Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
21. penculikan


__ADS_3

pesan singkat di kirim oleh Roy, jauh sebelum Tedy menghubungi Citra.


Citra membuka pesan dari Roy.


Roy ( penipu Cinta )


[ Hai, saya datang ke kota kamu hari ini, dan saya ingin mengajak kamu kencan sayang, apakah kamu sedang sibuk.]


Citra mengernyitkan kedua matanya, dengan wajah tersenyum tipis, membaca isi pesan dari Roy.


" Mau sampai kapan kamu berbohong terus kepada saya Roy." gumam Citra.


di geser belahan - lahan pesan dari Roy, citra membalas pesan itu dengan cepat.


Citra


[ baiklah, hari ini saya tidak ada kesibukan sama sekali.]


citra mengirimkan lagi balasan ke Roy.


[ Kamu tinggal kirimkan saja alamat Lokasi nya, saya akan datang ke sana tepat waktu. ]


Roy langsung membaca pesan masuk dari Citra, terlihat Wajahnya begitu gembira, terlihat wajah yang di tarik ke samping, menampilkan senyuman yang lebar.


tanpa menunggu lama Roy mengakhiri ras bahagianya, membalas pesan dari Citra.


Roy ( Penipu cinta )


[ kamu tidak perlu mengemudi sendiri, biar saya yang jemput kamu ke rumah kamu. kamu tinggal siap - siap saja. lima belas menit lagi saya sampai ke sana.]


Citra membaca pesan dari Roy, sangat terlihat perubahan di raut wajahnya. wajah yang begitu ceria hanya tadi, kini berubah masam.


citra dengan begitu kesal membalas pesan dari Roy.


Citra


[ baiklah saya akan menunggu kamu. ]


" Kenapa kamu di butakan oleh semua kebohongan yang di ciptakan orang tua kamu."


sesal citra dengan semua sikap perubahan dari Roy.


selesai membalas pesan Roy, citra langsung mengirimkan pesan kepada Tedy, agar segera mungkin bergerak melakukan tugasnya, mengikuti gerak gerik pergerakan Roy.


Citra kembali mengeser layar ponselnya mengeluarkan semua pesan yang tersimpan di ponselnya.


dan melihat chat masuk melalui aplikasi si hijau, melihat pesan dari Tagor.


******


Tagor


{ Mbak, apakah kamu baik - baik saja, perasaan saya seperti akan terjadi sesuatu kepada kamu Mbak. }


citra langsung menarik pipinya dengan lebar, tersenyum bahagia. masih ada orang yang mengkahwatrikan dia.

__ADS_1


begitu lama citra menatap isi pesan dalam diam, begitu tulusnya Tagor kepadanya.


berulah citra membalas isi pesan dari Tagor.


*****


Citra


{ kamu nggak perlu khawatir Roy saya akan baik - baik saja.}


{ Cukup kamu doakan saja agar saya sehat selalu. }


Citra mengirim balasan kepada Tagor lagi.


selesai membalas pesan Tagor. citra bergegas menuju lemari, mengambil Pakaian terbaik nya.


selesai citra beres - beres. kali ini citra berpakaian berbeda. citra mengunakan kemeja lengan panjang disertai celana Jeans.


karena citra tahu akan terjadi insiden yang tidak mendukung, jika dia memakai dress.


bukan citra tidak bisa melawan pereman bayaran Roy, tapi kali ini citra akan mengikuti permainan Roy.


Setiap permainan Roy membuat jiwa lama citra meronta - ronta. maklum Citra telah begitu lama tidak bermain memukuli orang.


tepat sesuai perkataan Roy, Dia datang menjemput


citra. sesampai di depan rumah mewah milik keluarga citra.


Roy masuk dengan bersalaman kedua orang tua Citra.


setelah melihat kedatangan Citra. tiba - tiba mata Roy terbuka lebar melihat kedatangan Citra, begitu sangat berbeda.


terbelalak, seperti sedang melihat bidadari namun, bidadari itu akan merasakan rasa sakit sesaat lagi.


wanita yang begitu sangat di cintai Roy, namun dia menepis perasaan itu dalam - dalam demi berjalanya balas dendam mereka


Roy juga tidak bisa memprediksi, citra akan selamat di saat bom itu mulai meledak, bahkan Roy juga tidak bisa membayangkan semengerih apa yang akan terjadi.


Roy hanya bisa berencana untuk menyelamatkan Citra, agar keluarga mereka berhutang budi kepada nya.


Tapi Roy tidak tidak seperti jenius Citra.


Disaat mereka berpamitan dari kedua orang Tua citra.


Roy berjalan mendahului Citra, citra dengan cepat mengirimkan pesan kepada Tedy.


Tedy menerima pesan Dari Citra, bahwa mereka telah bergerak meninggalkan rumah Bosnya itu.


Tedy dengan cepat menyalakan mesin mobilnya yang sengaja dia parkir kan tidak jauh dari rumah Citra.


melihat mobil Roy keluar dari dalam rumah Bosnya, Tedy langsung mengikuti mobil Roy.


setelah mendapatkan lampu merah, tanpa sengaja, mobil hitam menyelinap masuk dari arah mobil Tedy, tepat di belakang mobil Roy.


Dengan cepat Tedy mengirim pesan kepada Bosnya itu, memberi tahu bahwa ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Citra dengan cepat menoleh kebelakang, memeriksa apakah benar ucapan dari anak buahnya itu.


tidak salah lagi, mobil hitam itu adalah anak buah suruhan dari Roy. terlihat sesekali Roy melirik ke belakang, memastikan rencananya akan berjalan lancar.


terlihat Roy menarik bibirnya dengan sedikit, terlihat senyum kelicikan di sana.


Citra melihat bahkan menyadari hal itu. namun Roy tidak melihat hal itu.


Dua puluh menit perjalanan, akhirnya. sampai juga di restoran di mana Roy telah memesan jauh - jauh hari, agar rencananya berjalan lancar.


terlihat sangat sepi, mungkin Roy telah memboking restoran ini khusus untuk memperlancar rencananya.


sesampainya di parkiran restoran itu, Roy meminta ijin untuk ke toilet sebentar, namun belum begitu jauh Roy melangkah, citra telah di tangkap oleh Dua orang pria berpakaian hitam mengunakan topeng sekaligus.


mendekapnya dengan saputangan, yang telah di beri obat bisa di sana.


citra akhirnya di culik, di saat citra belum sepenuhnya kehilangan kesadaran, terlihat wajah khawatir itu, namun sedetik mungkin Roy tersenyum puas.


seperti terlihat ingin mengejar, namun tidak mampu lagi, ke dua orang itu telah membawa citra jauh dari nya.


Tedy yang melihat penculikan ats Bosnya itu, sangat kesal dan Marah.


ingin Dia membunuh Roy pada saat itu, kalau bukan karena perintah dari Bosnya.


Mungkin Roy sudah tidak bernafas lagi saat ini


dengan begitu cepat Tedy menghubungi anak buah nya, memberi kabar agar bersiap - siap di sana.


Roy juga melakukan hal yang sama, dia menyalakan mesin mobilnya melakukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


Tedy yang melihat hal itu, juga ikut melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


sehingga tidak menimbulkan jarak yang tidak jauh dari mobil Roy.


sangking bahagianya Roy, bahkan dia tidak menyadari sedang ada mobil yang mengikuti dia dari belakang.


mungkin kah Roy adalah salah satu pria terbodoh di dunia ini.


sampai dia tidak menyadari hal itu. bahkan juga tidak mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjaga. jaga jika lawannya akan melakukan hal yang sama dengan dia.


Namanya juga Roy, dia hanya tahu balas dendam tapi tidak Tahu apa itu namanya permainan.


Roy telah masuk dalam perangkap nya sendiri saat ini.


sudah terlihat mobil yang membawa Citra berada di depan.


Tedy yang melihat hal itu, merendahkan laju mobilnya, dia memberi jarak, agar tidak ada yang mencurigainya.


namun di gudang tua itu, Tedy telah mempersiapkan Seratus preman untuk bertarung jika rencana mereka akan tercium oleh lawannya.


sangat mudah buat Citra untuk kabur saat ini, bahkan untuk melumpuhkan kedua Preman ini santan muda baginya. namun dia mengurungkan niatnya.


Citra hanya ingin melihat seberapa hebatnya Roy melakukan semua rencana ini.


sehingga Citra harus berpura - pura pingsan. bahkan menikmati tidurnya sebentar, yang terganggu akibat suara preman ini yang begitu bahagia tertawa di saat bercerita dengan Roy lewat telpon genggamnya.

__ADS_1


__ADS_2