TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 13 : keseriusan


__ADS_3

Setelah mendengarkan step by step juga Saran dari dokter, keduanya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Hati Alex sangat berbunga-bunga menerima kabar bahwa Abigail sedang mengandung Anaknya. Alex membukakan pintu mobil untuk Abigail, lalu ia mengitari mobil, dan memasukinya. Abigail masih terdiam dengan banyak fikiran yang berkecamuk dalam batin nya.


“bubu? ” Alex melayangkan telapak tangan nya kekanan dan kekiri secara berulang kali untuk menyadarkan Abigail dari keterdiaman nya. “bubu?! ” Kali ini Alex mengguncangkan lengan Abigail.


“kenapa? ” Alex menarik dagu Abigail dengan ibu jarinya. Abigail menggeleng, ia kembali menarik wajahnya, menjauhi tatapan Alex, yang selalu bisa membaca fikirannya itu.


“Apa yang kamu khawatirin? ” Abigail menggeleng kembali, ia memilin jari jemari nya untuk menghilangkan rasa penat di kening. Alex terpaksa harus menyongsong wajahnya, untuk menggoda Abigail. “bubu.. ” Alex kecup sudut bibir Abigail sekilas.


“Emmhh” Abigail berusaha menjauh. Alex menyeringitkan kening nya heran, ia rasa Abigail tak pernah menolak ciumannya sebelumnya. Alex menghela nafas, lalu ia tarik Abigail untuk duduk diatas pangkuannya. “engga mau! ” Abigail mendorong tangan Alex yang sudah berhasil mendudukinya.


“makanya kalo punya badan jangan kecil! jadi gampang diangakat-angkat kan. ” ujar Alex menyentil pucuk hidung Abigail gemas. “kenapasih bu? kamu ga seneng ngandung anak aku? ” Abigail menampar pipi Alex pelan, dengan sekilas.


“Hubby tuh enggak ngerti perasaan bubu! kalo anak ini lahir, dan dia enggak tau ayahnya gimana! bubu enggak mau kalau anak ini lahir tanpa ayah! bubu — iihhh kok malah ketawa sihh!! ”


Abigail bersedekap dada. wajahnya melengos merasa dipermainkan oleh Alex yang sedang tertawa renyah dengan begitu santai nya. Selang beberapa saat, Alex mengambil nafas, lalu membuang nya. kedua tangan nya melingkar pas pada pinggang ramping Abigail. wajahnya menunduk menatap Abigail.


Alex menjatuhkan tangannya diatas perut Abigail yang masih rata. “ini anak kita sayang. Ayahnya, ya hubby. dia anak Alexander. pria yang lagi mangku kamu sekarang. pria yang manggil kamu dengan sebutan bubu. selamanya, anak ini akan jadi anak aku. papahnya ya aku, ibunya ya kamu. jadi jangan pernah lontarin pertanyaan bodoh kaya tadi, oke? ”


Abigail langsung menenggelamkan wajahnya diatas dada Alex. ia sungguh terharu mendengar pernyataan dari hubby-nya itu. perasaan hangat mengalir disaat mendengar alex mengucapkan anak kita. Abigail fikir nasib nya akan sama, seperti para simpanan-simpanan yang lain, selalu akan ditinggalkan. namun kali ini, ia menjadi berharap sepenuhnya pada Alex, kalau mereka akan bersama.

__ADS_1


“hubby yang terbaik.. ”


cicit Abigail mendongak menatap Alex, ia kecup leher Alex sekilas, lalu kembali menenggelamkam wajahnya untuk mencari kehangatan. Alex tersenyum tipis, ia mengusap lembut punggung Abigail, matanya menatap lurus jalanan yang tampak sepi disiang hari, bibirnya bergerak berucap, walau tak terdengar.


“i love you. ”


•••••


Sejak tadi, senyum samasekali tidak luntur dari sudut bibir Abigail, apalagi sekarang Alex sedang menggendongnya ala bridal style, sejak di lobby tadi, Alex memutuskan untuk mengangkat nya hingga berada di apartment sekarang. hal-hal kecil seperti ini lah, yang membuat abigail semakin tidak ingin lepas dari bayang-bayang Alex seorang.


Andai saja dewi fortuna sedang berpihak padanya, mungkin saat ini juga, Abigail akan menyeret Alex untuk menikahinya.


“Hubby.... ” Abigail mengusap rahang Alex yang ditumbuhi cambang tipis. Alex menjatuhkan Abigail diatas kasur, lalu ia nyalakan pendingin ruangan, serta televisi yang terletak di dinding menghadap langsung ranjang dengan posisi lurus.


Alex meneguk ludahnya kasar, ia alihkan pandangan nya pura-pura tak menyadari keadaan Abigail yang hanya memakai dalaman saja.


Abigail menyusup masuk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, lalu ia lingkarkan tangan nya diatas paha Alex yang berslonjor lurus, dibalik selimut. Alex mengalihkan suasana yang mulai panas, dengan menonton televisi pada posisi duduknya.


“Hubby... ” Abigail menghela nafasnya panjang, namun bukan helaan nafas yang terdengar di telinga Alex, melainkan seperti sebuah desahan manja.

__ADS_1


“Gausah nakal bu! nanti aku keluar nih! ” Alex menggerakan paha nya sengaja, berusaha menyingkirkan tubuh abigail yang setengah berada diatas pahanya. “bu! ” tekan Alex lagi dengan suara yang lebih tegas.


Abigail mengerucutkan bibirnya kesal, ia membalikkan tubuhnya langsung, setelah menepuk keras paha Alex. Abigail mengeratkan guling di pelukannya, ia sangat kesal dengan Alex yang tidak bisa memanjakannya, Alex menghindarinya.


“pasti bubu udah jelek! hubby udah gak mau deket-deket bubu lagi! ah bodoamat! bubu ngantuk! awas aja minta susu! enggak akan abi kasih!! enggak akan! ”


Tanpa sadar Abigail mengerucutkan bibirnya dalam kesadaran yang sudah mulai menghilang. ia terus bergumam memaki-maki Alex dengan bibir mungil nya yang merona. berusaha sebisa mungkin Alex fokus terhadap tayangan di depannya, namun matanya hanya ingin melihat Abigail.


Jadilah Alex mengintip lewat ekor matanya, ia menghembuskan nafas saat mendengar deru nafas Abigail yang mulai teratur. tangan nya meraih macbook yang berada diatas nakas, ia membuka nya, lalu mulai memfokuskan dirinya kedalam dunia pekerjaan. sesekali Alex melihat notifikasi ponsel nya yang selalu berbunyi, namun ia memilih untuk tetap fokus terhadap pekerjaan nya.


Hingga waktu berjalan begitu cepat, tanpa sadar sudah dua jam lamanya Alex berkutik dengan dunia pekerjaan. ia merenggangkan otot-otot nya yang bugar juga terawat, tangan nya meraih remote, lalu mematikan televisi. sebelum ia mematikan lampu tidur yang berada diatas nakas, matanya membeku menatap pesan email yang masuk.


Jesse Alikka Xi Aoi


° Halo darling~ Bagaimana kita bertemu esok? aku akan membuat sebuah perjanjian yang akan membuatmu terlepas dari hubungan kita? aku akan menceraikanmu, tapi kamu harus memberikan aku feedback ya, hahaha.


______


Alex mengabaikan pesan jesse. ia langsung masuk kedalam selimut, untuk bergabung bersama Abigail yang sudah lelap dengan posisi terlentang. Alex menarik tangan Abigail untuk memunggungi nya, ia peluk Abigail dari belakang, lalu ia usap perut Abigail dari balik selimut, dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Otak nya terus berfikir, untuk mengambil langkah selanjutnya, akan hubungan nya dengan Abigail. yang Alex inginkan, tentu saja untuk mengikat Abigail dengan janji suci diatas pernikahan, namun dibalik itu semua, pasti tidaklah mudah.


Ia cukup penasaran dengan tawaran dari Jesse, namun sebisa mungkin, ia harus mengambil langkah yang lebih cepat, tanpa harus melibatkan Jesse, perempuan yang sangat licik dimata nya.


__ADS_2