Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
19. Permainan Di Mulai


__ADS_3

Sudah begitu lama Roy tidak memberi kabar, rencana apa lagi yang akan Roy lakukan.


Semua permainan Roy akan saya ikuti.


Mau sampai di mana dia sanggup untuk mempertahankan permainannya sendiri


dengan senang hati citra menerima semua teka teki permainan dari Roy.


setelah menurut Roy semua rencananya telah tersusun dengan Rapi, dia kembali mencari Citra yang telah beberapa hari ini tidak dia hubungi.


ada rasa rindu di hatinya. mungkin karena di lubuk hatinya yang paling dalam rasa Cinta itu masih ada.


tapi ambisi yang membuat dia buta akan perasaannya.


Roy mengambil ponselnya, mengeser- geser layar ponselnya. mencari nama yang telah bermain - main di pikiranya sejak tadi.


terlihat di layar ponselnya. tertulis nama My.Love


Roy langsung menekan nomornya, terdengar berdering, menandakan panggilan telah masuk


*******


Sedangkan di kota lain Citra yang melihat ponsel miliknya, sedang berdering melihat layar ponselnya.


seketika mengernyitkan kedua matanya, merasa heran dengan nama si penelpon.


sudah begitu lama dia nggak menelpon, ada angin apa dia menghubungi ku.


apa mungkin dia rindu, apa mungkin ini rencana dia selanjutnya.


dengan malas Citra masih tidak ingin mengangkat ponselnya.


' Apa mau dimulai permainannya Roy, baiklah kamu telah memulai ini semua dengan di dasarkan oleh cinta, maka saya akan memulai ini semua dengan rasa yang kamu miliki juga.' gumam citra dengan malas.


dengan hati separuh malas Citra mengangkat panggilan dari Roy.


" Hai, Apa kabar kamu." sapa citra dengan suara yang di buat - buat bahagia.


" Hai, kabar baik. kamu apa kabarnya Cit."


balas Roy.


' Ha, kamu mulai terlihat canggung sekali Roy, bahkan kamu sekarang sudah mulai memanggil saya dengan sebutan Nama.'


pekikik citra kesal.


" Saya baik Roy, Kamu kemana saja beberapa hari ini tidak menghubungi saya?"


" Maaf Citra saya sedang sibuk beberapa hari ini. jadi tidak sempat menghubungi kamu, pekerjaan saya sangat banyak."


" Baiklah saya percaya sama kamu."

__ADS_1


Citra pura - pura peduli, namun sama sekali tidak peduli.


karena hanya untuk memperlancar rencana yang telah di susun rapi oleh Roy.


" Wah, kamu sangat sibuk sekali rupanya."


" Iya, sehingga saya harus mengubur dalam - dalam rasa rinduku kepada mu."


TES


TES


TES


Terdengar tetesan demi tetes air hujan, mungkin Alam tidak mendukung semua suasana pembicaraan mereka.


' Rasa rindu, kamu rindu untuk mempermainkan saya apa rindu beneran ini. tapi maaf saya tidak tertarik mendengar omong kosong kamu.' gumam citra dalam hatinya.


Citra menyunggingkan senyuman tipis, seakan sedang mengejek Roy dengan semua omong kosong nya.


" Benarkah kamu merindukan ku." balas citra


" I- iya, saya sangat merindukan kamu, rasanya saya mau mati jika tidak mendengar suar kamu Citra."


" Terimakasih kamu telah merindukan saya."


" Apakah kamu merindukan Saya?"


dalam hati citra, seakan berlawanan sehingga menimbulkan rasa mual di perutnya.


" Benarkah kamu begitu merindukan saya."


" I- iya " balas citra dengan gugup


tergambar senyuman lebar di bibir Roy, rasanya dia telah melupakan sebagian rencananya.


di tambah lagi Citra memberi respon, Roy berusaha menghilangkan rasa canggung di hadapan Citra saat berbicara.


Citra yang menyadari perubahan Roy, dia merasa menang, bahkan mulai nyaman dengan permainan ini.


mereka Mukai saling bertukar cerita, bahkan sesekali terlihat tawa di sana.


tidak ada kecurigaan dari Roy, bahkan dia sangat senang mendengar perubahan Citra.


Roy yang telah Treveling pikirannya. mala masuk dalam perangkapnya sendiri.


Citra yang merasa kemenangan itu ada padanya, merasa geli sendiri. bahkan disaat tertawa begitu terlihat tawa citra yang begitu lepas.


Bahagia namun tidak ada yang tahu, hanya cukup dia saja yang tahu ras itu.


********

__ADS_1


Di Kota R, Roy sedang merasa berbunga - bunga.


kebahagiaan itu tersirat di wajahnya, rasanya dia tidak menyangka akan merasa sebahagia ini saat berbicara dengan wanita yang dia cintai.


Roy tidak sadar dia akan terjebak dengan masalah yang di buat sendiri.


sangking kesenangannya dia, dia lupa akan rencana yang begitu telah disusun dengan rapi.


saat ini seisi ruangan Apartemen Roy terlah di pasang penyadap suara, apa pun selanjutnya rencana Roy pasti Citra akan mengetahui.


mungkin Roy telah berpikir dia seorang yang jenius, tapi sayang kejeniusannya masih di tingkat terendah.


bahkan Roy tidak menyadari Apartemen miliknya telah di bobol orang lain.


yang tidak lain suruhan Citra sendiri. itu saja Roy tidak bisa menemukan kejanggalan di sisi ruangannya.


pekerjaan Anak buah Citra begitu hebat, bahkan begitu mudahnya masuk kedalam Apartemen Roy. saat dia sedang berada di luar.


Panggilan pun berakhir dengan kegembiraan, bukan dengan Citra, dia hanya senyum merasa geli dengan kebodohan Roy.


' Roy kamu yang memulai permainan ini, maka kamu yang akan mengakhiri permainan ini, bahkan dengan cara kamu sendiri.'


Gumam citra dalam hatinya.


belum selesai sampai di sini, Roy mulai kembali menjalankan aksinya.


Roy terdengar sedang berbicara dengan seseorang, terdengar begitu jelas di telinga citra melalui ponsel miliknya yang kini tersambung dengan ponselnya.


semua rencana yang telah di persiapkan Roy untuk kembali menyelidiki ku, Roy masih belum saja menyerah ingin tahu identitas ku yang sebenarnya.


bahkan Roy ingin Citra tersiksa berlahan - lahan.


rencana Roy ingin membuat Citra terjebak oleh cinta buatan Roy.


itulah rencana Roy yang terutama, membuat Citra tidak bisa melepaskan Roy.


" Buat Dia bersujud di kaki saya bagaimana pun caranya, agar dia merasakan sakit."


suara itu terngian - ngian di pikiran Citra.


" Buat dia bersujud di kaki saya."


Citra tercengang dia diam membeku bahkan memijat pelipisnya yang seakan semakin pusing.


dia heran sebegitu besar kah rasa sakit itu di terima Papanya Roy.


segitu menyedihkannya kah Papanya dulu.


saat ini Roy masih terbawa suasana hasutan dari sang Papa.


bahkan Roy di butakan oleh dendam yang dia sama sekali tidak mengetahui.

__ADS_1


bahkan dia sangat ambisius sekali untuk balasdebdam.


__ADS_2