Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
16. Mencari Tahu


__ADS_3

Awalnya nyaman, Pertemuan yang singkat bersama Roy, Citra merasa nyaman berada di dekat Roy.


Bahkan disaat mereka bercerita satu dengan yang lain, terasa nyambung.


begitu juga dengan Tagor, pria yang baik, sangat periang.


saat bersama dia terasa waktu itu berjalan begitu cepat, hari - hari saya lalui dengan begitu ceria.


Tapi ada hal yang berbeda dari kedua pria ini yang sedang berada dekat dengan saya.


Roy yang saya belum ketahui darimana asal keberadaan dirinya, bahkan keluarganya pun say belum tahu.


Begitu juga Dengan Tagor, Pria remaja yang saya tolong satu Tahun yang lalu, bahkan saya belum mengetahui jati diri nya.


banyak hal yang perlu saya pertimbangkan, saya harus menyelidiki mereka terlebih dahulu, sebelum perkenalan ini sampai tahap lebih dalam.


dalam kebingungan Citra memijat pelipisnya, memikirkan siapa yang terlebih dahulu iya cari tahu.


Citra mengambil benda pipi yang berbentuk segi empat itu, mencari - cari nama di kontak teleponnya, setelah menemukannya dia segera menekan nomor tersebut.


terdengar suara berdering di seberang sana, menandakan panggilan sedang terhubung.


tidak menunggu waktu lama panggilan telepon terjawab.


" Hallo, Bos."


suara laki- laki terdengar begitu lembut namun tegas.


" Hallo Ted, saya ada tugas buat Kamu untuk menyelidiki keluarga Roy dengan Tagor."


Citra membalas sapaan pria di balik panggilan tersebut. dengan nada tegas.


bahkan memerintahkan sebuah tugas penting.


" Baik Bos, saya akan menyelidiki keluarga tersebut."


" Baik, nanti saya kirim data - data tentang mereka ke kamu, dan satu hal yang harus kamu ingat, jangan sampai ada yang tahu, kamu harus kerjakan secepatnya."


" Siap Bos, akan saya laksanakan."


Panggilan langsung di akhiri oleh citra, merasa sudah cukup membahas tentang penyelidikan mereka.


*********


Sedangkan di kota R, Roy sedang tergesa-gesa berjalan di koridor kantornya.

__ADS_1


setelah dia sampai, masuk ke dalam lif, terdengar benda pintar yang selalu Roy bawa kemana pun itu berdering.


Roy mengambil beda bersegi empat itu dari saku celana bahannya.


melihat ponselnya dengan sebentar, langsung menggeser tombol berwarna hijau itu, menerima panggilan itu.


" Hallo, pak ada apa, apakah ada Brita bagus."


Sapa Roy dengan memberikan pertanyaan yang langsung menodong si penelpon.


" Ada Pak, Akhir - akhir ini Ibu Citra sedang berdekatan dengan sorang pria remaja, bahkan dia masih kuliah di Universitas ternama di kota ini, dan satu hal yang harus Bapak tahu, pria itu adalah seorang anak dari rekan bisnis Papa anda Bos."


Pria itu menjawab Roy dengan memberi informasi penting.


Roy yang mengerti daru ucapan Pria itu, langsung mematikan telepon genggamnya


' Ternyata kamu sedang dekat dengan bocah tengil itu Citra, bahkan sampai kamu mengabaikan saya, seberapa istimewanya kah dirinya buat kamu, sehingga kamu melupakan saya, bahkan saya ini pacar kamu.' desah nya dalam hati.


Roy gelisah, Raut wajah nya berubah seketika menerima laporan dari anak buahnya. sampai lif terbuka Roy tidak menyadarinya, akibat menghayal.


entah apa yang sedang dia pikirkan, hanya Roy lah yang tahu.


sesampainya Roy di ruangan karena nya, dia hanya duduk diam dan tidak mengerjakan pekerjaannya, pikirannya masih tertuju pada kejadian barusan.


*********


sedangkan di kota lain Citra baru selsai mengirim berkas - berkas kepada Tedy orang suruh nya, untuk menyelidiki teman Pria yang sedang dekat dengan dia.


bahkan tidak ada yang tahu tentang hal penyelidikan ini, hanya saya sendiri yang mengetahuinya.


berjaga - jaga, siapa tahu teman pria yang sedang dekat dengan dia sedang merencanakan sesuatu kepada bisnis Papanya.


Citra sangat mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi.


Bisnis orang tuanya yang di bangun hasil usaha sanga Papa dan Mamanya, bahkan mengorbankan banyak hal, Papa haru melawan kehendak Kakek yang meminta Papa untuk melanjutkan Bisnis Kakek yang berada di London, Bahkan Papa menolak kerasa permintaan kakek karena tidak ingin meninggalkan sang Mama.


Papa begitu sangat mencintai Mama, berada jauh di sisi Mama itu, papa bagaikan punggung merindukan rembulan, hehehe.


itulah papa ku, Pria yang romantis penuh dengan cinta.


Di saat Mama melahirkan Bang Herman, papa begitu bahagia, merasa ada penerus di perusahaan yang mereka bangun dengan mati - matian.


sehingga mereka mengajarkan Bang Herman dengan didikan yang keras, bahkan di usianya yang masih terbilang kecil, audah harus menahan diri untuk tidak bermain main dengan temannya, karena belajar dan belajar itulah menjadi tugas sang Kakak tertua ku.


Usia ku terpaut tidak jauh dari Bang Herman, hanya berjarak Lima Tahun.

__ADS_1


di saat saya terlahir ke dunia ini, Papa berpesan ke Mama.


" Ma, Papa sangat bahagia, Terimakasih kmu telah memberikan Papa sepasang Anak."


Mama hanya tersenyum haru melihat kebahagiaan Papa.


" Aku rasa kita sudah cukup Ma, mempunya satu putra yang Tampan, satu putri yang cantik, aku yakin kedepannya mereka adalah kebanggaan Papa."


dengan begitu percayanya Papa kepada kedua Anak nya akan menjadi kebanggaannya.


itulah orang Tua, begitu percaya akan didikan nya. bahkan mereka sangat begitu peka dengan perasaan kedua Anak nya.


Citra yang mengingat cerita sanga Mama, di saat kepulangannya dari Eropa.


Saya sangat bersyukur dilahirkan ke dunia ini dengan penuh kasih sayang, bahkan Papa dan Mama tidak pernah melarang apa yang ku mau.


Hanya saja aku terjebak dengan janji ku dulu, di saat Bang Herman tidak bisa memimpin perusahaan Papa, karena telah memiliki perusahaan sendiri bersama kakak ipar.


Mau tidak mau, dengan berat hati aku menerima tawaran Papa, untuk memimpin perusahaan di saat kepulangan ku dari Eropa.


tapi saya begitu menikmati pekerjaan ini, pekerjaan yang sejalan dengan keinginanku.


Bahkan bisnis yang telah ku bangun di Eropa berjalan dengan lancar, omset tiap bulanya semakin meningkat.


karya - karya mereka semakin di kenal luas berbagai negara, tetapi dengan begitu rapa saya menutupi keberadaan saya di negara ini.


saya tidak ingin ada yang mengetahui siapa jati diri saya sebenarnya, karena saya telah mengetahui apa konsekuensi jika jati diri saya terbongkar.


banyak orang yang sedang mencari saya, bahkan menginginkan saya dengan harga yang begitu mahal.


Citra terlahir dengan begitu jenius, berbeda dengan sang kakak laki - lakinya.


mungkin Citra bisa di bilang seperti sang Kakek, Pria tua itu begitu jenius, hingga beliau adalah pemilik perusahaan terbesar di negara London, Citra sangat mengetahui itu.


bahkan Lukisannya di beli sang Kakek beberapa Tahun yang lalu, dengan harga yang begitu mahal.


jika dia telah menginginkan itu, maka dia tidak akan berpikir dua kali untuk memilikinya, seberapa mahal pun itu, dia pasti akan mendapatkannya.


Sedari kecil Mama dan Papanya telah melihat kepintaran citra bahkan, hal yang tak terduga bisa dia lakukan, seperti menyelesaikan tugas sekolah kakak laki - lakinya, pada saat itu masih sekolah menengah pertama ( SMP ) citra telah mampu untuk menyelesaikannya.


itulah sebabnya Citra sangat berhati - hati memili teman Prianya.


dia harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum pertemanannya di jalin dengan hubungan yang panjang.


tidak ingin kedepannya saling menyakiti, bahkan saling mengorbankan.

__ADS_1


__ADS_2