
Sisi lain dari diri Citra yang tidak di ketahui banyak orang bahkan orang tuanya sekali pun.
Dia yang Melanjutkan sekolahnya di Eropa, hanya untuk menyelesaikan hobby nya dengan sastra.
Citra wanita cantik, baik, unik, menarik, dan penuh prestasi.
namun citra menutupi semua prestasi yang di miliki dari ke Dua orang Tua nya.
tidak heran di usia muda Citra telah memiliki banyak uang, di bandingkan dengan Abangnya sendiri.
Mungkin Harta yang di miliki Abangnya tidak sebanding dengan apa yang di miliki oleh Citra, yang tidak di ketahui oleh keluarganya.
Selama Tinggal di Eropa Citra banyak mengikuti berbagai kompetisi di kota itu.
bahkan sampai ke tingkat internasional, di bidang melukis.
sehingga Citra di juluki gadis si raja Lukis.
tidak heran, di setiap kompetisi pasti karya terbaik milik Citra akan menduduki juara ter atas, belum ada yang bisa menandingi ke ahlianya si raja lukis ini.
bahkan lukisan ya berhasil di lelang dengan puluhan triliun dolar.
silahkan kamu hitung di setiap lukisan ya yang berhasil di jual dengan harga yang mahal. seberapa banyak harta kekayaan Citra.
Bahkan hasil dari penjualan lukisan tersebut, di manfaatkan oleh Citra dengan membangun galeri Lukisan di negara Eropa, bukan hanya satu bahkan galeri itu telah beranak cabang menjadi Tiga.
Citra merekrut semua anak - anak jalanan yang memiliki hobby sastra,
mengajari mereka cara - cara melukis dengan sangat indah. terampil dan disiplin.
Citra bisa di bilang guru yang sangat kejam pada murid nya, tapi bukan berarti dia tidak sayang pada mereka. bukan berarti mereka tidak di anggap keluarga oleh citra.
Citra adalah wanita yang berambisi Tinggi, sebenarnya dia tidak ingin menerima tawaran Papanya untuk memimpin perusahaan.
tapi janji adalah janji, citra tidak bisa menolak Papanya yang sudah berusaha merelakan puti semata wayangnya untuk menuntun mimpinya.
Tapi Papa nya tidak mengetahui bahwa Citra saat mengambil Kuliah di Eropa dengan jurusan Sastra, dia juga mengambil kuliah bagian bisnis. dalam waktu yang sama dan tahun yang sama.
setahu Papanya Citra hanya kuliah sastra. tapi citra kuliah dengan 2 jurusan.
Di saat Citra wisuda dia sengaja tidak memberi Tahu papanya, agar sang Papa tidak mengetahui semua yang dia lakukan.
Menutupi dengan Rapat - rapat, semua prestasi yang dia raih selama di Eropa.
Bisnis yang dia tekuni makin ada kemajuan. bahkan lukisan, lukisan yang mereka buat. banyak pembelinya bukan hanya di era Eropa saja bahkan ke negara - negara lain.
banyak yang datang berkunjung ke galeri mereka. bahkan ada yang ingin bertemu langsung dengan pemilik galeri ini.
Namun orang kepercayaan Citra hanya memberi Tahu bahwa pemilik galeri mereka, tidak berada di negara ini.
Banyak orang yang ingin bertemu langsung dengan dia, bahkan pengusaha ternama juga ingin mengundang Citra untuk makan malam.
Bahkan semuanya haya hayalan buat mereka.
tidak semuda yang mereka bayangkan, hanya untuk bertemu pelukis ternama di negara ini.
Sampai rambut memutih bahkan kulit mu berkeriput pun, jika Bos nya bilang tidak bisa iya tidak bisa.
siapa pun itu, tidak bisa membayar waktunya dengan uang.
__ADS_1
Wanita yang sangat luar biasa, tidak menyukai uang dengan membayar waktunya saja.
bukan hanya Hobby melukis, citra juga hobby fotografer, mendaki gunung bahkan berselancar.
wanita ini memilki hobby menguras tenaga, bahkan nyawa sekaliian.
******
Disaat Citra pergi ke negara Jepang, dia melihat ada seorang gadis remaja, duduk di pinggir jalan menangis sambil memeluk kedua kakinya dengan erat.
saya melihat bahwa wanita ini sangat terluka, bukan tubuhnya yang terluka tapi hatinya.
berlahan saya mendekatinya dengan penuh hati - hati.
" Hai, kamu sedang apa tengah malam begini berkeliaran dengan sendiri." citra bicara dengan bahasa negara itu
dia hanya diam, masih menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
" Baiklah, kamu jangan takut kepada saya, saya tidak akan menyakiti kamu."
citra berusaha meyakinkan gadis itu. namun gadis itu masih juga engan berbicara.
hanya diam membisu, terdengar sesekali sesugukan, akibat kelelahan menangis.
" Jangan menangis, kamu tidak sendirian ada saya di sini, kamu bisa cerita ke saya. kenapa kamu berada di sini." citra dengan hati - hati mengelus kepala gadis itu dengan lembut penuh sayang.
perlahan gadis itu tenang, dia mengangkat wajahnya yang sembap, kedua kelopak matanya yang terlihat sangat bengkak, wajah nya yang begitu pucat. sepertinya dia tidak makan hari ini.
" Jngan takut saya orang baik, saya hanya ingin menolong anda, kebetulan saya mau ke Hotel tempat saya menginap. kenapa kamu berada di sini, apa kamu sedang berada dalam maslah." Berusaha menebak dari raut wajah wanita itu
" Saya di usir dengan ibu tiri saya." balsnya dengan masih terisak, tak kuasa mengingat semua perlakuan ibu tiri nya.
" Dia mengusirku dari rumahnya, dan aku hanya anak panti asuhan yang mereka adopsi hanya untuk sebagai pancingan saja, setelah mereka memiliki anak, saya di perlakukan sebagai pembantu di rumahnya, bahkan makn pun saya tidak di kasih jika pekerjaan ku belum selesai."
masih dengan air mata yang terua mengalir membasahi pipinya, dengan mata sembapnya
saya yang mendengar penjelasan yang begitu panjang lebar, dpat merasakan betapa sakitnya kehidupan gadis ini. saya sampai terharu dan meneteskan air mata, tidak tega melihat dia menderita.
" Apakah kamu mau ikut dengan saya ke Hotel, saya akan memberimu makan, dan saya akan mengobati mu, sepertinya kamu kurang sehat."
berusaha untuk meyakinkan gadis ini.
dia hanya menganguk tandanya dia menyetujui ajakan saya. dengan penuh hati - hati, saya menolongnya untuk bangkit berdiri, membawanya masuk menuju taxi yang saya naiki tadi.
sesampainya di Hotel saya menyuruhnya untuk membersikan tubuhnya yang terlihat kotor.
dia bergegas menuju kamar mandi, saya memberikan sepasang baju milik saya agar dia pakai, karena gadis ini tidak membawa satu barang pun terkecuali pakaian yang dia pakai.
tidak lupa aku memesan makanan, untuk dua orang, karena aku juga belum makan malam.
setelah dia keluar dari kamar mandi, saya melihat dia sudah segar namun masih sedih, kami bergantian untuk mandi.
selsai saya mandi makanan yang sudah saya pesan akhirnya datang, kami pun makan bersama dengan penuh keheningan
tidak ada yang berusaha untuk membuka obrolan, seperti merasa cangung.
setelah selesai makan Citra memberanikan diri untuk bertanya lagi.
akhirnya yng di tanya sudah mulai bisa di aja bicara.
__ADS_1
gadis yang manis, bernama Devita sari. sebenarnya dia dari indonesia.
kedua orangtua angkatnya mengasuhnya, dan membawa dia pergi dari kotanya ke negara ini. sampai dia berusia 20 Tahun.
pendidikan terakhirnya SMA, namun dia memiliki hobby yang menarik.
panjang lebar dia menceritakan semua kisah, kehidupan yang begitu menyakitkan, sedih dan sangat sulit buat dia untuk bertahan hidup. bahkan sekolah pun dia harus bekerja banting tulang buat bayar biaya uang sekolah.
Saya sangat terharu mendengar semua ceritanya, begitu kuat gadis ini untuk bertahan hidup.
Tuhan sngat mengasihi dia, bahkan sampai saat ini. sampai dia lulus SMA.
Dengan sepenuh hati saya menawarkan pekerjaan di galeri milik saya.
" Apakah kamu ingin bekerja?"
" Iya kakak saya sangat ingin bekerja, jika saya tidak bekerja bagaimana saya bisa bertahan hidup."
" Bagus, kamu mau bekerja di galeri milik saya, tapi tidak di negara ini, mengingat hobby dan cita - cita kamu itu sangat cocok buat kamu ada di sana."
" Apakah itu semua benar?"
" Iya, jika kamu mau, kita besok akan pergi ke sana, kebetulan saya hanya berlibur di negara kamu, saya tinggal di sana dengan melanjutkan kuliah di sana."
" Baiklah kakak saya percaya kepada mu."
akhirnya saya melihat gadis manis itu tersenyum
*******
Iya dialah Devi gadis manis yang ku temukan di Negara Jepang, sedang menangis meratapi nasibnya.
sekarang dia bukan lah gadis cengeng itu, bahkan dia sekarang seorang seniman terhandal, di galeri milik Citra.
Dia telah mengikut berbagai macam ujian, bahkan dengan kesabarannya dia berhasil lulus dari ujian itu.
kini Devi telah menjadi orang kepercayaan Citra, tangan kanan Citra.
Apa pun yang terjadi dengan galerinya, Devi akan segera melaporkannya dengan cepat.
jika ada pertemuan mendadak, bahkan omset semakin naik. atau stok lukisan yang semakin berkurang, Citra akan segera datang dan memberi tahu kepada seluruh karyawan nya.
kini Citra miliki jumlah karyawan kurang lebih 150 orang.
sikap Manis dan disiplin dari Citra membuat Devi kagum kepada bosnya itu.
Kagum dengan semua prestasi yang dia miliki di usia muda ini. bahkan takdir begitu sejalan dengan dirinya.
dia Gadis yang terlahir dengan sendok emas, takdir yang begitu sejalan dengan kehidupannya. bahkan dia adalah gadis yang sangat baik hati.
Devi sangat beruntuk si temukan orang yang tepat pada saat itu, kini dia sudah mulai kuliah dan memperdalam dunia sastra nya.
kekaguman Devi terhadap Bosnya itu, adalah motivasi terbesarnya untuk bisa bangkit dari keterpurukannya selama ini.
kisah dia di masa lalu kini telah di buat menjadi rangkaian lukisan yang begitu indah, bahkan menarik semua mata memandang, namun sayang Devi memberikan lukisan itu untuk orang yang begitu berjasa kepada hidupnya.
dia adalh Citra, gadis yang hebat yang si juluki ai raja Lukis itu.
Namun citra tidak menjualnya, dia memajang di depan, agar di saat para tamu masuk langsung melihat lukisan itu, terpajang di dalam Museum milik galeri tersebut.
__ADS_1