
Mendengar pengakuan cinta yang Ryan ucapkan spontan membuatku sedikit terkejut dan juga bahagia akan hal itu.
Karna pada dasarnya, aku memang sangat menyukai Ryan namun karna malu untuk menyatakannya jadi aku hanya bisa menyukainya dengan diam.
Merasa senang akan kejujuran Ryan mengenai perasaannya, kini membuatku merasa terbuai dengan dengan ciuman yang Ryan berikan kepadaku.
Hingga tanpa ku sadari, aku pun berniat untuk membalas ciumannya itu.
Karena posisi tidurku yang terlalu pinggir, Sampai membuatku terjatuh dari atas kasurku.
Dan karena insiden itu kini membuatku harus terbangun dari semua mimpi indah itu.
"Brugh..."
"Aww..shitt... sakit banget ishh." Memegangi sikutku yang sakit karena terbentur.
"Haishh... jadi semua itu hanya mimpi ternyata, padahal tadinya dah ngerasa seneng banget ihh." Gerutuku.
"Hmm jam berapa sih sekarang (Melirik sekilas ke arah jam dinding kamarku), oh baru jam 5 ternyata, mending sekarang aku langsung mandi aja deh... biar nanti bisa nyiapin sarapan pagi untuk semuanya." Bergegas pergi kedalam kamar mandi.
Selesai dengan kegiatan mandiku, kini aku langsung bergegas pergi kedapur untuk memasak, setelah sampai di dapur aku mulai sibuk mengobrak-abrik isian kulkas untuk mencari semua kebutuhan bahan yang akan aku masak nantinya.
Setelah semua bahannya terkumpul, aku dengan cepat mulai mengolahnya menjadi masakan yang begitu enak.
Disaat aku sedang asik pada masakanku, tiba-tiba saja dari arah belakangku ada seseorang yang memegang pundakku, hingga membuatku sedikit terkejut karenanya.
"Kamu sedang apa." Bisiknya, sembari memegang pundakku.
"Astaga Mas Ryan mengagetkan saja." Memukul lengannya dengan reflex.
Melihatku yang sedang mengusapi dadaku karena terkejut, membuat Ryan terkekeh dengan senang karena tindakannya itu.
__ADS_1
"Ahaha... lucunya, padahal tadi aku tuh cuma mau bertanya aja bukannya membuatmu terkejut seperti ini haha..." Ucapnya yang masih saja tertawa.
"Ya, tapi tadi Mas tuh datang nya tiba-tiba banget, gimana ngga kaget coba." Ketusku yang sedikit kesal kepada Ryan.
Ryan yang melihat raut wajahku yang masam, kini dia pun mulai menghentikan gelak tawanya dengan sembari meminta maaf kepadaku.
"Hey... Jangan marah dong, ya udah oke aku salah... Tapi maafin aku yah please." Memohon kepadaku dengan kondisi wajah yang sedikit memelas.
Merasa tak tega melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu, kini dengan sangat senang hati aku pun menerima permintaan maafnya.
"Ya sudah Tiara maafin kok Mas." Sembari tersenyum kepadanya.
"By the way, kamu lagi ngapain nih sepagi ini dah ada di dapur."
"Oh ini Mas, Tiara tuh lagi nyiapin sarapan pagi untuk kita semua nantinya." Jawabku yang saat ini sedang mengaduk-aduk masakanku.
"Wah pasti enak (Menghirup aroma masakanku), mau aku bantuin biar cepet beres gitu."
"Nggak usah Mas, lagian masakannya bentar lagi bakalan mateng kok. Jadi ga perlu repot-repot."
"Hehe..(Sedikit tertawa karena tingkahnya yang lucu),Ya sudah mending sekarang Mas Ryan mandi dulu gih, biar nanti bisa sarapan bareng-bareng."
"Ya sudah aku bakalan pergi mandi sekarang, tapi kalo aku lama tolong kamu susulin aku ya."
"Iya nanti bakalan Tiara panggil kok."
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi kekamar dulu ya." Pamitnya, sembari melangkah pergi meninggalkanku.
Melihat kepergiannya, kini aku pun mulai kembali fokus pada masakanku.
Beberapa menit berselang kini masakan yang ku buat sudah siap.
__ADS_1
Karena sebentar lagi semua orang akan bangun dan turun, aku dengan cepat langsung menghidangkan semuanya di meja makan.
Dan betul saja, ketika aku sedang menuang air ke gelas, aku melihat Bu Mayang,Pa Bagas,dan juga Marcell adiknya Ryan sedang berjalan bersamaan menuju meja makan.
"(Menghirup aroma masakanku), Wah aromanya enak sekali ini." Ucap Pa Bagas dengan sedikit tersenyum.
"Kenapa kamu ngga bangunin mamih juga, Pasti kamu kelelahan deh melakukan ini semua."
"Iya seharusnya kamu jangan terlalu cape dulu Tiara, kan tanganmu belum sembuh bener." Sambung Pa Bagas.
"Tiara merasa tidak enak saja jika harus mengganggu tidurnya mamih, lagian hanya memasak saja jadi masih aman kok."
"Tapi jangan terlalu sering melakukannya ya karna kamu masih harus banyak istirahat." Ucap Pa Bagas yang saat ini sedang duduk di kursinya.
"Baik pih." Mengangguk patuh.
"Apa tanganmu sudah baikan Tiara." Tanya Marcell yang saat ini sedang menuangkan makanannya kepiring.
"Emm.. sudah lumayan baikan kok Tuan."
"Panggil Marcell saja." Pintanya.
"Baiklah Mas Marcell." Tersenyum kaku kepadanya.
"Ya sudah Tiara duduklah, kan kamu harus sarapan... biar nanti bisa minum obat." Ucap Pa Bagas.
"Nanti Tiara akan makan, karna sekarang Tiara mau panggil Mas Ryan dulu sebentar."
"Ehemm...perhatiannya." Goda Bu Mayang kepadaku.
"Bukan seperti itu mih, tapi tadi Mas Ryan nya sendiri yang nyuruh Tiara untuk memanggilnya, kalau masakannya dah mateng." Jelasku.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu pergilah... panggil Ryan untuk cepat turun kesini ya." Ucap Pa Bagas yang saat ini sedang menikmati makanannya.
"Baik pih..." Melangkah pergi meninggalkan mereka bertiga.