
Eropa, dimana banyak menyimpan kisah, pahit dan manis perjalanan Citra.
Saat ini menyandang sebagai CEO bukan lah muda mendapatkan, Citra harus mengalami jatuh bangun terlebih dulu.
Nggak gampang menjadi seorang CEO, dulu Citra sebelum jadi CEO. Ia pernah menjadi sorang sales marketing di bidang lukisan.
Dia masih menjual lukisan - lukisannya sendiri, karyawan pun belum punya. bahkan kantor pun belum ada.
Pada saat itu Ia masih melukis di Apartemen miliknya, sambil melukis sambilan ia kuliah bisnis.
Pertentangan keluarganya dengan dirinya sangat sengit, sang Papa tidak ingin Citra sebagai seniman, Papa ingin Citra sebagai pembisnis handal. Agar dapat meneruskan perusahaan orang tua nya.
"Kamu tau Dev, ternyata hidup itu tidak muda untuk di jalanin. Gue memang terlahir di keluarga kaya raya, serba kecukupan, Namun, nggak hal itu yang buat kita bangkit sendiri."
"Kok bisa, Gitu, Cit."
"Ya....... Dulu gue berantem habis - habisan sama Papa gue, Papa inginnya gue jadi Pembisnis handal, untuk menjalankan perusahaannya. Karena Abang gue udah punya perusahaan sendiri, jadi gue lah harapan Papa satu - satunya."
Devi tetap diam.
"Di saat itu, gue jatuh terpuruk, rasanya si suruh memilih sala satu dari pilihan itu sulit, sangat sulit."
__ADS_1
"Terus, kamu.?"
"Ya........ gue memilih keinginan Papa, terbang ke Eropa untuk kuliah Bisnis, terus gue nggak menyerah gitu aja, gue ambil kuliah seni. dan gue usaha sendiri mengembangkan seni lukisan gue, sampai saat ini yang lo tau, semua itu nggak mudah Dev buat ngedapetin seperti saat ini yang lo lihat."
"Jadi orangtua lo, tau lo punya perusahaan sebesar ini?"
"Nggak, yang mereka tau, putri satu - satunya mereka ini. Ya..... hanya seorang S2 Bisnis nggak lebih Dev."
"Lo, nggak berusaha kasih tau gitu ke mereka."
"Males gue Dev, biarin aja mereka tau sendiri dari orang."
"Biarin, deh, kan apa yang mereka mau udah gue ikutin, sekarang nih gue harus membagi otak gue untuk perusahaan Papa, dan punya gue."
"Kalo gue jadi lo, udah mati berdiri gue Cit."
"Ya........ Eelaah nggak pake mati berdiri kali neng."
"Ternyata kisah hidup lo, yang terlihat Kaya raya, punya banyak uang, nggak indah seperti yang orang bayangin iya, Cit."
"Seperti itu lah, Kaya itu nggak menjamin kita bahagia loh, Dev?"
__ADS_1
"Bener juga kata kamu, Cit."
Terlihat hidup mewa, namun terkekang apa itu bisa di sebut bahagia. Tidak kan.
Citra kelihatanya saja tersenyum, Namun hatinya nggak ada yang tau. Kapan ia terluka, kapan ia menangis kapan ia kecewa. nggak ada yang tau Bahkan orang tuanya nggak tau itu.
Memiliki orang tua yang disiplin, keras dan patuh akan peraturan. Itu yang membuat Citra di tempah menjadi kuat, seperti baja yang tidak bisa di tindas oleh siapa pun.
*Terimakasih atas didikan Papa dan Mama. Jika kalau bukan karena kalian saya, tidak seperti saat ini.
Kalian itu bagaikan orang tua yang egois, jika menyangkut masa depan anak - anak nya.
Namun di balik itu semua, kalian orang tua yang sangat sayang kepada anak - anaknya.
Terimakasih, hanya kata ini lah yang bisa saya ungkapkan kepada kalian semua*.
Dibalik kesuksesannya, ada didikan keras orang tuanya, di balik itu semua tampa mereka Citra itu bukan siapa - siapa. mungkin hanya akan menjadi gadis manja, yang suka soping ke Mall, menghabiskan banyak uang bermain - main sampai lupa waktu. Iya mungkin dia akan jadi seperti itu.
Tapi Dunia nya berubah, nggak seperti teman - temanya sewaktu duduk di bangku SMA. Saat ini teman - temanya memilih untuk menikah sebelum sukses, mungkin bosan dengan pekerjaan yang monoton kali, iya.
Kisah seorang Putri satu - satunya yang begitu sulit di artikan, akibat kerasnya didikan orang tua.
__ADS_1