Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
6. Pertengkaran


__ADS_3

Dimana hari yang begitu saya nanti- nantikan setelah melewati begitu banyak rintangan di masa Kuliah, akhirnya saya lulus juga.


berbeda terbalik di kota R. Roy minta izin tidak masuk kerja untuk beberapa hari dengan alasan ada urusan keluarga.


tapi beberapa hari ini Roy tidak menelpon Citra, bahkan mengirim pesan pun tidak.


hati Citra begitu nyaman, akhirnya nggak ada yang menganggu.


Diamnya Roy bukan berarti Roy tidak merindukan Citra, dia melakukan ini ingin membuat kejutan istimewa buat Citra di hari Wisudanya nanti.


Roy telah mempersiapkan berbagai macam kejutan yang ada di kota Citra.


tiba saat nya hari istimewa itu datang, dari jam Enam pagi citra sudah bangun terlebih dahulu.


biasa, sebelum dia berangkat ke gedung tempat Citra wisuda, masih banyak perlengkapan yang haru di selesaikan.


baik itu baju, toga dan lain sebagainya, bahkan citra masih sempatnya memeriksa dokumen yang masuk lewat email nya.


Dasar, wanita karir sekali iya Citra ini, pantesan banyak Pria mengaguminya. udah cantik pintar lagi, bahkan masih muda.


jam menuju pukul Delapq pagi, waktunya mereka berangkat, karna undangannya jam 9 para wisudawan telah hadir dan berkumpul di sana.


perjalanan menuju ke gedung itu tidak begitu jauh dari Rumah Citra, bisah di tempuh dengan perjalanan 20 menit saja.


jalanan pada pagi hari ini tidak begitu macet - macetnya, sehingga tidak menunggu lama mobil yang mereka kendarai sampai juga di gedung ini.


begitu juga dengan Bang Herman turut hadir menyaksikan kebahagiaan adi tercintanya.


Masuk dan duduk di tempat yang sudah di persiapkan, menunggu para petinggi - petinggi kampus datang, acar pun di mulai, kata sambutan demi kata sambutan selesai juga, tiba saat nya memanggil para mahasiswa dan mahasiswi untuk menerima pasca sarjana nya dari para petinggi kampus ini.


acara pun selesai, Papa, Mama dan kakak ku memberikan selamat untuk kelulusan ku.


tiba saatnya yang begitu mengejutkan buat Citra, berdiri laki - laki di hadapanya jarak mereka hanya 5 meter saja, Bang Herman yang heran melihat Citra ikut mencari arah pandang adiknya tersebut. tepat sasaran mereka berdua bersamaan memandang sosok pria yang begitu di kenal oleh Abangnya, Pria yang mengunakan kemeja merah maron, mengengam buket bunga yang begitu indah. berlahan mendekat, melangkahkan kakinya begitu hati - hati.


" Hai, congratulation." sapa nya dengan menyunggingkan senyuman yang lebar. sambil memberikan buket bunga yang besar yang begitu indah.


" Makasih," Jawaban yang singkat


'Tamat lah sudah riwayat ku hari ini, bakalan kena interviu dadakan aku sampai rumah nanti.'


Mama dan Papa saling bertukar pandangan, beda dengan Bang Herman yang hanya diam, menyaksikan yang terjadi di hadapanya.

__ADS_1


Roy Adi pangistu itulah nama lengkap Roy, seorang asisten Pribadi dari sorang CEO Properti di kota R. kini hadir di hadapannya dengan membawa buket bunga yang indah, memberikan ke adik tercintanya.


' Sejak kapan mereka Pacaran, kok saya nggak tahu sama sekali, apa mereka menutupi semuanya ini dari kami.' bicara dalam hati


Citra langsung dengan cepat menarik tangan Toy agar menjauh dari keluarganya.


" Kamu ngapain datang ke sini Roy." Pertanyaan yang bodoh.


Tentu saja Roy datang kesini buat memberikan kejutan, karena orang yang di Cintainya telah lulus sarjana.


" Aku datang kesini buat kasih kejutan lah buat kamu, terus ngapain lagi, buat ngelamar kamu. kalau kamu mau it's ok sayang biar langsung aku lamar aja sekalian." balas Roy dengan menunjukan senyuman yang menampaka gigi - gigi nya yang putih dan rapih.


dengan cepat kilat Citra melayangkan tangan nya ke bahu Roy.


Bugg


" Kamu ini, ngeselin tahu nggak." citra memasang raut wajah kesal


" Beneran sayang, kalau kamu mau saya siap buat ngelamar kamu hari ini juga." Roy masih menantang Citra dengan pertanyaannya.


" Gila apa kamu, kamu kira pernikahan itu main - main apa." citra


" Aku seriusan sayang, siapa bilang pernikahan itu mainan, aku hanya ingin membuat kamu menjadi ratu di rumah kita nanti. kamu mau kan"


" Aku gak apa - apa sayang, cuman kesambet cinta kamu aja."


" Kamu datang ke mari Bang Herman tahu nggak." Citra mengahlikan topik pembicaraan mereka.


" Nggak aku bilang ada urusan keluarga, emang kenapa sayang."


" Habis lah sudah riwayat kamu Roy, kakak ku itu akan marah kepadamu, dia akan memukul mu, karna kamu tidak jujur padanya."


Citra bicara jujur kepada Roy, Herman itu adalah pria yang sangat disiplin, tidak suka di bohongi. apalagi mengenai keluarganya dia sangat berempat sekali dengan keluarga, bahkan bisa di bilang posesif dengan keluarga apa lagi dengan adik nya yang satu ini.


" Kamu yakin Cit, apa kamu sedang menakut - nakutin saya." Roy mulai memasang kecurigaan ke Citra


" Yakin, sangat yakin, dia adalah kakak ku. aku tahu siapa dia, lebih dari kamu tahu siapa kakak ku itu."


" Itu sudah menjadi resiko yang harus saya ambil buat membuktikan betapah tulusnya aku mencintai mu Citra." berusaha kuat namun hatinya was - was.


nggak begitu lama mereka mengobrol berdua, dari belakang mereka telah berjalan kakak nya di ikuti oleh ke dua orang tua nya.

__ADS_1


" Mari kita pulang, apa kalian mau tinggal di sini." sapa nya dengan wajah yang kesal


Citra tahu kakaknya itu sudah marah, klau dia marah siapa pun tidak bisa membantah, bahkan kakak ipar pun terdiam.


sesampainya di rumah kita duduk di ruang tamu, begitu juga dengan Roy yang juga ikut ke rumah dan duduk di kursi single ruang tamu.


beda dengan Bang Herman, dia masih nyaman berdiri mematung.


" Roy, kamu jawab jujur ke saya. ada hubungan apa kamu dengan adik saya." Bang Herman membuka topik pembicaraan.


" Maaf bos. saya sangat menyayangi Citra bos"


jawabany yang membuat sesekian perdetik suara tinjuan itu terdengar, Tanpa di sadari Roy telah bangkit berdiri akibat di tarik Bang Herman secara paksa.


" Kamu tahu bukan saya paling tidak suka dengan kebohongan, dan saya tidak melarang kamu buat pacaran dengan siapa pun terutama adik saya sendiri Roy." dengan sentakan yang kasar Bang Herman melepas cengkramanya di kera leher baju Roy.


Roy hampir terjatuh, jika Roy pada saat itu tidak bersiap - siap dalam posisinya pasti Roy akan terjugkal.


pertengkaran itu pun terjadi, Roy tetaplah bersalah akibat minta izin karena keluarga, tapi malah hadir di wisuda adik bosnya sendiri.


hampir saya Roy di pecat Herman karena ketidak jujurannya itu. tapi dengan cepat citra menjelaskan ke Herman.


apa yang di ucapakan Citra barusan terbukti Herman memukuli Roy tanpa ampun sedikit pun.


Roy pulang ke Hotel tempat dia menginap dengan luka lebam di pipinya.


semua yng telah di persiapkanya, telah gagal kencan pun tidak terjadi. yang hanya di dapa Roy pukulan yang bertubi- tubi.


******


Di dalam kamar Citra merasa bersalah atas hal yang di lakukan sang Kakak ke Roy.


tapi apalah daya, Citra pun tak mampu untuk meredahkan amara kakak nya.


malam ini citra nggak bisa tidur, banyak hal yang sedang dia fikirkan, tentang kondisi Roy saat ini.


ingin menghubunginya takut Roy gak akan mengangkat telponnya.


ingin mengirimkan pesan, kata - kata apa yang cocok buat Roy agar dia tidak tersinggung


citra jadi serbah salah, rasa takut itu menghampirinya begitu saja.

__ADS_1


mengurungkan niatnya untuk tidak menghubungi Roy, membiarkan Roy menenangkan dirinya untuk malam ini.


__ADS_2