Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
1. Pertemuan singkat


__ADS_3

perjalanan yang sangat banyak menyita waktu dan tenaga menurut saya, perjalan dua belas jam lamanya membuat seluruh tulang belulang saya remuk, hancur berkeping - keping.


baru pertama kali saya memulai perjalanan yang begitu jauh, ke kota R hanya untuk mengunjungi kakak tertua ku, ternya perjalanan melalui darat menyita banyak waktu yang terhilang.


sesampainya saya di kota ini, saya di jemput teman dari kakak tertua ku, karena kesibukannya di kantor tidak bisa menjemput saya ke stasiun.


" Hay, " sapa seorang pria yang memiliki tubuh tinggi, berkulit hitam manis, tidak jauh dari samping saya.


'siapa sih kenal aja ini anak' gerutu saya dalam hati


" Hay " sapa nya lagi " nama kamu citra kan, saya teman Kakak kamu, jadi saya yang menjemput kamu " sambungnya


" O-oh " sapa ku singkat


" kenalkan nama saya Roy " dia kembali mengulurkan tangannya, dengan hati - hati saya membalas tangan Roy.


" Citra " sapa ku singkat


" Baik lah kalau begitu kamu ikuti saja saya, karena mobil ku terparkir tidak jau dari stasiun ini."


" Heem" balasan yang singkat


aku berjalan mengikuti Roy dari belakang menuju parkiran mobilnya. sambil mendorong koper yang berukuran kecil hanya muat beberapa baju saja, Roy langsung mengambil ahli koper yang tadi saya dorong memasukan ke dalam bagasi mobilnya dan mempersilahkan saya masuk.


" Kamu duduk di sebelah saya saja " dia buka suara mencairkan kebisuan yang tengah terjadi


" Maaf saya duduk di belakang saja"


" Baik lah anggap saja saya supir pribadi mu untuk saat ini " ucapnya sambil mengulas senyuman tipis


'Getir banget senyumannya, mungkin dia kesal kali karena aku tadi menolak dia untuk duduk di sebelahnya' hanya bisa menggerutu dalam hati


perjalan yang gak begitu jauh, hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja. sampai lah kami di kediaman kakak tertua ku, aku melihat berdiri seorang wanita yang tak lain adalah kakak ipar ku sendiri yang sedang menyambut ku dengan pelukan hangat yang selalu ku rindukan dari nya, senyuman di wajahnya yang begitu manis membuah hati tenang saat melihatnya. sudah begitu lama aku tidak melihat senyuman kakak ipar ku ini, belum selesai melepas kerinduan ku dengan kakak ipar tercinta, terdengar suara kaki berlari, bersorak kegirangan menyambut kedatangan ku tak lain adalah anak perempuan semata wayang kakak ku.


" Aunty kamu kah itu " sapa nya antusias sambil berlari berhamburan ke pelukan ku


" Iya dong sayang, emang siapa yang datang ke rumah kamu kalau bukan Aunty " aku berpura- pura cemberut.


" Olive sangat merindukan Aunty, kenapa lama sekali datang mengunjungi kami Aunty "

__ADS_1


" Maaf sayang Aunty baru bisa datang karena Aunty haru selesaikan urusan kuliah Aunty dulu cantik "


" Jadi Aunty bakalan lama dong tinggal sama kita "


" Aunty hanya beberapa hari saja cantik, masih banyak yang harus Aunty selesaikan sayang "


" Sayang Aunty tidak bisa lama tinggal bersama kita, karena Aunty banyak tugas di tempat oma dan opa " kakak ipar ku berusaha memberi penjelasan kepada putrinya


kakak ipar pun langsung mengajak saya masuk kedalam rumah dan duduk di meja makan, ternyata mereka sudah mempersiapkan banyak hidangan untuk menyambut kedatangan ku. betapa bahagianya saya melihat banyak makanan kesukaan saya ada di sini. tidak menunggu lama langsung di sikat tanpa tersisa sedikit pun.


" wah kamu lapar Dek " dengan tatapan menggoda kas kakak ipar ku


" Enggak juga kakak, kebetulan hanya pengen makan banyak saja " sambil garuk - garuk kepala yang tidak gatal


" Oh iya kakak, Abang jam berapa pulang nya, kok aku di jemput sama orang sih "


" Biasa lah Abang kamu tuh, tiba - tiba ada miring dadakan jadi mau gak mau minta tolong sama Roy buat jemput kamu "


" Roy itu siapa nya Abang sih kakak " penuh dengan selidik


" Dia itu asisten nya Abang kamu di kantor "


sekilas kakak ipar ku melihat perubahan raut wajah ku yang berubah masam, seakan dia tau kekesalan yang terjadi di hatiku. kakak ipar pun hanya memasang senyuman tipis tidak mau menambah kekesalan pada adik iparnya yang satu ini.


" Dia itu sebenarnya baki loh Dek, kamu belum kenal dia aja Dek "


" Malas ah kakak, aku gak tertarik buat kenal dia "


" Hus, tidak boleh seperti itu Dek "


tiba -tiba hening tidak ada yang mulai berbicara baik aku atau kaka ipar ku sama- sama membisu, sampai seketika keheningan itu terpecah dengan suara langkah kaki datang dari ruang tamu menuju kearah kami, yang datang adalah Abang saya dan yang tidak asing lagi pria yang tepat berdiri di sebelah sisi kiri Abang saya adalah Roy.


" Kamu sudah lama sampainya Dek " sapa Abang Herman langsung duduk di samping kakak ipar, di ikuti oleh Roy yang duduk di sebelah saya.


" Mungkin sudah setengah jam lebih Bang " jawab ku


" Gimana kuliah kamu, kapan selesai nya "


" Sebentar lagi Bang hanya tinggal menunggu sidang saja" balas ku lagi

__ADS_1


" Bagus kalau begitu, biar kamu bisa langsung kerja di kantor Papa "


" Heeem " balasan yang singkat


" Roy saya punya tugas buat kamu untuk mengantar adik saya untuk berjalan- jalan mengelilingi kota ini, karena dia hanya tinggal beberapa hari saja di sini, jadi kemana pun dia mau kamu harus mengantarnya, kmu mengerti kan Roy " perintah Abang saya buat sahabatnya


" Baik Bos, kamu tenang saja saya akan membawanya "


" Terimakasih Roy " ucapnya penuh rasa hormat


" Santai saja Bos, seperti orang lain saja " di balas dengan senyuman yang begitu hangat


kembali hening lagi, mungkin tidak ada topik yang untuk di bahas, karena situasi tidak mendukung bicara tentang pekerjaan di meja makan.


******


Hari mulai gelap, matahari sudah tengelam di ufuk timur, rembulan mulai menampakan dirinya untuk menerangi kegelapan malam. jam semakin berputar tepat jam menuju angka sepuluh malam Roy meminta ijin untuk pulang ke rumahnya.


setelah kepulangan Roy aku memutuskan untuk masuk ke kamar untuk beristirahat, akibat kelelahan setelah 12 jam dalam perjalanan. aku langsung membuka almari menyambar handuk, bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi. agar istirahat pun dengan segar.


selesai mandi, aku duduk di depan cermin untuk memoles wajahku dengan make up yang tipis, agar terlihat segar dan cantik. 'aku merebahkan tubuhku di kasur kamar ku, kembali ku mengingat senyuman Roy, canda tawanya, rasa persaudaraan yang hebat buat Abang saya, di setiap kata yang keluar dari bibirnya sangat lembut, membuat saya nyaman untuk bicara panjang lebar dengan nya.


******


Matahari mulai menampakan sinarnya yang indah, aku bergegas bangun dan membersikan badan, karena hari ini mau keliling- keliling kota ini. selesai mandi dan berpakaian rapi aku turun menemui si kakak ipar yang sedang sibuk berkutat dengan dapur di temani pembantu rumah tangga.


" Pagi.." sapa ku dengan hati yang gembira


" Pagi Dek."


"kakak, Abang sudah berangkat kerja apa belum "


" Sudah, dari tadi. ada meting dadakan lagi" balas nya


" baik lah kakak, aku ke kamar dudu mau ngambil tas sepertinya Roy sudah datang itu "


sesuai janji Roy membawaku berkeliling kota ini, makan, berbelanja, ke taman, bahkan ketempat- tempat terindah di kota ini dia membawaku. kami saling sering, ada canda tawa menghiasi di setiap pembicaraan kami. seakan tidak ada rasa canggung lagi , Roy sahabat yang menyenangkan bagi ku. Tiga hati lamanya aku menghabiskan waktu di kota R.


aku bahagia mengunjungi Abang dan kakak ipar beserta putri cantik nya, rasanya tak ingin pulang tapi pekerjaan telah menumpuk menunggu kedatangan ku, bertukar nomor HP pun telah terjadi dengan Roy agar dia bisa menghubungiku, bercerita dan juga sering mengenai pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2