Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku

Teman Peria Ku Bukan Jodoh Ku
10. Maaf


__ADS_3

Sadar akan kesalahan, tapi merasa tidak sanggup untuk meminta maaf.


hanya kata maaf saja pun susah banget untuk keluar dari bibir Roy.


Roy sadar dirinya lemah di saat berhadapan dengan Citra, entah energi apa yang di miliki Citra.


kedewasaannya, kebaikan hatinya, kecantikannya, bahkan suara yang lembut itu membuat semua orang di saat berbicara dengan nya merasa takut.


Hal itu yang sedang di rasakan Roy, takut menghubungi Citra, takut wanita itu marah kepadanya, bahkan takut kalau orang yang sangat Roy cintai itu, kecewa dan kesal kepada tingkah lakunya selama beberapa hari ini.


********


Di Kota lain Citra masih sama dengan keadaan nya, seminggu belakangan ini, hanya pergi ke kantor dan pulang ke rumah, tidak pergi kemana - mana.


Merasa masih banyak yang harus di selesaikan, fikiran citra pun masih berkecamuk, tentang kejadian yang membuat Roy kabur.


Di ruangan kantornya, Citra berjalan kesana kemari, ingin rasanya mencoba menghubungi ponsel Roy lagi, tapi Dia merasa canggung.


ponselnya hanya di genggam di tangannya hanya di goyang - goyangkan saja.


bingung antara menelpon atau tidak.


jika Roy tidak di telpon apakah Roy mau menelpon Citra terlebih dulu.


Mungkin mereka masih sama - sama canggung


tapi jika citra tidak menelpon Roy masalah ini akan berlarut - larut begitu saja.


Akhirnya Citra memberanikan diri setelah mengumpulkan keberanian bahkan tenaga, hanya untuk menghubungi Roy.


Tttuuuuutt


Tttuuuuutt


Tttuuuuutt


Ternyata hendhpone Milik Roy telah aktif, ada senyum mengembang di wajah Citra.


tidak menunggu lama sambungan panggilan itu di jawab oleh Roy.


" Hallo." sapa Roy di balik telepon gengamnya


" Hay, Apa kabar kamu, sudah selesai ngambek nya." balas Citra dengan nada mengejek Roy


Tiba - tiba Roy senyum - senyum. merasa tersindir oleh ucapa Citra.

__ADS_1


' Oh, kamu pintar iya Citra mulai bergurau, agar suasana pembicaraan ini tidak tegang dan canggung, baik lah akan saya balas candaan kamu ini.' gumam Roy dalam hati


" Saya baik Cit, jika saya tidak merajuk seperti ini apakah kamu tidak akan mengkhawatirkan saya."


" Pasti, tentu saya khawatir tapi bukan se khawatir aku pada saat kamu kabur - kaburan gini."


" Maaf saya salah."


" Aku sudah memaafkan kamu Roy."


" Saya tahu, saya seperti anak kecil yang tidak mampu untuk menyelesaikan ini semua, pikiran saya pada saat itu sangat buntuh citra, saya gak tahu harus berfikir jernih seperti apa yang kamu lakukan, saya tidak bisa seperti kamu citra, jadi ku mohon maafkan lah saya, maafkan semua sikap ke kanak - kanak kanku."


" Roy Aku sudah memaafkan mu, jangan bicara seperti itu lagi, kamu tidak bersalah kok."


Citra berusaha menenangkan hati Roy, yang begitu merasa bersalah sehingga di setiap ucapannya ada kata Maaf.


" Emang Kamu pergi ke mana Roy, hanya untuk menenangkan diri." Tanya Citra lagi


" Saya pergi ke Padang Cit," balas Roy.


" Jauh banget kamu ke sana, apakah tidak ada tempat yang lebih jauh lagi Roy." ejek Citra


" Ada. "


" Di Hati mu, di situ lah tempat yng paling jauh yang saya tahu, bahkan susah untuk menembusnya."


DEG


Jantung ku berdegup kencang, nafas Citra mulai terasa sesak, seakan Roy mengetahui apa yang terjadi.


Citra diam membisu tidak berani untuk membalas ucapan Roy.


lama kebisuan itu terjadi, sehingga membuat Roy menunggu dengan hati yang setengah berharap.


" Citra apakah kamu masih di sana." sapa Roy kembali


" I- Iya Roy, masih dong, kamu bisa aja tuh gombal nya."


berusaha untuk mengahlikan pembicaraan.


" Itu semua sesuai kenyataan Citra, bukan saya mengombal kamu, apa yang saya lihat dan saya Rasakan itu yang saya ucapkan ke kamu."


' Yah Tuhan apakah sudah saat nya Roy mengetahui bahwa aku tidak mencintainya.' gumam citra hanya dalam hati


" Tuh kan gombal banget kamu ngomong nya, jangan mulai deh Roy, aku itu malas iya kita itu ribut - ribut nggak jelas kek gini."

__ADS_1


" Maaf Citra, jika kamu merasa kesal mendengar ucapan saya. sekali lagi maafin saya."


" Heemmm"


" Kok hanya Heemmm sih kamu." Roy mulai kesal


" Iya saya main kamu, tapi jangan minta maaf terus, lebaran masih lama lagi Roy. entar keburu habis maafnya, jadi kamu simpan saja dulu sebagian agar ada tertinggal untuk lebaran nanti ok. hehehehe." Citra cekikikan


" Kamu tuh iya bisa aja buat hati aku tenang."


" Bisalah, makanya kamu jangan ngambek - ngambek lagi tuh, udah seperti ABG aja kamu."


" Hahahahahaha." Roy hanya tertawa


mendengar ucapan terakhir dari Citra, Roy di bilang seperti ABG. umur saja yang Tua tapi kelakuan memang seperti ABG.


Roy merasa malu di bilang ABG oleh Citra.


" Maaf kan saya Citra." balas Roy lagi


dengan suara yang serak, seperti baru bangun tidur.


memang betul Roy sedang batuh bangun tidur, karena tidak ada acara jalan - jalan hari ini, jadi Roy memilih tiduran dan bermalas - malasan di kamar hotel.


" Tuh kan kamu tuh iya minta maaf terus." citra mulai kesal


" Seribuh kata maaf pun akan terucap dari bibirku Citra buat kamu yang lebih mengerti saya. dan lebih dewasa dari saya, bahkan saya merasa saya tidak pantas buat berada di sisi mu Citra."


" Kamu nggak usah ngomong seperti itu Roy, Kmau itu adalah pria yang baik, bahkan kamu pria yang terbaik menurut saya, banyak teman pria yang menjadi teman saya, belum tentu juga mereka sepengertian kamu ke saya. jadi kamu tidak usah merasa rendah Roy, saya tidak suka mendengarnya."


Citra bicara panjang lebar, agara Roy mengerti maksud dari ucapan Citra.


Citra berusaha membuat Roy senyaman mungkin berada di sisinya, baik itu dari telponan mau pun pertemuan.


Citra tidak ingin menyakiti siapa pun, walau kini dia merasa kewalahan untuk menjalaninya tapi Citra tetap kuat dan tidak ingin menyerah begitu saja.


Dia masih berharap seiring waktu berjalan, cinta itu akan timbul. itu lah harapan terbesar Citra ke Roy.


mereka harus bisa saling menguatkan satu sama lain, saling menutupi kekurangan masing - masing.


Mereka bercerita panjang lebar, bahkan menyelesaikan masalah yang terjadi


saling tertawa, saling menggoda terkadang saling kesal, merasa di cuekin.


itulah mereka yang satu cinta mati, yang satunya lagi setengah mati untuk menjaga orang yang mencintainya. walau dia tidak mencintainya. hanya menghargainya saja.

__ADS_1


__ADS_2