Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
11. Iman Yang Berbeda Amin Yang Sama


__ADS_3

Sepulangnya Citra beribadah, menuju parkiran di mana mobilnya di parkir kan. tidak sengaja citra bertemu seorang pria yang begitu tidak asing wajahnya.


lama Citra mematung, mengingat dimana dia pernah bertemu pria itu.


kembali memutar 180 derajat ingatannya tentang pria itu.


yang di ingat malah ikut menatap Citra dengan penuh tatapan mata begitu serius, seakan ingin menerkam.


berlahan pria itu berjalan mendekati Citra yang sedang mematung berusaha mengingat siapa pria itu.


" Hai, Mbak kita bertemu lagi rupanya."


" Hai, kamu siapa iya." balas citra dengan penuh tanda tanya.


" Maaf ternyata Mbak telah melupakan saya."


" Maaf saya memang tidak mengingat nama kamu, dan pernah ketemu di mana juga saya lupa."


" Baiklah, saya Pria yang Satu Tahun yang lalu kecelakaan di kota ini, dan ada seorang wanita yang cantik dan baik hati, dengan menolong saya membawa saya ke rumah sakit. bahkan wanita itu membiayai semua pengobatan saya."


Dari penjelasan Pria itu, sepersekian detik citra mengingat nama Pria yang pernah iya tolong.


Pada saat Citra melakukan lembur di kantornya,


Citra pulang telah larut malam, tepat pukul satu pagi dini hari, melintas di jalanan yang begitu sepi tidak ada begitu satu pun pengendara yang lewat.


akibat melakukan aktifitas seharian mungkin penduduk kota ini enggan untuk keluar rumah, jam sudah terlalu dini hari, para penduduk pun enak - enak nya molor.


Citra melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang, melintasi jalan A.Yamin di kotanya, terlihat dari jarak sepuluh meter ada sebuah motor Kawasaki Ninja yang terjatuh di pinggir tepat di bagian pembatas jalan.


Citra langsung memberhentikan mobilnya tepat di dekat motor Kawasaki Ninja itu, melihat apakah ada orang di sana.


benar ada seorang Pria yang terjepit motor besarnya, kepalanya yang terbentur keras ke pembatas jalan, bahkan luka di sekujur tubuhnya begitu banyak.


banyak bekas luka, mungkin Pria itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan hilang kendali.


itu hanya asumsi Citra saja, setelah melihat keadaan Pria itu.


Berusaha dengan sekuat tenaga, citra menyingkirkan motor besar itu dari tubuh pria yang tidak berdaya itu.


dengan berlahan Citra memeriksa apakah pria itu masih bernapas, setelah meletakan jemarinya di Nadi pria itu, ternyata masih berdetak. dengan cepat citra membuka pintu mobil nya. memapah Pria itu masuk ke mobil citra.


membawa pria itu ke rumah sakit terdekat, kebetulan Citra tahu ada rumah sakit terdekat di daerah jalan ini.


tidak menunggu waktu lama, pria itu telah di dorong masuk ke ruang UGD, setelah Pria itu di tangani. citra mengurus semua administrasi nya. bahkan Citra harus mengambil tindakan yang cepat.


kerena dokter menyarankan agar Pria ini dilakukan tindakan operasi pada Kepalanya, lihat kecelakaan itu, ada gumpalan darah yang membeku tepat di sebelah otak kanan pria itu.


Saya tidak ingin mengambil Resiko besar, jika pria itu tidak bisa bertahan hidup setelah operasi di lakukan, bahkan keluarganya saja saya tidak tahu.


bingung harus bertindak bagaimana, di dalam sana ada satu nyawa yang harus di selamatkan dengan cepat.


jika tidak di tandatangan berlahan nyawa pria itu akan melayang.


mau tidak mau dengan berat hati aku menandatangani surat perjanjian itu.


Pria itu langsung di bawa ke ruang operasi.


lampu ruangan itu menyala, tandanya operasi sedang berlangsung.

__ADS_1


jam sudah menuju angka Tiga dini hari, citra belum juga pulang, masih bertahan di rumah sakit menunggu selesai operasi pria yang baru saja dia tolong.


Tepat pukul Empat pagi dini hati, lampu ruangan operasi mati, tanda operasi telah selesai, citra yang melihat pintu ruangan itu akan terbuka langsung saja berdiri.


melihat dokter yang menangani pria itu keluar, dengan wajah yang begitu lelah.


" Dok gimana dengan operasinya apakah berjalan dengan lancar dok." Citra bertanya


dengan penuh harapan.


" Untung saja Ibu langsung bertindak, jika tidak nyawanya akan melayang, dan Tuhan masih mengasihi Pria itu." Dokter tersebut memasang senyuman


" Terimakasih Dokter, berapa lama lagi kemungkinan dia akan sadar dok."


" kemungkinan Lima sampai Enam jam."


" Baiklah Dok kalau begitu."


" kalau boleh tahu kamu siapanya pria itu, di mana Orang Tua nya."


" Saya bukan siapa- siapa pria itu dok, saya hanya menolong beliau, saya melihat beliau telah terbaring dengan sekujur tubuhnya di penuhi dengan luka dok. saya kasihan jadi saya tolongin saja dok."


" Kamu gadis yang baik, bukan hanya menolong kamu telah menyelamatkan nyawa orang loh nak." puji dokter itu dengan kagum


masih ada ternyata seorang gadis yang cantik, baik dan suka menolong orang.


setelah pria itu di pindahkan ke ruang rawat inap, baru citra meninggalkan rumah sakit itu.


bukan hanya itu saja, citra membayar semua pengobatan Pria itu sampai sebuah, jika orang tua pria itu tidak datang ke rumah sakit ini.


Citra menyerahkan ponsel Pria itu agar pihak rumah sakit menghubungi sanak saudara pria itu. baru citra pergi meninggalkan rumah sakit.


perlahan Citra masuk ke rumah terlihat sepi, Mama dan Papa ternyata masih tidur. hanya Bibi yang terbangun akibat saya telpon agar membuka pintu rumah.


" Kok Sepagi ini Non pulangnya." sapa wanita paruh bayah itu.


" Iya Bi, tadi baru habis nolongin orang kecelakaan Bi." jawab Citra


" Pantesan baju Non kotor semua. banyak bercak darahnya non. saya kira Non kenapa - napa Tadi."


" Lukanya terlalu parah Bi, sampai baju saya pun kotor semua jadinya, iya udah dulu iya bi, citra mau ke kamar, mau mandi udah gerah soalnya Bi."


" Baik Non."


sampai di lantai Dua rumah ini, citra menuju pintu kamarnya dan membukanya.


Ceklek.


citra masuk dan meletakan tas kerjanya ke tempat tidur, menuju lemari, membukanya mengambil handuk yang tergantung di dalam lemari itu, langsung membuka pintu kamar mandi.


tidak menunggu waktu lama, setengah jam sudah menyelesaikan mandinya, citra keluar dengan wajah yang segar.


Namum menahan ngantuk nya, akibat menolong orang citra belum beristirahat sedikit pun, jika dia tidur sudah tanggung, sudah jam enam pagi. nanti bisa kebablasan jadi gak pergi ke kantor.


*******


Citra telah mengingat Pria itu, Pria yang sempat iya tolong waktu dulu.


setelah dia meninggalkan Rumah sakit itu, citra tidak pernah lagi datang berkunjung ke sana, walau sekali saja.

__ADS_1


tapi sebelum citra pergi citra sempat melihat nama Pria itu di Kartu penduduk miliknya ( KTP )


Tertulis kan namanya. Tagor Sucipto.


" Kamu Tagor Sucipto kan." sapa cita dengan hati - hati


takut salah orang, jika dia bukan orang itu bisa malu kan jadinya.


" Iya Mbak, saya Tagor, panggil saja Tagor Mbak."


" Ok, ada apa kamu datang ke sini, bukan agama kamu berbeda dengan saya."


" Benar Mbak, saya kesini hanya lewat saja tidak sengaja saya melihat Mbaknya."


" Terus, kamu tahu saya dari siapa? "


" Saya tahu Mbak dari pihak rumah sakit, di saat Mbak nolong saya, Mbaknya ninggalin data diri Mbak di resepsionis, bahkan, pihak Rumah sakit ngambil foto Mbak, buat nunjukin ke orang tua saya jika Mbak yang nolong saya, dan membayarin semua pengobatan saya."


Citra hanya mangut - mangut tandanya mengerti dengan penjelasan Pria itu.


" Saya sudah lama mencari - cari Mbak, saya mau bilang Terimakasih banyak atas bantuan ya, jika Mbak tidak bawa saya tepat waktu pada saat itu, mungkin saya tidak berdiri lagi di hadapan Mbak."


" Sama - sama, itu sudah kewajiban sesama. manusia Tagor."


" Nggak menyangka Mbak ternyata orang nya baik, gak salah dokter itu bilang ke saya."


" Emang Dokternya ngomong apa?"


" Dia bilang ke saya Mbak, kamu beruntung di tolongin wanita cantik, baik dan sopan, bahkan dokter itu mengagumi Mbak."


" hahahaha." balas citra dengan tertawa cekikikan menunjukan giginya yang lagipih bersih dan putih.


" Tanda terimakasih ku ke Mbak, bolekah saya mentraktir Mbak buat makan siang hari ini."


Tagor memasang Ekspresi wajah yang jenuh memelas, sehingga citra kasihan, engan untuk menolak ajakn Pria itu.


" Baiklah, kamu ke sini naik apa?"


" Saya Naik Motor Mbak."


" Baiklah, kamu bisa bawa mobil, jika kamu bisa kita pergi bersama saja, motor kamu titipin di. sini saja."


Tanpa banyak penolakan Tagor cepat meng iyakan.


sesampainya di restoran, pelayan restoran datang menemui kami dan menyapa.


" Mau makan berapa orang Mbak, Mas"


" Dua orang" jawab Tagor.


" Baik silahkan Mbak dan Mas, duduk di kursi yang khusus untuk Dua orang di ujung sana iya Mas."


Pelayan Pria itu menunjukan Ruangan yang begitu indah, suasana yang sejuk banyak bunga dan lukisan terpajang di sana.


unik Dua orang yang memiliki iman yang berbeda tapi dengan amin yang sama.


semua mata memandang, sekan sedang menyaksikas sepasang ke kasih sedang bersujut kepada Tuhannya masing - masing


aku suka tempat ini, rapih bersih dan indah.

__ADS_1


pesanan makanan kmi pun datang, tidak menggu lama, sebelum menyantap makan ini Citra mengajak Tagor buat berdoa terlebih dulu.


__ADS_2