
kecurigaan citra memang benar, Roy bukan lah orang sembarangan.
Ternyata Roy bukanlah terlahir dari keluarga sembarangan, bahkan bisa di bilang Roy bisa hidup mewah.
Tapi kenapa Roy harus rela bekerja sebagai asisten pribadi kakak nya.
Apa yang sedang Roy lakukan. apa tujuan Roy, apakah buat menghancurkan bisnis Herman.
Laporan yang di berikan Tedy barusan, membuat Citra mengerutkan keningnya. memeriksa setiap berkas laporan yang di bawa Tedy dengan lebih telitih.
' Roy apa yang sedang kamu inginkan, apa kamu di suruh papa kamu buat menghancurkan bisnis Abang ku, aku tidak menyangka jika itu terjadi.' lirih citra dalam hati.
Papa Roy adalah pesaing bisnis terbesar papa Citra.
usaha Papa Citra bisa di bilang maju, bahkan di saat citra masuk sebagai Eksekutif Direktur bisa di bilang setiap tender mereka pasti menang untuk kerja sama.
Citra bahkan perna bertemu dengan Papa Roy, di salah satu Projek terbesar di kota ini.
Tapi sayang Pada saat itu perusahaan Citra memenangkan Projek itu.
Terlihat di wajah Ketidak sukaan di waja papa Roy pada saat itu.
Citra tahu betul Pria paruh baya itu, sangat ambisius untuk mengalahkan bisnis papanya.
Tapi sayang keberuntungan masih berpihak kepada Papanya saat ini.
Mungkin Papa Roy tidak pernah mengetahui jika Citra telah berada di perusahaan Papanya.
yang mereka tahu putri bungsunya itu masih berada di Eropa menyelesaikan kuliah nya.
' Roy Saya tahu kamu siapa, saya bisa melihat ambisius itu ada dalam dirimu, kamu sama seperti papa mu. yang tidak ingin mengakui kekalahannya kepada Papa ku.'
saya semakin curiga dengan kamu Roy, mungkin kah kamu itu ikut bekerja sama dengan Papa mu.
Atau mungkinkah kamu ingin menghancurkan keluarga kami melalui Bang Herman terlebih dahulu.
Citra langsung mengambil benda pintar yang berbentuk segi empat.
Mencari nomor telpon, setelah menemukannya Citra langsung menekan nomor tersebut.
langsung terdengar suara pria yang mengangkat telpon Citra.
" Hallo Ted, kamu punya tugas penting lagi ini.".
" Hallo Bos, tugas apa itu Bos."
" Tolong kamu selidiki keberadaan Roy saat ini, kebetulan dia sedang bekerja di perusahaan Abang saya, apa maksud dan tujuan nya bekerja di sana."
" Baik Bos saya akan selidiki."
__ADS_1
" Baiklah, kamu berangkat sekarang, biar tugas di sini bawahan mu yang mengerjakan."
" siap Bos, saya berangkat sekarang."
" Baik, hati - hati kamu, kamu tahu kan lawan kita bukan orang sembarangan kali ini."
" Siap Bos, saya tahu."
" Ok." balas Citra singkat
langsung memutuskan panggilan telponnya dengan sepihak.
********
Sedangkan di kota R, Roy sedang asik bekerja.
tapi seperti tidak memiliki beban, bahkan Roy nggak seperti akhir - akhir ini, yang suka menganggu Citra lewat video call nya itu.
Bahkan Roy terlihat santai, menikmati pekerjaannya.
hampir Lima hari Roy tidak menghubungi Citra.
Banyak tanda tanya di pikiran Citra, tapi karena citra masih banyak yang harus di selesaikan. enggan untuk menghubungi Roy.
selesai memeriksa jatwal sang Bos, Roy mengambil penda bersegi empat miliknya, yang berada di saku celana kantornya.
setelah menemukan Nama yang ingin di telpon Roy langsung menekan nomr tersebut.
Ttuuuttt
nggak menunggu waktu lama, yang di hubungi langsung mengangkat tlpon Roy.
Hallo Bos." sapa nya dari balik benda pintar itu
" Hallo, bagai mana penyelidikan kamu, tentang Citra apakah kamu telah berhasil menemukannya."
" Hasilnya tetap masih sama Bos, Citra pernah kuliah di Eropa, bahkan dia juga telah menyelesaikan S2 nya di kotanya Bos, sat ini dia bekerja di kantor Papanya bos, tapi saya belum mengetahui jabatan apa yang beliau duduki Bos."
" Apakah kamu sudah cari tahu lebih detail lagi, dan apakah Citra dengan si Tagor itu hanya teman biasa atau lebih lagi."
" Untuk itu Bos, mereka hanya teman biasa, satu tahun yang lalu Citra pernah menyelamatkan remaja itu dari kecelakaan, pemuda itu telah mencari citra begitu lama hanya untuk berterimakasih bos."
" Baiklah, kamu ikuti terus kegiatan Mereka, jangan sampai tertinggal sedikit pun, saya tidak mau kecolongan. jika Tagor macam - macam kamu hancurkan perusahaan Papanya."
" Baik Bos." jawab pria itu di balik panggilan nya.
********
sedangkan di kota lain Citra sedang sibuk di ruang perpustakaan pribadinya.
__ADS_1
dia sedang berpikir keras tindakan apa yang harus dia lakukan untuk Roy.
bahkan dia pun bingung Misteri apa yang telah di sembunyikan Roy rapat - rapat darinya.
kenapa dari awal bertemu citra tidak mencari tahu terlebih dahulu tentang Roy.
kenapa dia bisa selalai itu, terbuai atas tindakan manis dari mulut Roy.
sampai tidak memikirkan untuk menyelidikinya terlebih dahulu.
di saat ke hadiran Tagor di hidupnya, baru Citra berniat menyelidiki teman yang dekat dengan nya, bahkan Roy.
walau tidak mencintai Roy, jika benar Roy mempunyai niat yang salah, citra berhak kecewa dan sakit hati.
bahkan citra pun akan membalas perbuatan Roy, jika dia berani menyakiti keluarga nya.
' Berhati - hatilah kamu Roy, jika saya sudah curiga, maka sampai ke akar - akarnya saya akan tuntaskan. kamu belum mengenal siapa saya, bahkan seluru dunia tahu siapa saya, hanya saya masih menutupi keberadaan saya saat ini.'. pekik citra dalam hatinya.
Citra berusaha mengerakkan seluruh kemampuannya, bahkan seluruh anggota organisasi yang dia pimpin, di beri tugas untuk mencari tahu keluarga Roy. bahkan bisnis beliau.
jika suatu saat serangan itu mereka luncurkan, maka citra dengan cepat menghancurkan usaha bisnis mereka.
*******
sesampainya Tedy di kota R, langsung menghubungi Citra.
" Hallo Ted, ada apa?"
" Hallo Bos, saya mau bertanya nomor berapa Apartemen Bos, saya lupa bos."
" Apartemen saya No 223 tepat di sebelah Apartemen milik Roy, jadi kamu mudah untuk menyelidiki setiap aktifitas dia."
" Baik Bos."
" Satu hal yang harus kamu kerjakan, kamu harus masuk ke dalam Apreteman Roy, tempelkan penyadap suara ketempat setiap Roy kunjungi, baik itu kamar tidurnya, ruang kerjanya bahkan balkon kamarnya. kamu harus melakukan itu semua dengan hati - hati, kmu lihat dulu dia pasang CCTV apa nggak di Apartemennya."
" Siap Bos."
' Roy bersiap - siaplah saya akan tahu siapa kamu sebenarnya, bahkan kamu tidak akan saya kasih bernapas jika kamu bermain - main dengan saya.' pekik citra dala. hati
di ruang perpustakaan pribadinya citra menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dengan kasar, menyeka wajahnya begitu kasar.
Dia tidak menyangka akan terjadi kepada keluarganya musuh di dalam selimut.
sambil mengesr - geser layar ponselnya, Citra sedang mencari - cari sesuatu, tapi tidak menemukannya.
begitu lama berkutat di layar ponselnya, sudah satu jam lamanya.
tapi dia tidak menemukan apapun, bahkan semakin merasa pusing, sesekali dia memijat kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
rasanya masalah yang sedang terjadi membuat citra pusing, bahkan menguras tenaga.