
setelah kepergian Tedy ke Kota R, dimana Roy berada.
Sampai saat ini saya belum menerima laporan, hasil pekerjaan yang saya berikan
Citra begitu gelisah, dia berharap semua rencananya tidak di ketahui Roy.
Roy Ady Pangistu adalah anak dari Farhan Pangistu, Roy memiliki satu adi laki - laki yang bernama Ganda Pangistu, cuman itu yang citra masih ketahui.
saat ini Adik Roy telah kuliah di Universitas ternama di kota ini.
berarti Tagor satu kampus dengan Ganda Adik dari Roy.
' Jangan bilang Tagor ada hubungannya dengan keluarga Roy, sepertinya kedua orang Tua mereka bersahabat lah, mungkin saya harus berhati - hati ini dengan ke Dua Pria ini.'
gumam citra dalam hati.
Tiba - tiba benda persegi Empat itu berdering, tanda ada yang menghubungi.
Citra merai ponsel miliknya, mengernyitkan matanya, melihat siapa nama si penelpon, terlihat di layarnya salah satu dari anggita Organisasi yang telah mereka bangun bertahun - tahun.
dengan santai Citra menggeser layar ponsel itu ke tombol hijau, mengangkat benda pintar itu, mendekatkan ke telinganya.
terdengar suara sapaan dari sudut telepon nya.
" Hallo " Sapa citra singkat
" Hallo Bos, ada kabar baik bos."
" Apa yang hendak kamu laporkan kepada saya Sam."
Dia adalah Sam, salah satu tangan kanan saya di organisasi yang kami pimpin.
" Saya mau memberikan informasi mengenai keluarga Roy Adi Pangistu Bos."
" Silahkan hal apa saja yang kamu dapat."
" Semua yang telah bos butuhkan semuanya telah saya Email kan Bos. Bos bisa baca dan pelajari terlebih dahulu, agar langkah apa yang harus kita lakukan untuk keluarga itu."
" Baiklah. saya akan cek terlebih dahulu, nanti saya telepon kamu buat langkah selanjutnya."
" Siap Bos, saya undur diri dulu."
panggilan telepon berakhir, pembicaraan yang begitu singkat namun penuh penting.
Bukan hanya Tedy, bahkan Sam pun turut ikut menyelidiki keluarga Roy.
Citra lah yang menyuruh mereka untuk bekerja, agar semua cepat selesai.
berlahan Citra membuka Email di Laptop miliknya, membaca laporan itu dengan teliti apa yang di kirim Anak buahnya itu.
******"
Farhan Pangistu adalah seorang pengusaha FA Furniture di kota ini.
beliau memiliki Dua orang Anak laki - laki.
Anak sulungnya yang bernama Roy Ady Pangistu, kini telah bekerja di perusahaan Plaza Mebel di kota R, yang di pimpin oleh Herman Bramantyo.
sedangkan anak Bungsunya yang bernama Ganda Pangistu kini masih kuliah di Universitas ternama di kota ini.
Tujuan Roy bekerja di perusahaan Herman hanya untuk Balas dendam sanga Ayah.
Citra yang membaca laporan itu kini telah tersulut emosi, dia meremas tangan ya begitu kuat.
__ADS_1
Dulu mereka pernah berteman dekat, ada satu hal yang membuat mereka berpisah, bahkan tidak pernah bertemu lagi.
semua itu karena kerja sama dengan klien.
Pada saat itu perusahaan Farhan dan perusahaan Bramantyo. mendapat kan tawaran sebuah projek pembangunan Apartemen, bukan hanya mendirikan saja bahkan harus men desain seluruh bangunan tersebut.
karena perusahan Farhan hanya di bidang Furniture, farhan tau betul dia tidak akan mampu untuk memenangkan projek itu, tapi dia juga tidak ingin Bramantyo memenangkannya.
mulanya persaingan itu terlihat sehat, namun pada akhirnya timbul lah kecurangan.
sehingga perusahaan Farhan tidak berhasil memenangkan Projek itu, bahkan perusahaan Bramantyo yang mendapatkannya.
Di saat itulah Ayah Roy menaruh kebencian, bahkan menghasut sang Anak untuk membalas dendam atas kekalahannya di masa lalu.
sungguh Ayah yang Bodoh bukan. hehehehe
ternyata bukan hanya itu saja, keberhasilan yang di miliki Bramantyo dari tahun ke tahun begitu melesat.
menambah kebencian di hati Farhan.
Aduh Farhan, farhan sing orang tak tahu bersyukur iki. 😀😀😀
Roy termakan hasutan Sang Papa, agar mempermudah balas dendamnya.
tujuan utama Roy masuk kedalam perusahaan Herman, berlahan - lahan tapi pasti.
Pasti modar kue Roy.😀😀😀
Agar mudah menghancurkan Bramantyo adalah menghancurkan Anaknya terlebih dulu.
Itulah rencana indah Roy.
di tambah lagi kini Roy sedang dekat dengan putri bungsu keluarga Bramantyo.
Kini telah menambah kebahagiaan Roy berlipat kali ganda, begitu sangat mempermudah dia untuk menghancurkan musuh sang Ayah.
sudah pasti dengan berlahan - lahan keluarga Bramantyo akan Hancur.
Citra mengepal kedua tangannya, menampar meja kerjanya begitu keras, menimbulkan semua seisi mesa itu berantakan.
saat membaca laporan dari orang suruhannya
citra terbakar api emosi, bahkan wajahnya kini berubah menjadi dingin.
dia berjalan menuju pintu ruangan kerjanya, segera memutar kunci dan mengunci pintu itu dari dalam.
dia tahu saat ini dia sedang marah, kecewa bahkan tidak bisa teredam kan lagi.
membalikan benda yang mengantuk di kaca pintu ruangan itu menjadi close, berarti Tutup.
dia saat ini tidak ingin di ganggu oleh siapa pun.
citra berjalan dengan begitu cepat ke meja kerjanya, menyambar telepon Genggamnya.
langsung mencari Nomor Tedy, orang kepercayaannya.
Tedy yang terlihat santai, langsung melihat ponselnya berdering.
terlihat di layar ponselnya Bos Citra memanggil.
tanpa menunggu lama Tedy langsung mengangkat telponnya menaruh bena persegi Empat itu ke telinganya.
" Hallo Bos." sapa Tedy singkat
__ADS_1
" Hallo Ted, Tolong kamu awasi Abang saya dan satu lagi, kamu cari tahu perusahaan mana saja yang berkerja sama dengan perusahaan Abang saya, lalu kamu beli saham mereka dengan harga mahal, agar mereka mau melepaskan, saya tidak ingin perusahaan Abang saya hancur Ted. jika mereka tidak mau kamu ancam, atau kamu tutup perusahaan itu."
" Baik Bos, akan saya lakukan sesuai perintah Bos."
" Saya mau itu secepatnya Ted kamu kerjakan, dan apa yang saya perintahkan sudah kamu laksanakan Ted."
" Sudah Bos, semuanya sudah beres Bos."
" Baik saya tunggu laporan kamu secepatnya."
" Siap Bos."
' Bersiap lah kamu Roy, tunggu ledakan dari saya. kamu akan lihat seberapa liciknya saya untuk mengikuti permainan kamu ini.'
Citra tersenyum tipis, Namum bisa di bilang seperti iblis yang sedang ingin menerkam mangsanya.
setelah panggilan terputus citra langsung menghubungi Sam.
Sam yang sedang beristirahat begitu sangat terganggu dengan suara deringan ponselnya.
Dengan hati yang malas Sam bangkit dari kasur empuknya, yang membuat tubuh ini masak untuk terbangun.
Sam mengangkat telpon itu dengan malas.
" Hallo." sapa Sam singkat
" Hallo Sam."
mendengar suara si penelpon sam langsung terbelalak kaget, dia mengangkat ponselnya melihat nama si penelpon.
Sam menepuk jidat nya dengan tangan, menyesali perbuatannya, sebelum mengangkat telepon itu dia telah mengutuk si penelpon terlebih dulu.
" I- Iya Bos." dengan terbata - bata
" Sam saya ada tugas penting buat kamu."
" Tugas apa Bos?"
" Kamu cari tahu perusahan yang bekerja sama dengan perusahaan Farhan, dan beli semua saham yang ada di perusahaan itu. dengan harga mahal, agar mereka mau melepaskan samah mereka, jika suatu saat nanti mereka meledakan Bom balas dendam itu ke keluarga saya, dengan hitungan detik saya bisa menghancurkan mereka sebelum menyentuh keluarga saya."
Balas Citra dengan penjelasan yang panjang lebar.
Sam yang mendengar langsung merinding, bahkan sudah membayangkan kemarahan Bosnya saat ini.
jika Bosnya saat ini berdua si ring tinju, lawan ya akan kao dengan satu pukulan saja.
Sam tahu betul siapa Citra, gadis cantik dan jenius itu, berhati dingin sekeras batu.
jika musuhnya menghalangi jalanya, musuhnya itu akan bersujud di kakinya memohon ampun.
Sam sangat mengerti betul siapa bosnya itu
" Sepertinya pekerjaan kali ini sangat menari Bos." kekeh nya dengan menunjukan giginya yang rapi nan bersih.
" Iya saya tahu itu menarik buat kamu, tapi bukan dengan saya. maka saya serahkan semuanya sama kamu."
" Baik Bos dengan senang hati saya siap menghantarkan mereka ke Neraka. hehehe."
Candaan Sam yang begitu menggelikan, membuat Citra merasa membaik walau sedikit.
pernyataan itu membuat Citra Marah, emosi, bahkan kecewa.
itu wajar, di balik manisnya kata - kata Roy, tersimpan banyak kebusukan.
__ADS_1
namun Roy telah melupakan siap lawannya saat ini.
jika Citra marah seorang pun tidak ada yang berani untuk melawan.