
Di kota R, Roy sedang duduk di balkon Apartemen miliknya sedang menunggu balasan pesan dari Citra yang di kirim dari pagi. sampai malam begini belum juga di baca.
' Citra kamu kemana, kenapa pesan ku belum kamu baca, apakah kamu sedang sibuk sekali sehingga untuk melihat ponselmu saja kamu tidak sempat.' Roy semakin cemas memikirkan keadaan Citra.
sedangkan citra telah mengetahui siapa yang telah mengirim pesan tersebut, sengaja citra mengabaikan pesan dari Roy karena tidak ingin melihat kata - kata membual nya itu, seperti orang yang sangat suka menggoda wanita saja.
' balas gak iya pesan dari Roy, nanti kalau nggak di balas yang ada mikir yang aneh - aneh lagi dia.'
masih merasa gelisah antara balas atau tidak.
' kalau nggak di balas nanti dia mikir aku telah mempermainkan perasaannya, Tuhan apa yang harus aku perbuat. rasanya menerima cinta Roy menjadi beban terberat dalam hidup ku.'
setelah siap mandi dan Menganti pakaian, citra bergegas menuju meja kerjanya yang tidak jauh dari kamar tidurnya.
sementara citra masih berkutat dalam berkas - berkas nya, memeriksanya dengan teliti.
tiba - tiba ponsel ku berdering.
DDRRREEEET
DDRRREEEET
DDRRREEEET
Ada pangilan vide call dari aplikasi hijauku.
tertulis nama Roy di layar ponselku.
Citra menghela napasnya kasar
' Ah, dia lagi selalu menganggu hidupku, apakah tidak bisa aku merasa tenang walau sebentar saja Tuhan, apa kamu tidak sayang pada hambamu ini.' sesalnya penuh pengharapan kepada Tuhan agar dapat pertolongan dari nya.
Panggilan video call pun akhirnya Citra angkat dengan hati yang sangat berat.
segerah memasang wajah yang begitu bersahabat, dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
' Berpura - pura manis, tapi rasanya kecut.' hanya mengucap dalam hati saja.
"Hai, sayang apa kabar kamu " Roy
" Hai, Baik, sorry pesan kamu belum aku baca. maaf aku sangat sibuk hari ini." berusaha mencairkan suasana hati Roy.
__ADS_1
" It's ok sayang, aku ngerti banget kok sama kamu." Roy tersenyum
" Terimakasih, kamu telah mengerti aku." citra
" Itu lah gunanya aku ada di hidup kamu, kalau aku tidak mengerti kamu berarti aku tidak ada gunanya dong ada di hidup kamu."
'Tuhan, pria ini sangat baik sekali, tutur katanya yang lembut terbuat dari mana hatinya ini.' citra bicara dalam hati saja
" Terimakasih banyak Roy kamu telah mengerti aku." balas ku dengan suara yang tak kalah lembut.
Timbul rasa Takut di dalam diri Citra, bagai mana dia tidak takut, jika cinta itu tidak tumbuh seiring berjalanya waktu, di saat mereka telah sering berkomunikasi sesering ini. apa Citra tega menyakiti hati Roy yang begitu tulus mencintai dia.
" Kamu sudah berapa kali mengucapkan kata - kata itu, jangan merasa bersalah Citra aku ngerti kamu, sangat mengerti kamu."
Satu jam berlalu tidak terasa, sudah begitu lama kami berdua bercerita saling melempar candaan, terkadang saling usil. sampai tak terasa sudah begitu larut malam.
Citra pun menyudahi pembicaraannya dengan Roy.
tidak ada suara lagi di dalam kamar citra, seketika sunyih itu datang.
Citra merebahkan tubuhnya ke atas kasur kamarnya, menatap langit - langit kamar, sebentar dia mengingat kisah kebersamaan mereka dengan Roy. diam - diam citra tersenyum dan bergumam sendiri.
" Manis, indah, tapi sayang cinta itu belum juga tumbuh."
*******
sedangkan di Kota R. Roy masih sajah nyaman duduk berlama - lama di balkon Apartemen miliknya dengan, memandang ke depan tidak tau arah pandangan matanya tertuju ke mana.
malam yang sejuk tidak terlalu dingin, hembusan angin yang begitu sejuk menerpa kulit tubuh Roy yang tidak Putih.
Roy memiliki tinggi badan sekitar 185 cm tubuh yang tegap, dada bidang, di penuhi dengan otot - otot tubuh yang atletis. maklum lah Hobby Roy itu olahraga, tidak heran kalau dia memiliki tubuh Atletis itu.
Roy hanya diam membisu seprti sedang memikirkan sesuatu yang sulit iya mengerti.
' Citra sepertinya kamu kurang nyama dengan ku, apa kamu terpaksa menerima cinta ku, apa kamu tidak ingin menyakiti ku. semoga saja ini hanya asumsi ku saja.' Roy menutup wajahnya dengan kedua tangan ya, berlahn meraup wajahnya dengan kasar.
Roy tidak ingin apa yang dia rasakan menjadi kebenaran, karena candaan dan tawa yang keluar dari bibir Citra menyimpan kegelisahan.
' Aku tak ingin kehilangan kamu Citra, aku tak ingin menjadi berantakan di saat kmu meninggalkan aku, aku mencintai kamu, aku harus berusaha memupuk cinta kamu ke saya.'
Roy menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
begitu besarnya cinta Roy ke Citra, terlihat ketulusan itu di dalam manik mata nya yang begitu dingin dan senduh.
ketulusan Cinta Roy membuat Roy melihat ada keraguan dan kegelisahan dalam diri Citra, Roy bisa melihat citra lebih dalam lagi lewat tatapan matanya yang begitu lekat menatap wajah Citra di setiap panggilan video call mereka.
' Citra kamu berusaha menyimpan sesuatu dari ku, kamu berusaha tersenyum, tertawa agar aku tidak mengetahuinya bukan, tapi kamu tenang saja aku akan membuat kamu semakin mencintai ku.' Roy bersemangat untuk membuat cinta itu datang kepada Citra.
*******
Pagi yang Indah, dengan bermalas - malasan, Citra belum inggin bangkit dari tidurnya, dengan mengucek - ngucek kedua tangannya ke mata.
cepat sekali pagi ini datang, Rasanya baruh tidur saja saya.
ingin rasanya bermalas - malasan tapi tidak bisa terlalu lama pekerjaan di kantor telah menunggu.
dengan cepat menyambar handuk yang tergantung di tempatnya, menuju kamar mandi, menyalahkan sower. tidak butuh waktu lama citra menyelesaikan mandinya.
mengambil pakaian formal yang bias iya gunakan ke kantor setelan berwana biru muda. dengan celana bahan warna hitam, yang membuat penampilan citra yang elegan namun cantik.
duduk di meja riasnya, memoleskan mekup di wajahnya dengan tipis, memakai kan lipstik di bibirnya, membuat kecantikan ya semakin terpancar.
maklum di kantor Papanya Citra itu Ekskutif Direktur termuda dan tercantik.
kalau bukan anak CEO mungkin sudah banyak laki - laki yang mengodanya.
tapi Citra tidak pernah memandang rendah para karyawan Papanya, dia sangat menghormati semua karyawan yang bekerja di perusahaan papa nya, mudah tersenyum dan suka menyapa terlebih dahulu jika tidak ada yang melihat kehadirannya.
sehingga citra adalah primadona di kantornya.
tidak ada yang mengetahui Citra seorang Direktur termuda ini, sudah memiliki kekasih.
bahkan Papanya saja tidak tahu, kalau putri semata wayangnya sudah memiliki kekasih.
Citra menutupinya dengan begitu rapat, sampai keluarga terdekatnya saja tidak mengetahuinya.
hebat banget kan Citra, iyah itu lah citra.
dia tidak ingin semuanya beranrantakan, citra tidak ingin semua keluarganya ikut mencampuri urusan pribadinga.
jika Papa tahu bisa jadi berantakan, terjadi interviu dadakan nih. sampai citra tidak bisa menjawab pertanyaan Papa nya.
itu lah orang Tua, tidak ingin putrinya salah pergaulan.
__ADS_1
apalagi salah pilih pasangan, bisa hancur reputasi bokapnya citra.