TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 27 : akhirnya bertemu


__ADS_3

Alex mebawa Abigail dalam gendongannya dengan perasaan yang kacau, sebisa mungkin ia menahan amarahnya untuk tidak melukai orang sekitar, apalagi setelah Abigail sudah masuk kedalam ruang perawatan, Troy hanya bisa terdiam, karena Alex adalah orang yang sedikit temperamen, dia butuh waktu menangkan diri sejanak dulu.


Alex berjalan tak karuan di depan ruangan Abigail yang tertutup, walaupun memang Abigail tidak terjatuh, tapi itu bisa menimbulkan rasa shock yang pastinya akan berpengaruh juga pada kandungannya.


Troy mengacak rambutnya gusar, ia sangat kesal melihat Alex yang mondar-mandir tak bisa diam, mereka berdua memang jadi lebih dekat layaknya kakak ber adik, karena kepentingan mencari Jesse, yang dua hari ini tetap saja tak ketemu.


4 Jam berlalu, pintu masih belum terbuka, Alex sudah menghempaskan punggungnya pada dinding rumah sakit yang terasa dingin, sedangkan Troy sedang mencari makanan di kantin.


Ketika yang ditunggu-tunggu telah datang, pintu kamar rawat terbuka, terpampanglah dokter yang menjadi konsultan kehamilan Abigail, Alex langsung bangun dari duduknya, ia menghampiri dokter tersebut.


“Permisi Tuan, Noona Abigail dapat ditangani. hanya saja, kandungannya sangat lemah, sedikit saja ia terkena serangan atau hal-hal yang membuatnya tertekan, bayi itu tidak dapat lagi ditangani, juga akan berpengaruh pada kesehatan ibunya. ” jelas sang Dokter membuat Alex langsung memejamkan matanya pening.


“Ini ada mukjizat tuhan, Alex. janin masih bisa bertahan setelah saat ia mendapatkan rasa shock yang luar biasa. ” lanjut dokter itu prihatin, Alex menghembuskan nafasnya berusaha sabar.


“Saya akan menemui Abigail. ” sergah Alex langsung, yang mendapat pertahanan dari sang dokter.


“Sebentar tuan. jangan pernah membuat dia merasa berat dalam berfikir. kau harus membuat mood dan fikirannya menjadi tenang dan bagus. Itu dapat meningkatkan kondisi bagi janin dan ibu janin, menjadi lebih sehat dan baik. ” ucap dokter mengingatkan sekaligus memperingati, Alex mengangguk tegas, ia tidak boleh lalai lagi setelah ini.


Alex masuk kedalam ruangan, ia menutup pintu ruangan, lalu segera menghampiri Abigail yang tengah terbangun namun masih terlihat lemah berbaring diatas ranjang.


“Bubu... ” bisik Alex lirih, seolah menyadari orang yang selama ini ia tunggu kedatangannya, Abigail langsung menoleh kearah pintu.

__ADS_1


“Hub- ” tenggorokan Abigail seolah tercekat, air matanya luruh seketika, Alex mendesis menghentikkan panggilan namanya.


“Ssstt ” bisik Alex lagi setelah sampai di samping ranjang Abigail, senyum tipis terbit di bibirnya, Alex mengusap pucuk kepala Abigail dengan sayang.


“Jangan mengeluarkan air mata ini sayang, aku menjadi merasa gagal sebagai seorang ayah. ” bisik Alex lirih, menunduk mengecup kedua mata Abigail yang refleks terpejam.


Abigail masih memejamkan matanya, Alex mencium matanya lembut, lalu ia merasakan sapuan lembut di keningnya juga.


“Kangen... ”


Rengek Abigail lirih, Alex mengangkat tubuhnya, namun ia masih menunduk, tangan kanan nya bertumpu diatas kepala Abigail yang ber alaskan bantal, tangan kirinya yang bebas, mengusap punggung tangan Abigail yang berada diatas perut kekasihnya itu.


“Kangen... ” rengek Abigail lagi, dengan semburat kemerahan di kedua pipinya yang putih mulus, saat Alex menatap wajahnya sangat dalam.


“Kangen sama siapa hmm? ” tanya Alex berdehem jail, Abigail merunggut kesal dengan manja, ia memalingkan wajahnya malu.


“Hubby! ” tekan Abigail merasa kesal, Alex terkekeh geli, ia menarik dagu Abigail dengan jarinya, Abigail tidak menolak maupun meronta.


Saat wajah Abigail kembali menghadapnya, Alex sangat terpana dengan kecantikan Abigail yang bertambah setiap harinya, naluri nya sebagai seorang pria matang berjalan, apalagi saat melihat kedua belah bibir Abigail yang terbuka.


Cup.

__ADS_1


Alex mencium Abigail tepat dibibirnya, murni ciuman tanpa nafsu, bibir mereka hanya menempel, tidak bergerak ataupun bermain, Abigail memejamkan matanya meresapi, ia merasa tenang ketika Alex berada didekatnya.


Alex yang selama ini jika berciuman tidak pernah menutup mata, kini pria itu memejamkan kedua matanya menikmati. Menikmati pertemuan indra pencecap mereka dengan sangat tenang dan damai.


Pria yang berdiri mematung di ambang pintu ruangan, menjadi ikut terdiam, sedangkan pria yang umurnya jauh lebih muda darinya, berusaha menarik keluar pria paruh baya itu.


“Pak! jangan ganggu mereka lagi! ” tekan pria dibelakang yang tak lain adalah Troy, sedangkan pria paruh bayu itu adalah Roy.


Roy masih tak bergeming, ia mengepalkan kedua tangannya menahan, menahan rasa sesal didalam dirinya, bukan rasa marah. ia menyesal karena sudah berusaha untuk memisahkan mereka berdua.


Alex dan Abigail menjadi merasa terganggu, segera menoleh kearah sumber suara, mata Abigail membulat, ia berusaha beringsut mundur karena takut, namun Alex menahan pinggang Abigail agar tetap tenang. Troy dan Roy sudah tidak ribut lagi, sekarang Troy membiarkan Roy untuk masuk, dan ia pun segera menutup pintu.


Alex dan Abigail masih terdiam, Troy mengikuti Roy dari belakang, menjaga-jaga pria tua itu agar tidak mencari gara-gara lagi. keheningan terjadi beberapa saat, mereka menunggu Roy mengeluarkan suara, hingga akhirnya kedua belah bibir Roy terbuka.


“Alex. ” panggil Roy dengan pandangan yang tak luput dari putrinya, Abigail.


Alex tak ingin menjawab, ia tahu bahwa Roy akan melanjutkan ucapannya, ia hanya menatap Roy serius, dengan tatapan yang tajam bagaikan elang.


Roy menarik nafasnya yang berat,


lalu ia hembuskan secara pelan.

__ADS_1


“Tolong jaga putriku. ”


__ADS_2