Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
1. Permainan Di Mulai


__ADS_3

Pagi yang begitu indah, langit yang mulai terang memancarkan sinar kekuningan, menembus masuk kedalam kamar citra.


hari ini cuaca begitu cerah, sepertinya para pekerja dan pejalan kaki akan menikmati hari ini dengan tenang.


Sabtu biasa di sebut hari weekend, buat para pekerja kantoran. lain dengan paran anak sekolah maupun mahasiswa.


Di Kota ini, citra masih nyaman berbalas - balasan di dalam kamarnya. masih di ngan tubuh tertutup selimut sampai ke dada.


berlahan dia mengerjab kan matanya, melihat ke langit - langit kamarnya. merasakan ada cahaya yang masuk melalui celah jendela kamarnya yang tidak tertutup dengan rapi oleh gorden putih itu.


terdengar suara ketukan dari pintu kamar citra.


yang mengetuk adalah Mama nya.


" Sayang kamu sudah bangun belum, Mama sudah siapin sarapan buat kita. Mama tunggu di meja makan iya." panggil mama dengan suara yang lembut.


Merasa tidak ada jawaban dari dalam, Mama tidak melanjutkan lagi untuk mengetuk, membiarkan putri bungsunya itu beristirahat.


' Mungkin dia kelelahan setelah beberapa minggu ini melakukan aktifitas di kantor.'


gumam Mama dalam hati dengan berlalu meninggalkan pintu kamar itu, masih tertutup rapat.


Di dalam citra mendengar panggilan sang Mama, citra beranjak dari kasur empuknya, yang membuat nyaman untuk berlama- lama di atas kasur itu.


berjalan menuju lemari, membuka lemari tersebut mengambil handuk, berjalan menuju kamar mandi, citra segera menyelesaikan mandinya.


tidak menunggu waktu lama, selesai mandi Citra langsung mengambil pakaian sehari - hari iya gunakan di saat berdua di rumah.


memoleskan sedikit bedak di pipinya. menambah kecantikan Citra walau hanya memaki pakaian yang sederhana.


tidak seperti biasanya, saat berada di kantor citra akan tampil berwibawa, disegani para karyawan, jika di dalam rumah Citra kan berubah menjadi gadis manja kepada kedua orang Tuanya.


Citra berlahan menuruni anak tangga menuju meja makan, melihat kedua orang tuanya sedang duduk berdua, menikmati sarapan pagi mereka.


dengan senyum yang mengembang di bibirnya, citra menyapa kedua orang tuanya.


" Selamat Pagi, Ma, Pa" sapa citra


" Pagi Sayang." Balas mereka berdua dengan bersamaan


" Cantik sekali putri Mama." balas Mama lagi dengan pujian


" Siapa dulu dong anak Kamu Ma, sama cantiknya sama kamu Ma." timpal Papa, dengan menggoda mama.

__ADS_1


" Ih, Papa. Malu dengan anak gadis mu."


" Kok malu sih Ma, emang kamu cantik sayang, bener kan kata Papa sayang, Mama kamu sangat cantik?"


" Iya, Pa. Mama itu sangat cantik, makanya Papa kelepek - kelepek sama Mama." balas citra dengan nyengir menunjukan giginya yang rapi nan bersi itu.


" Emang Papa kamu ikan, kelepek - kelepek." balas Mama dengan tertawa.


pagi yang berbeda dengan pagi sebelumnya, mereka seakan bercengkrama di meja makan, menghabiskan sarapan pagi mereka dengan canda tawa.


**********


sedangkan di kota R. Roy telah menyusun rencananya, semua telah di ketahui oleh citra.


saat ini Roy telah berada di kota Citra, dimana kedua orang Tua Roy juga berada.


Citra telah mengetahui dimana orang tua Roy tinggal.


bahkan bisnis dari Papa Roy telah di pegang Citra seutuhnya tanpa ada satu pun yang mengetahuinya.


Semua perusahaan yang menanamkan saham ke perusahaan Milik Papa Roy, telah berpindah tangan ke perusahaan Citra yang di bangun dengan sendirinya.


Roy tidak berpikir bahkan dia telah salah mencari lawan untuk bertarung, bahkan sehebat apa pun Roy melawan citra bahkan melalui bisnis saja, Roy tetap akan kalah.


Roy nggak berpikir dahulu untuk memulai langkah perang ini.


Seorang Citra si raja Lukis, bukan orang yang sembarangan.


di usia mudanya dia telah memecahkan rekor dunia, sayang dia menutupi identitasnya, dia tidak ingin ada yang mengetahui siapa dia sebenarnya.


Citra gadis berusia 25 Tahun, yang menyelesaikan S2 nya dengan Dua jurusan sekali gus, pemilik perusahaan Lukisan terbesar di Eropa. bahkan banyak menanamkan saham di perusahaan luar negeri, yang di kelola oleh Devi, sang anak buah.


bahkan saat ini, demi melindungi perusahaan Kakak nya dia rela membeli semua saham perusahaan yang tertanam di perusahaan kakaknya itu. dengan harga mahal.


begitu besarnya rasa sayang Citra kepada keluarganya, begitu sigapnya citra menyusun semua rencana untuk melindungi keluarganya, bahkan perusahaan Papanya yang di bangun lewat tangan papanya sendiri.


Di dalam kamar Citra, ponsel citra terus berdering, terlihat di layar ponsel itu, tertulis nama Roy ( penipu Cinta )


Citra Menganti nama Roy, sejak citra mengetahui rencana busuk Roy kepada keluarga Citra.


Roy nggak menyerah begitu saja, Roy mengirim pesan ke Citra.


Ting

__ADS_1


Ting


Ting


Banyak pesan masuk ke ponsel pribadi Citra.


bukan hanya dari Roy saja, Tedy dan juga Tagor mengirimkan banyak pesan ke ponsel citra.


selesai melakukan sarapan Paginya, citra berpamitan ke kedua orang tuanya.


dia bergegas pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.


sesampai di pintu kamar, citra langsung membuka pintunya masuk kedalam, melihat ponselnya yang sedang berdering di meja kecil dekat tempat tidur nya.


Citra berjalan dengan cepat merahi ponselnya. melihat nama si penelpon, ternyata Tedy yang sedang menghubunginya.


Citra langsung mengangkat panggilan dari Tedy, citra tahu jika Tedy menghubunginya pasti ada berita tentang Roy yang akan dia laporkan


" Hallo Ted, Ada apa kamu menghubungi saya." sapa citra dengan langsung mebertanya.


solah Tedy mengerti apa yang di maksud oleh Bosnya.


" Bos, saya telah mendengar semua rencana dari Roy, dia akan menjebak Bos hari ini, saya telah mengunjungi tempat yang beliau katakan dengan anak buahnya bos, mereka telah mempersiapkan semuanya dengan rapi Bos. bahkan Roy akan mengajak Bos kencan dan membayar pereman untuk menangkap kamu, supaya seolah - olah kamu di culik dari nya, dia yang akan menyelamatkan kamu nantinya, tepat di saat gudang penyekapan yang telah mereka pasang bom peledak itu meledak, supaya keluarga kamu berhutang nyawa kepadanya, yang saya hernakan Bos dia tidak memberi ijin kepada peremqn itu untuk menyakiti kamu. "


Tedy panjang lebar memberi laporan hasil penyelidikan ya, Citra yang mendengar laporan itu, merasa miris dan sedih, atas semua rencana gila Roy.


" Baiklah, saya mengerti, terimakasih atas laporan kamu, sekarang kamu persiapkan anak buah kamu, untuk mengelilingi semua gudang tua itu, dan setelah saya di sekap nantinya, kamu harus persiapkan orang buat menggantikan saya di sana. di saat gudang itu meledak maka kamu harus cepat menyelamatkan orang itu, jngan sampai dia mati, dan buat Roy merasa keheranan. bahkan kamu buat rekaman video di gudang tua itu agar ada bukti kuat kita."


" Baik Bos akan saya laksanakan, sesuai rencana kita."


" Ok."


Citra langsung mematikan panggilan dari Tedy.


citra duduk di tepi ranjangnya, menyeka wajanya dengan kasar, menyisir rambutnya dengan jarinya kebelakang, terlihat citra begitu sedih.


Roy yang citra kenal baik, bahkan lembut itu, bisa berbuat senekat itu.


Roy tahu kalau citra itu bukan tandinganya, tapi Roy masih saja mau di hasut oleh kedua orang Tuanya, yang memiliki ego yang tinggi.


Ke Egoisan mereka yang memperalah Putra sulungnya untuk balas dendam lewat Cintanya.


Orang tua Roy Tau betul kalau Roy sangat mencintai Citra, dengan itu orang tuanya memperalat Roy, menghasut Roy dengan berbagai cerita yang tidak - tidak.

__ADS_1


kini Roy telah di bakar api dendam karena hasutan orang tuanya, Roy telah melupakan Cintanya yang begitu besar.


Bahkan pikiran dan hati Roy tidak sejalan, Roy tetap berioeras untuk balas dendam.


__ADS_2