Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 20


__ADS_3

Merasa bingung dengan keadaanku,Kini Bu Mayang hanya bisa memberiku pelukan untuk sedikit membuatku tenang.


"Ada apa sayang, coba bilang ke mamih, siapa yang sudah membuat putri cantikku ini menangis." Ucapnya sembari mengusapi air mataku.


"(Menatapnya Sendu), mamih Tiara begitu merindukannya." Jawabku sesegukan.


"Siapa yang kamu rindukan itu, coba beritahu mamih." Tanyanya pelan.


"Tiara merindukan orang tua kandung ku mih." Menundukkan kepalaku sedih.


Mendengar jawabanku kini Bu Mayang hanya bisa tersenyum, sembari memeluk tubuhku kembali.


"Apa Tiara mau pulang untuk menemui mereka hem."


"(Menggelengkan kepalaku pelan), Tiara tidak mau pulang mih, karna Tiara sudah janji kepada mereka bahwa Tiara akan pulang disaat Tiara sudah menjadi orang yang sukses."


"(Tersenyum ke arahku), Kamu pasti akan mendapatkan apa pun yang kamu inginkan. Selain itu mamih juga yakin kamu pasti bisa menunjukkan kepada banyak orang, tentang siapa dirimu yang sebenarnya."


Setelah merasa begitu tenang kini Bu Mayang pun membantuku untuk berdiri dan kemudian membawaku masuk kembali kedalam kamar untuk istirahat.


"(Sembari duduk ditepi kasur), sekarang tidurlah,supaya kamu bisa pulih dengan cepat, terus jangan terlalu banyak berpikir apalagi berfikir mengenai hal-hal yang selalu menyakiti hatimu. Biarkan semuanya berjalan seiringan dengan takdir yang sudah Tuhan tentukan, karna bagaimana pun kita tidak akan bisa menolak jalannya takdir. Jadi sekarang tidurlah dengan nyenyak." Sembari menyelimutiku.


"Terima kasih mih." Sahutku sembari menggenggam tangannya Bu Mayang.


"(Tersenyum), Segeralah tidur ini sudah sangat malam."

__ADS_1


"Iya mih.."


"Selamat malam putriku." Mengecup lembut bagian keningku.


"Selamat malam juga mamih." Balasku.


Kini Bu Mayang pun mulai mematikan lampu kamarku sembari berjalan pergi meninggalkan kamarku.


...****************...


...Seminggu Kemudian...


Semenjak aku di angkat menjadi anak di keluarga ini, mereka semua memperlakukanku begitu sangat baik, mereka semua memperlakukanku layaknya seorang princess.


Karena, setelah sekian lama aku kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuaku, kini aku bisa kembali merasakannya ya walaupun dari keluarga orang lain.


Dan ketika aku mulai melarangnya mereka pasti akan selalu marah.


Rencananya hari ini aku akan membuat kue bersama Bu Mayan. Namun ketika aku sedang asik mengolah adonannya, tiba-tiba saja ada panggilan masuk di ponselku.


Saat aku melihatnya ternyata Nama Aldo yang terpampang di layar ponselku.


📞:"(Mengangkat telponnya), Hallo Aldo, tumben kamu telpon aku?, mmm ada apa do, apa semuanya baik-baik saja."


Saat aku bertanya seperti itu terdengar dari telponnya bahwa Aldo saat ini sedang sibuk mengatur napasnya, seakan bingung untuk menjawab pertanyaanku.

__ADS_1


📞:"Hey... Hallo, Aldo apa kamu masih bisa denger suara aku,kenapa kamu diam aja."


📞:"Eh..iya Ti-tiara, maaf aku tidak begitu mendengarmu tadi, karna saat ini pasien ku sedang banyak, membuatku jadi tidak fokus." Ucapnya dengan begitu gugup.


📞:" Oh baiklah, kalau begitu tolong katakan apa semuanya baik-baik saja, apakah nenekku sudah sadar."


📞:"Tiara bisakah kamu datang ke rumah sakit sekarang."


📞:"Loh..Ada apa do, apa nenekku baik-baik saja disana?, kenapa kamu tiba-tiba menyuruhku datang ke rumah sakit." Tanyaku penasaran.


📞:" Aku akan memberitahumu nanti jika kamu sudah sampai di rumah sakit, jadi cepatlah datang, aku menunggumu." Sembari menutup telponnya sepihak.


📞:"Tap....." Panggilan terputus.


Selesai menerima telpon dari aldo kini perasaanku mulai campur aduk. Melihat ke khawatiran di wajahku membuat Bu Mayang pun menjadi merasa penasaran.


"Ada apa sayang, kenapa wajahmu terlihat tegang sekali?, siapa yang barusan menelponmu." Sembari menggenggam tanganku yang saat ini sedang bergetar hebat.


"Mih.. Tiara harus ke rumah sakit sekarang."


"Apa rumah sakit?,Untuk apa kesana, apa luka mu terasa sakit lagi?."


"Tidak mih, tapi Tiara ingin melihat keadaan nenekku yang saat ini sedang dirawat


di rumah sakit."

__ADS_1


"Oh.. kalau begitu ayo, biar mamih yang antarkan kamu kesana."


Tanpa berlama-lama,aku pun langsung berjalan dengan begitu cepat ke arah mobil. Lalu setelah itu Bu Mayang pun langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.


__ADS_2