi memunggunginya dari samping, lalu saat tubuhnya sudah berada dibelakang Abigail, Alex kembali melakukan penestrasi kembali.


Mereka terus melakukannya, hingga tubuh Abigail terhempas begitu nyata diatas tubuh Alex, peluh mebanjiri keduanya, tak ingin membiarkan janin di dalam kandungan Abigail tergencit, Alex langsung menarik Abigail untuk berada di posisi yang nyaman, ia mendekap Abigail dengan begitu lembut.


“Hubby... ” lirih Abigail diantara nafasnya yang terengah, Alex mengusap rambut Abigail pelan, besok adalah waktunya ia harus melepaskan Abigail selama dua bulan lamanya, dan baru boleh kembali bertemu, saat sidang perceraiannya dengan Jesse telah selesai.


“Jaga diri selalu sayang, jangan menyusahkan papahmu oke? beliau sudah rentan. ” ujar Alex memberikan pengertian, Abigail mengangguk lemas, ia masih lelah, Abigail memutar tubuhnya menjadi memunggungi Alex.


Alex menarik tubuh Abigail agak ketengah, ia memeluk Abigail dengan sayang dari belakang, tangannya terus mengusap perut Abigail yang masih datar, belum berisi.


“Jangan makan aneh-aneh atau sering-sering begadang dan main ponsel, oke? ” jelas Alex lagi sambil mengusap perut Abigail sayang, Abigail menaruh kepalanya diatas lengan berotot Alex.


“Emhh ”


Abigail mengangguk lagi dengan gumaman-gumaman kecil bibirnya, Alex terus mengusap perut Abigail, ia membisikkan Abigail nyanyian lagu pengantar tidur, namun saat ingatannya kembali, Alex kembali mengingatkan Abigail atas penjelasan dari baby book.


“Kalau main Hp, jangan taruh diatas perut, jangan main Hp sambil ketiduran, awas aja kamu. ”


Peringati Alex dengan serius, Abigail mengangguk terus, ia mendengarkan penjelasan ayah dari janinnya, namun bibirnya terasa lelah untuk berucap setelah banyak mengalunkan suara di sesi percintaan mereka yang cukup panjang.

__ADS_1


Alex mengecup pucuk kepala Abigail, mungkin dua bulan bukanlah waktu yang lama, jika mereka terus berkomunikasi dengan baik, karena bagaimanapun juga, Alex menginginkan Abigail untuk segera ia nikahi.


Alex mengingat lagi petua dari ibunya, kalau perempuam hamil memang sangat sensitif, butuh banyak kesabaran dan juga perhatian. Maka dari itu, Alex akan mengirim bibinya untuk menemani Abigail di rumah Roy, dan sesekali juga akan membiarkan ibunya berkunjung kerumah Abigail.


Bukan tanpa alasan Alex hanya mengirim bibinya, bukan ibunya, dan hanya akan membiarkan ibunya datang sesekali saja untuk bertemu Abigail, karena ibunya sendiri butuh banyak istirahat, dan juga ketenangan dimasa tua nya.


----------



-------------


“Halo Alex. ”


“Jesse? dimana kau Jesse?! ”


“Cepat temui aku dikafe siang ini. ada yang perlu kita bicarakan. ”


“Memang seharusnya seperti itu! ”


Tuutt.

__ADS_1


Sebelum Alex semakin cepat menemui Jesse, ditengah-tengah lampu merah, ia sempat menelfon Troy untuk ikut dengannya, mengatahui jika pria itu juga mencari Jesse, bahkan memiliki hubungan dengan Jesse. namun pria itu tidak mengangkat panggilannya juga, hingga akhirnya Alex memutuskan untuk datang sendirian menemui Jesse.


Setelah sampai ke salah satu kafe yang ditentukan oleh Jesse, Alex segera memasukinya, ia melihat Jesse yang sedang duduk diujung sudut ruangan, yang membuatnya salah fokus bukanlah keberadaan Jesse, namun kegiatan yang sedang Jesse lakukan.


Wanita itu sedang mengusap perutnya dengan punggung yang disenderkan pada sandaran kursi, Alex berjalan dengan pelan, ia semakin penasaran akan bibir Jesse yang selalu bergerak layaknya orang berbicara.


Namun saat keberadaan Alex sudah ditangkap oleh Jesse, dengan cepat wanita itu menghentikkan kegiatannya, bahkan tangan Jesse langsung beralih berada diatas meja makan.


“Apa yang kau lakukan? ” tanya Alex to the point, setelah berhasil duduk diatas kursi yang bersebrangan dengan Jesse.


Jesse tampak berfikir, namun ia segera membalas pertanyaan Alex dengan cepat, “Memangnya apa lagi yang kulakukan? tentu saja menunggu calon mantan suamiku datang. ” balas Jesse cepat.


“Kenapa kau mengusap perutmu?! ” tanya Alex lagi, merasa tidak puas dengan jawaban Jesse.


“Kenapa kau jadi kepo seperti ini?! kau tidak berhak mengatahui masalah pribadiku! ” titah Jesse kesal, Alex tersenyum miring, dengan asal ia kembali berucap.


“Kau hamil? ” tanya Alex mengangkat alisnya, niat ia berucap seperti itu, sungguh ia hanya mengucapkan pertanyaan itu dengan asal, namun reaksi yang diberikan Jesse sungguh tidak terduga.


“Lebih baik kau diam Alex! aku disini karena niat baik! aku akan mengembalikkan agensi modelling yang kau berikan kepadaku! setelah itu kita tidak perlu bertemu lagi! kita hanya bertemu ketika sidang dimulai! ini adalah map yang sudah kutanda tangani! jangan pernah mengurus hidupku lagi! ”


Setelah itu Jesse langsung bangkit dari duduknya, meninggalkan Alex yang menyatukan kedia alisnya tak percaya, semudah itu Jesse mengembalikan agensi modelling miliknya. yang padahal Jesse sedari awal meninggalkannya, karena untuk merintis karier di dunia modelling.

__ADS_1


__ADS_2