Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
4. Aku Bisa Apa


__ADS_3

suasana pagi yang begitu cerah, tidak secerah biasanya. matahari yang begitu sejuk di kulit, hembusan angin yang sangat segar untuk di hirup. udara pagi yang sangat sejuk.


Ting


ada pesan masuk dalam hendphone ku, rasanya aku malas untuk melangkah mendekati keberadaan benda pipih itu, rasanya aku masih ingin berlama - lama berdiri di balkon kamar ku, hanya untuk menikmati hembusan angin yang sangat sejuk.


Ting


benda pipih itu kembali berbunyi, tanda ada pesan masuk lagi, dengan langkah yang begitu malas aku berjalan kecil, mendekati benda pipih itu, membukanya ada pesan masuk dari aplikasi hijau milik ku.


Roy


[ Selamat pagi sayang, kamu udah bangun?.]


Roy


[ Sayang, kamu belum bangun iya, kok pesan aku engak di balas ]


Dua pesan itu masuk di waktu yang sama, aku pun membaca pesan itu dengan mengerutkan kening ku dengan ke heran - heranan.


' sayang, kok ada kata sayang ini. emang aku siapa nya, acar aja engak.'


ternyata kelelahan membuat citra lupa akan ucapannya, malam itu di saat dia memberi jawaban atas cinta Roy dan dia telah resmi menjadi kekasih Roy mulai saat ini setatus Jomblo tidak lagi dia sandang, melainkan telah mempunyai kekasih.


'oh astaga aku kenapa bisa sampai lupa, kenapa aku tidak ingat bahwa tadi malam aku telah memberi jawaban ke Roy.' sambil menepuk kening yang meratapi kebodohannya sendiri.


" Aku bisa apa " gumamnya keras "karena aku telah menerimanya aku harus dengar terus menerus kata sayang itu, yang membuat aku geli sendiri, ah citra kamu ini kenapa bisa sebodoh itu sih." berjalan kesana kemari sambil ngedumel sendiri.


dengan hati yang lesuh citra membalas pesan singkat yang di kirim Roy.


Citra


[ Maaf Roy, saya engak lihat pesan kamu karena saya tadi sedang beres- beres di rumah karena mau berangkat kerja.]


aku membalas dengan berbohong karena tidak mau melukai hati Roy dengan ke cuekan ku.


tidak menunggu lama Roy langsung membalas pesan dariku.

__ADS_1


Roy


[ Tidak masalah sayang, kamu balas pesan aku saja aku sudah senang sayangku.]


' sayangku, kata- kata apa lagi ini geli banget saya bacanya.' bulukuduk ku tiba- tiba berdiri akibat membaca kata sayangku dari Roy.


Citra


[ Eeeemmm ] balas ku dengan singkat


Aku kira setelah saya kirim pesan seperti itu membuat Roy tidak punya kata - kata lagi untuk membalas pesan dariku.


Roy


[ jngan balas Eeemm aja dong sayang, kamu membuat aku semakin merindukan mu. kamu jangan cuek iya sama aku, bisa mati berdiri aku nanti karena merindukanmu, aku senang melihat kamu marah, kesal, dan cemberut, karena semakin kamu seperti itu semakin aku mencintai mu sayang. ]


Roy mengirimkan pesan yang sangat panjang, sepertinya ini anak suka banyak berbicara, membuat aku keheranan.


'Oh astaga dengan cara bagaimana lagi agar ini anak tidak menganggu saya dalam waktu dekat ini, apa lagi dengan kata - katanya yang menyebut ku dengan sayangku.


Citra


hanya mencari alasan agar tidak di ganggu Roy


Roy


[ Baiklah sayang ku, jangan lupa sarapan iya.]


pesan yang di kirim oleh Roy di abaikan Citra.


saling berbalas pesan dengan Roy bisa habis waktuku, kebetulan banyak pekerjaan yang tengah menunggu kedatangan ku di kantor.


menerima cinta Roy adalah kesalahan yang paling terbesar dalam hidup ku, aku kira setelah aku menerimanya dia akan jarang menganggu aktifitas ku malas sekarang dia sekali gila. bahkan pesan demi pesan pun masuk ke ponsel ku tanpa henti.


Aku bisa apa lagi, nasi telah menjadi bubur, mau tidak mau aku harus mengikuti alur permainan yang aku ciptakan sendiri, sampai saatnya aku bosan, dan cinta yang ada dalam diriku tidak tumbuh juga, saat itu lah aku akan mengakhiri kisah yang rumit ini.


" Pagi ma, pa " sapa ku di saat menemui kedua orang tua ku di meja makan saat sarapan pagi.

__ADS_1


" Pagi sayang." balas mama dan papa saling berbarengan.


" Kamu hari ini mau ke kantor atau mau selesaikan urusan wisuda sayang." tanya papa


" Ke kantor dulu pa, urusan wisuda jam makan siang baru citra selesaikan."


" Kapan rencana wisuda nya sayang." balas mama


" Dua minggu lagi Ma." balasku singkat


" Hari ini kamu cek projek kita yang sedang berjalan.?" papa bertanya lagi


" Iya pa, rencana hati ini citra langsung cek ke lokasih, habis itu citra langsung ke kantor selesaikan berkas buat meting."


selesai sudah perbicngan antara kami di meja makan, aku langsung bergegas pergi tanpa melihat pesan yang terus berdering di handphone ku sedari tadi. ' paling juga itu pesan dati Roy, gak penting juga. ada yang paling penting yang harus saya selesaikan. masalah Roy nanti saja saya urus. gumamku dalam hati


aku langsung menyambar kunci mobil yang terletak di atas meja, melakukan mobil ku dengan kecepatan sedang, karena pagi- pagi seperti ini akan kemungkinan sudah macet, kalau berangkat kelamaan bisa tua di jalan saya.


sesampai di lokasih sayang langsung bergegas menemu kepala Projek yang menangani perjalanan projek ini. kita berbincang mencari solusi agar mempercepat proses penyelesaian projek ini yang hampir berjalan Tujuh puluh persen.


jam terus berputar dengan cepat, aku harus bergegas pergi ke kantor menyelesaikan berkas buat kering besok hari.


' Ternyata jadi wanita karir itu sangat sulit juga. kenapa kami terlahir hanya Dua orang saja, kenapa aku tidak punya kakak laki - laki itu banyak, biar mereka mengurus perusahaan papa juga sekalian. bukan begini semuanya di tumpahkan ke saya jadinya, karena kakak Herman juga memiliki perusahaan di kota R.' hanya bisa ngedumel dalam hati saja.


urusan berkas buat meting pun selesai, aku harus mengejar waktu yang begitu mepet. urusan Wisuda telah menunggu tinggal hitungan waktu kalau telat bisa kena marah sama dekan. sampai di pelataran kamus aku berlari kecil menuju ke ruangan Dekan, dengan napas yang memburu tidak beraturan akibat kelelahan berjalan.


selsai berbincang dengan dekan, akhirnya saya bernafas lega, urusan kantor selesai dan urusan pasca sarjana pun selesai tinggal menunggu hari H nya saja, tidak terasa jam sudah menuju angka 2 siang.


KKRRRUUUUUKKK


Suara perutku bergemuruh, cacing - cacing di perut belum di kasih jatah, akibat terlalu padatnya pekerjaan, sampai makan siang pun terlewatkan.


KKRRRUUUKKK


Sampai kedengaran suara cacing ku, untung saja tidak ada orang di sekitar kampus, jika ada yang mendengar bisa malau saya, di sangka tidak punya duit buat makan, sampai harus menahan lapar segala.


Tujuan ku saat ini hanya mencari makanan, rasa lapar di perutku begitu menusuk, sehingga sesaat aku merasa lemas, berjalan pun seperti lemas tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2