
Mereka selesai makan siang, Citra bangkit berdiri di ikuti oleh Tagor.
Tanpa bertanya Tagor langsung menuju kasih untuk membayar makanan mereka.
sedangkan Citra berjalan menuju parkiran mobilnya.
berdiri di samping pitu mobilnya yang masih tertutup rapat, akibat kunci mobilnya di pegang Tagor.
Citra lupa kalau Tagor yang nyetir mobilnya saat pergi ke restoran ini.
jadi mau tidak mau haru menunggu kedatangan Tagor dengan sabar, walau terpanggang sinar matahari yang begitu panas.
nggak menunggu lama Tagor, muncul dari pintu depan restoran itu. dengan melambaikan tangan ke Citra.
merasa bersalah karena membiarkan wanita itu menunggu nya terlalu lama.
" Maaf Mbak, saya membuat kamu menunggu terlalu lama." Tagor merasa bersalah
" Tidak maslah, lagian saya belum pernah merasakan terpanggang matahari dengan memakai gaun seperti ini." Canda Citra yang disertai senyuman yang manis.
" Ternya Mbak suka bercanda juga ternyata."
" Hidup itu tidak perlu di bawa serius Tagor, bisa urat leher kita tuh berpindah ke tenggorokan.hahhhaha."
Enak sekali Citra bercandanya ke Tagor.
seperti yang sudah lama kenal saja, beda jika bicara dengan Roy, candanya tuh renyah sehingga membosankan lawan bicara.
jika dengan Tagor, Citra begitu berbeda seperti bicara dengan teman lama yang ceplos -ceplos seperti nggak ada aturan saja.
itulah sisi lain dari Citra, gadis yang ceria dan ceplos - ceplos gak ada rem nya kalau lagi kumat tuh canda nya. bisa terpingkal - pingkal tuh lawan bicaranya.
" Bisa iya Mbak urat leher berpindah ke tenggorokan." Tagor seperti kebingungan mencerna maksud dari cerita citra.
" Iya bisalah, masa nggak bisa."
" Bagaiman caranya Mbak." Tanya Tagor penuh dengan keheranan
" Kmu makan saja bakso urat, tuh langsung pindah tuh urat ke tenggorokan kamu. hahahahaha."
" Hahahaha, Bisa aja Mbak ini, saya kira urat leher bisa pinda ke tenggorokan, rupanya urat yang lain." Tagor mengaruk kepalanya yang tidak gatal
Nggak terasa perjalanan mereka akhirnya sampai, di depan warung tempat Tagor menitipkan Motor Kawasaki Ninja milik nya.
__ADS_1
Tagor mematikan mesin mobil Citra, dengan setengah ragu dia memberanikan diri untuk meminta nomor ponsel Citra.
" Mbak apakah saya boleh meminta nomor ponsel Mbak."
Bukan seperti biasa, jika pria yang baru saja di kenal Citra akan menolak untuk memberikan nomor ponsel miliknya.
kali ini cukup berbeda, Citra membuka Tas nya mencari selembar kartu nama yang sengaja dia bawa jika berpergian.
jaga - jaga jika terjadi sesuatu di jalan.
dengan senang hati Tagor menerima kartu nama dari Citra.
Cinta Joanna Alexsander, jabatan Eksekutif Direktur.
Dengan waja yang begitu heran, Tagor tercengan membaca isi dari kartu nama Citra.
" Wow." gumamnya begitu kagum
seakan Tagor sedang melihat bidadari sedang mandi di air terjun saja.
dengan mengulum senyum Citra hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah melihat ekspresi waja Tagor, yang sedang memandangi kartu Nama milik Citra.
" Mbak, Terimakasih atas Nebeng nya, dan juga buat kartu Namanya, Nama Mbak Cantik seperti orangnya."
yang di goda malah tersenyum geleng - geleng kepala, merasa geli melihat tingkah Tagor.
terdengar suara ketukan dari jendela luar kaca mobil Citra, segera citra membukanya ternyata Tagor yang mengetuk.
" Mbak, lain kali Saya ajak makan naik pakai Motor saya iya, biar Mbak juga merasakan enaknya naik Motor." Tagor dengan percaya dirinya
Tidak akan di tolak oleh Citra, buat pertemuan selanjutnya tapi mengunakan Sepeda Motor.
Citra melihat ketulusan di wajah Tagor, untuk menolak pun citra enggan. dia takut mengecewakan pemuda yang lebih mudah 3 tahun dari usianya.
Benar Tagor Pria berusia 20 Tahun, masih kulia di Universitas ternama di kota ini.
Mungkin bisa di bilang Tagor beda dari kebanyakan Pria di luar sana, dia Pintar dan baik hati walau wajahnya tidak setampan Roy, tapi Tagor memiliki kulit yang putih dan bersih.
" Boleh, kapan - kapan kita atur saja janjinya, jika saya tidak sibuk iya?"
Akhirnya Citra mengiyakan ajakan dari Tagor.
" Terimakasih Sekai lagi Mbak." balas Tagor dengan senyuman yang berseri - seri
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Mbak." balas Tagor langsung berlalu meninggalkan Citra.
Citra tidak membalas salam dari Tagor, dia tahu apa arti ucapan itu. tapi yang membuat citra tetegun masih ada seorang pemuda yang taat dengan Agama ternyata.
' Ternyata masih ada Pria seperti dia di dunia ini yang taat beragama, bahkan tidak memandang diapa temanya.'
setelah sampai di depan Motor nya Tagor baru sada atas ucapannya.
dia memukul keningnya dengan tangan kirinya sedangkan yang satunya sedang memegang helem miliknya.
" Astaga aku baru sada Mbak itu kan tidak seiman dengan saya."
Tagor hanya bisa meratapi ke salahnya.
tapi mengucap salam kepada sesama itu tidak lah salah, menurut Agama mana pun.
Sepanjang perjalanan Tagor kembali mengingat di saat mereka sedang makan siang bersama di sebuah Restoran, bnyak mata memandang ke arah mereka.
Para pengunjung restoran tersebut melihat, momen yang haru di saat kita sedang berdoa. dengan cara berbeda tapi di akhir kata dengan kata yang sama.
Hanya Amin kita yang sama, bukan dengan iman kita.
Tagor terlihat sangat kental memeluk agamanya, begitu juga dengan Citra begitu kuat keyakinannya dengan agamanya.
tidak si sangkah, ada sebuah kamera mengabadikan momen mereka, momen yang sangat langkah bisa terjadi.
sorang gadis remaja, mengabadikan sebuah Foto dari ponsel gengamnya, menjempret kan kameranya di saat mereka sedang berdoa bersama.
di update ke sosial media miliknya, dengan caption yang menarik semua kalangan pencipa Akun sosmet.
Iman yang berbeda Amin yang sama.
Terlihat banyak para pemuda yang menyukai foto tersebut, bahkan banyak juga yang membagikannya.
banyak yang mendoakan ya, agar mereka berjodoh kelak.
banyak juga yang merasa terharu.
bahkan ada salah satu Netizen yang bilang, semoga di segerahan dengan iman yang sama dan amin yang sama.
Wanita itu sangat puas melihat akun sosial media nya di banjiri pujian dan doa dari para mengikutinya.
Dia merasa beruntung telah datang berkunjung ke restoran itu, melihat sepasang sejoli yang begitu menarik perhatiannya.
__ADS_1
fikiran mereka yang melihat momen itu telah berselancar kemana - mana.