Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
22. Penyekapan


__ADS_3

Mobil Avanza yang di bawa oleh preman bayaran Roy, telah sampai di sebuah gudang tua. yang telah lama tutup tidak berproduksi lagi.


terlihat dari belakang keluar seorang pria berpostur tubuh tegap, menyeret paksa citra untuk keluar dari dalam mobil hitam itu.


membawa masuk kedalam dan mengikat Citra yang duduk di kursi, mendekap mulutnya, di tutup oleh penutup muka, agar di saat sadar Citra tidak mengenal siapa yang menculik dirinya.


merasa tugas anak buah nya selesai, mereka meninggalkan Citra sendiri di dalam dengan keadaan belum sadar.


beberapa anak buah Roy menjaga di luar, sedangkan yang lain menjaga di sekelilingnya.


walaupun penjagaan nya yang begitu ketat, namun tidak bisa melawan kejeniusan anak buah Citra.


setelah penjagaan di dalam sudah sepi, anak buah Citra keluar dari ruang bawah tanah, menyelamatkan citra, dan menukar dengan wanita lain.


sebelum Roy mengantarkan Citra ke gudang tua ini, Tedy telah menyelidiki seluruh sisi dari gudang itu. sehingga Tedy tahu betul gudang itu memiliki ruang bawah tanah.


Roy memasuki pelataran gudang tua itu, turun dari mobil mewahnya.


begitu terlihat tampan, memakai jas hitam, tidak lupa mengunakan kacamata hitamnya.


terlihat sangat berbeda, dari Roy sebelumnya.


berjalan tegap, memiliki postur tubuh atletis. sangat menarik bagi mata jika melihat tubuh kotak - kotak milik Roy.


Roy di persilahkan masuk kedalam ruangan di mana Citra di sekap.


dengan menyunggingkan senyum kemenangan, Roy mengulurkan jemarinya menyentuh dagu Perempuan yang telah di tukar oleh Tedy.


bukan lagi Citra, Roy berbicara panjang lebar tentang rencananya yang akan dia lakukan untuk Citra, bahkan sesekali Roy tertawa terbahak - bahak.


menyentuh pucuk kepa Perempuan itu, mengelus jemari perempuan itu, Roy seperti terlihat orang yang sedang tidak waras.


Citra yang telah sadar, mendengar semua ucapan Roy bersama perempuan itu, terlihat wajah yang begitu masam.


Citra begitu sedih namun dia segera menyembunyikan wajahnya, tidak ingin melihat wajah Roy yang sedang gembira.


Setelah selesai berbicara panjang lebar, Roy melangkah keluar ingin mencari udara segar sebelum misi mereka akan berlanjut.


Tiba - tiba suara ledakan itu terdengar, dengan terkejutnya Roy terpental begitu jauh, sedangkan anak buah Roy berusaha menyelamatkan diri mereka.


Ledakan itu terjadi telah di atur oleh Tedy, agar Roy tidak bisa menyelamatkan perempuan itu, yang di kira adalah Citra.

__ADS_1


Roy terpental beberapa meter dari gudang tua itu, sebelum anak buahnya mencari keberadaan Roy, Roy telah di bawak dengan anak buah Tedy ke tempat yang lain.


di ikat kedua tangan nya di atas kursi, sama persis apa yang di lakukan terhadap citra, tapi kali ini Roy tidak di pakaikan penutup wajah.


Roy di biarkan pingsan di sana, di beri kesempatan untuk menghirup udara segar.


Citra masih memiliki rasa kemanusiaan, sehingga dia tidak membunuh Roy dengan secepat itu. dia masih ingin menikmati permainan Roy, yang begitu menggugah selera nya untuk ikut bermain - main.


satu jam telah berlalu, Roy tersadar dari pingsan nya.


dia tersentak, betapa terkejutnya dia melihat Citra berada di hadapan nya.


sesaat wajah Roy memucat, dia ketakutan bahkan bisa di bilang lebih pucat dari mayat orang mati.


betapa terkejutnya dia.


Roy berusaha menetralisir keadaanya, seakan dia ingin sebisa mungkin tenang, namun suara detak jantungnya begitu kuat, sehingga citra dapat mendengarnya.


Citra tersenyum tipis, melihat wajah tampan itu berubah pucat.


bahkan kini terlihat belepotan, banyak noda di sana. noda hitam itu membuat wajah tampan Roy berubah seperti seekor kucing yang imut.


" Apa kamu merasa ada yang sakit." sapa citra penuh penekanan, hanya sekedar basah - basi.


" Roy kamu kenapa melakukan kejahatan seperti ini. " citra mulai berkata serius


namun Roy masih saja diam membisu


" Saya kira kamu itu Pria yang baik, lembut dan penuh kasih sayang, namun saya salah menilai kamu."


Roy terpukul mendengar ucapan Citra.


" Satu hal yang harus kamu tahu Roy, kamu telah salah mencari musuh kamu sendiri, kamu telah di buta kan oleh omong kosong orang tua kamu. bahkan kamu begitu mudah terhasut dan ingin membalas dendam kan perbuatan orang tua mu sendiri."


di saat citra menyebut orang tua Roy, dengan berani Roy mengangkat kepalanya menatap mata Citra begitu tajam. terlihat hawa ketidak suka nya di waja Roy.


citra hanya menanggapinya itu dengan senyuman.


bahkan citra menunjukan video ke ada Roy atas perbuatan orang tuanya, beberapa Tahun yang lalu.


seketika tatapan tajam itu tadi, sudah memudar. bahkan berubah kini menjadi berembun.

__ADS_1


Tedy datang membawa berkas yang berisikan kejahatan orang tua Roy, beberapa Tahun yang lalu ke pada rekan bisnis Papa Citra.


Roy melihat semua berkas itu, membaca seluruh isi dari berkas tersebut. bahkan saat ini Roy masih di beri kesempatan untuk hidup.


setelah melihat semua apa yang di perbuat orang Tua Roy kepada keluarga Citra, Roy mulai meragukan sang Ayah.


Roy sadar ternyata sang Ayah rela mengorbankan anaknya demi misinya sendiri, demi egoisnya sendiri.


betapa orang tua yang Egois.


" Kamu telah melihat apa perbuatan Ayah kamu kepada keluarga saya, dan saya akan memberi pilihan untuk kamu Roy. "


berlahan Citra menarik napas dan membuang dengan kasar.


" kamu harus tahu lawan kamu dulu Roy, dan kamu harus selidiki dulu sebelum kamu bertindak, saya akan beri kamu kebebasan dan tidak akan membunuh kamu untuk saat ini. tapi kamu harus merelakan perusahaan Papa kamu dalam ambang kebangkrutan. karena seluruh saham yang ada di perusahaan Papa kamu itu milik saya, dan Papa kamu hanya memiliki beberapa persen saja. setelah kamu memilih saya akan melakukan tugas saya. dan kamu harus tahu saya tidak semua itu untuk kamu hancurkan Roy. "


Roy yang mendengar ucapan Citra kini berubah semakin takut, citra yang di kenal begitu lembut bisa berubah menjadi singa yang lapar, bahkan setiap nada suara itu penuh penekanan, yang membuat tubuh yang mendengar merinding.


" saya sudah tahu apa tujuan kamu masuk ke perusahaan Abang saya, dan saya sudah menyelidiki semuanya, bahkan kamu tidak bisa menduga, saya telah memasang alat penyadap suara di Apartemen kamu, dan mengetahui semua rencana kamu, bahkan saya tahu kamu terlahir dari kota ini, siapa kedua orang Tua kamu, dan adik kamu kuliah di mana, saya tahu semuanya Roy. Bom yang kamu pasang di gudang tua itu, kenapa meledak terlebih dulu, itu sudah di atur oleh anak buah saya Roy. bahkan kamu tidak menyangka hal itu bukan, saya sudah membuat rencana murahan kamu ini berantakan Roy, kamu tidak semudah itu untuk membunuh saya."


Citra terlihat semakin ganas, kini tatapnya berubah tajam, seakan merobek seluruh tubuh Roy, bahkan mencabik - cabik hatinya.


Roy sampai di buat ketakutan oleh Citra. Roy tadinya berani menatap wajah Citra, kini menunduk tidak berdaya.


Roy mati kutu, seakan bernapas pun Roy begitu sesak.


Berlahan Roy menelan salivanya dengan kasar, keringat dingin kini keluar membasahi seluruh tubuh Roy.


Seperti manusia yang menaiki Roller Coaster yang ketinggian nya beberapa ratus meter ke atas.


" Bahkan kamu mampu untuk melawan rasa cinta kamu ke pada saya, hanya untuk balas dendam Roy, kamu manusia yang kejam yang pernah saya temui di penjuru dunia ini, kamu mengubur dalam - dalam rasa itu, bahkan kamu terkadang tersiksa oleh rasa itu sendiri, kamu mengabaikan nya. saya kira kamu peduli dengan rasa itu namun tidak."


Citra berhenti sejenak menarik napasnya yang begitu menyesakan di dada.


" Sekarang mungkin kamu akan sadar, tapi semuanya sudah terlambat Roy. kamu telah buat saya kecewa. bahkan lebih kecewa lagi Roy."


Citra menjauhkan wajahnya, tidak ingin melihat Roy.


Roy mulai terlihat frustasi, merasa bersalah, namun tidak bisa berbuat apa - apa lagi, karena nasi telah menjadi bubur.


Citra pergi meninggalkan Roy, menyerahkan semua kepada Tedy.

__ADS_1


Tidak ingin berlama - lama di sana, membuat dadanya semakin sesak.


__ADS_2