
Pagi, terlihat begitu indah.
Citra masih bermalas - malasan di atas kasur tempat tidurnya.
Melihat jan weker yang terletak di atas meja dekat tempat tidur, angka menunjukan jam 10:30 sudah mau siang hari. Namun citra belum bangkit dari tidur nya.
Citra belum ingin pulang dari Eropa, dia masih betah tinggal berlama - lama di sini, sedangkan perusahaan yang ia tinggalkan di urus Oleg Tedy. Orang kepercayaannya.
Handphone milik Citra berdering, nomor yang nggak di kenal menelpon.
Terlihat terus menerus, berulang kali nomor asing itu masih dengan nomor yang sama menghubungi Citra. seperti ada yang penting saja.
Citra mengangkat nomor baru itu.
"Halo.......!" ujar Citra dengan malas
"Halo, ini dengan Citra?" jawab seorang wanita di balik telepon
"Ya....... dengan saya sendiri, ini siapa, ya?"
"Kenalin saya Kinit, Pacarnya Roy."
"Roy........ Roy yang mana, nih. Saya nggak kenal dengan Roy."
"Masa kamu nggak kenal dengan dia, dia bilang kamu Pernah pacran dengan dia?"
"Apa, pacaran? Nggak salah dengar saya? Sejak kapan saya pacaran dengan dia!"
"Sewaktu kamu datang ke kota R, dia cerita kok tentang kamu ke saya, bahkan semuanya dia ceritain."
"Terus, apa hubunganny dengan saya."
"Ada dong? Kamu harus jahuin dia? Karena dia udah jadi milik gue."
"Kamu ambil aja tuh dia, gue nggak butuh laki - laki yang tidak punya pendirian seperti dia."
"Kamu jangan berusaha jelek - jelekin dia, yah.... gue nggak akan gampang kenak hasutan lo."
"Sorry gue nggak ngehasut lo, kalo elu nggak percaya, ya. Nggak masalah buat gue, nggak ada untungnya buat gue kali?"
*Is....... siapa sih ini perempuan sok kenal banget sama gue.
Eeetttsss, tunggu - tunggu keknya gue pernah ketemu deh sama ini cewek.
Oh.......... ya, di PT. Andika di kota R itu, gue perna kesana berkunjung dengan Abang gue.
Dia salah satu karyawan di kantor itu.
is, apa an sih, dia itu. sok merasa kecantikan aja. udah mukanya pas - pasan, pendek lagi. Gue aja yang ngelihat dia nggak merasa tertarik, Khilaf kali si Roy bisa suka sama dia*.
"Lo, iri ya, sama gue." ujar kinit dengan percaya diri.
"He....... perempuan sinting, kalo lo mau ambil dia ia sono ambil tuh orang, gue nggak keberatan. Lagian asal lo tau iya gue itu nggak ada hubungannya sama si Roy lo, itu. Negeri nggak lo!"
"Bagus deh, kalo gitu. Gue seneng dengar nya."
KLIK
__ADS_1
Citra langsung memutus panggilan si perempuan jadi - jadian itu.
Gilaaaaaa! Tuh orang.
*Dia nggak tau apa siapa gue.
Main nyerocos aja.
Untuk bersaing dengan dia, aduh nggak perlu kali.
Jijik banget gue, dengar kepercayaan diri dia itu*.
Citra tersulut emosi.
Kinit dengan percaya dirinya meminta Citra agar meninggalkan Roy, punya nyali segudang kali, yah si kinit ini. Dengan lantangnya menyuruh Citra melupakan Roy.
Tanpa kinit menyuruh pun Citra sudah melupakan Roy.
Roy hanya sebatas teman bagi Citra, nggak lebih. Tapi berbeda dengan Roy yang begitu cinta mati ke Citra.
Hadirnya Kinit yang menghubungi Citra, membuat kenangan manis di antara mereka terungkit kembali.
Kabar Roy pun tercium kembali, Roy yang tak lagi bekerja di perusahaan Abangnya. Kini telah pindah ke PT. ANDIKA menjabat sebagai Asisten.
PT. Andika ini bergerak di bidang perkebunan, Pindahnya Roy ke PT. Andika mungkin ingin mencoba suasana baru.
Nggak ingin mengingat - ngingat kembali masa - masa bersama Citra walau singkat. Namun berkesan.
Terdengar kembali handphone Citra berdering, terlihat dari layar ponsel Citra nama Roy.
Pucuk di cinta ulang pun tiba.
Lo, jika ingin buat onar, jngan bawa - bawa gue ya, Roy*.
"Halo........ ada apa, lo nelepon gue?" berondong Citra langsung.
"Maaf........ gue, ganggu lo nggak?"
"Jelas, lo ganggu hidup tenangnya gue!"
"Ya....... maaf, karena gue ganggu kamu."
"Nggak usa bertele - tele, deh. Kamu mau apa nelepon gue, to the poin aja?"
"Gue hanya mau nanyak, si Kinit ada nggak nelepon ke lo, soalnya dia ngambil nomor kamu dari handphone gue."
"Ya, ada. Itu cewek lo kepedean banget tau nggak? Lo kasih tau iya, ke cewek lo itu, gue nggak ada hubungan apa - apa sama lo. Jangan sok ngelabrak dia itu, salah orang, tau.?"
"Maaf, tapi gue nggak cinta sama dia. Cinta gue hanya sama kamu, gue hanya nggak ingin kamu salah paham."
"Gue, cukup paham sama lo, tapi cewek yang deket sama lo yang nggak paham. Kamu ngerti kan? Dan satu hal yang harus kamu ingat, gue nggak ada perasaan sama lo, elu itu gue anggap sebagai teman nggak lebih Roy."
"Tapi, kamu adalah mantan terindah gue, Cit."
"Itu, bagi lo. bukan bagi gue?"
"Gue tau, gue nggak berharga bagi lo. Tapi lo sangat berarti bagi gue."
__ADS_1
"Terus, gue merasa bersalah gitu. Lo harus ingat Roy seberapa fatalnya kesalahan elu, ke, gue. Lo jalanin aja deh kehidupan elu, dan jangan ingat - ingat gue lagi."
"Gue tau, gue salah. Tapi perasaan gue nggak bisa di bohongin Cit."
"Itu, urusan lo Roy, gue hanya ingin lo ngelupain semua kenangan itu, dan jangan ingat gue lagi." ujar Citra dengan tulus
"Gue tau, gue salah ke, elu."
"Udah, lupain semua itu, anggap semuanya telah berlalu."
"Gue akan belajar, Cit. Namun jangan salahkan gue jika memang ngelupain elu, butuh waktu yang banyak Cit."
"Ya........ semoga lo, berhasil deh."
"Terimakasih.......... buat, semuanya?"
"Nggak usah, makasih Roy. Gue udah lupain semua itu, dan gue udah ngemaafin lo, kok."
"Lo, adalah wanita yang baik, maaf sekali lagi gue ucapin."
"Udah, ya. Gue nggak ingin, ingat- ingat itu lagi."
"Ma-aaf."
KLIK
*Nggak ada yang lain lagi apa, mau di bahas.
Itu - itu lagi.
males banget gue.
mulai dia merangkai - rangkai kata manis lagi.
iiiis...... males gue lihatnya*.
Hanya kata Maaf, seribu penyesalan menyelimuti Roy. Namun kata maaf nggak akan mengubah seorang Citra.
Roy yang udah nggak ada kabar, tiba - tiba muncul.
Yang mengejutkan Citra, hadirnya seorang perempuan yang bernama Kinit. Membuat bumbu - bumbu baru dalam perbincangan yang sempat panas.
Dengan tingkat kepedean Kinit, yang belum tau siapa Citra itu sebenarnya. Sudah berani ngelunjak.
Citra nggak ingin mengambil pusing soal si Kinit, yang Citra pikirkan adalah. Hadirnya si Kinit akan membuat celah baru buat Roy. Untuk menghubungi Citra lagi.
Citra mengira kisahnya dengan Roy telah tutup buku, namun tidak juga.
Ingin menutup dan melupakan kisah itu, namun hadirnya Roy dengan mendadak membuat Citra kembali mengingat - ngingat semua tentang kisa lalu.
*R**unyemnya hidup ini, nggak ada habis - habisnya.
Tuhan.
Jauhkan lah si Roy sialan ini dari hidup gue.
__ADS_1
Pusing gue mikirin dia*.