
Keesokan harinya, terlihat semua anggota keluarga sudah mulai berkumpul bersama di dalam rumah duka.
Begitu pun dengan keluarga Pa Bagas yang saat ini ikut serta juga.
Saat semua anggota keluarga yang melihatku keluar dari dalam kamar sontak membuat mereka merasa terkejut dengan kehadiranku. Begitu pun dengan kedua orang tuaku dan juga adik laki-lakiku.
Melihat kehadiranku kini kedua orang tuaku mulai berjalan menghampiriku dan kemudian memelukku dengan sedihnya.
Kami berpelukan cukup lama sekali, karena sudah hampir 2 bulan lamanya kami berpisah.
Selesai berpelukan dengan kedua orang tuaku, kini pandanganku beralih kepada adik laki-lakiku yang saat ini sedang berdiri menatapku dengan raut wajah yang begitu sedih.
Karena begitu merindukannya kini aku pun mulai memeluk tubuh kekar adikku itu dengan perasaan yang begitu sedihnya.
"Nathan adikku." Ucapku sendu melihatnya.
"Kakak." Tangisnya didalam pelukanku.
"Kakak aku merindukanmu."
"Kakak juga merindukanmu Nathan." Ucapku sembari ikut menangis sendu di dalam pelukannya itu.
Setelah cukup lama kami melepas rindu satu sama lainnya. Kini kami pun mulai kembali fokus kepada pemakaman nenek yang akan segera kami laksanakan.
Setelah jenazah nenek sudah siap, kini kami semua pun mulai berangkat bersamaan untuk mengantarkan nenek ke tempat peristirahatan terakhirnya.
__ADS_1
Sesampainya di tempat pemakaman terlihat beberapa orang mulai membantu untuk memasukkan peti mati nenek kedalam liang kubur yang sudah tergali dengan rapi.
Saat peti nenek sudah mulai masuk kedalam liang kubur kini mereka pun mulai menutupnya dengan tanah yang begitu banyak sekali.
Melihat semua itu kini air mata, yang sedari tadi ku tahan mulai bercucuran membasahi kedua pipiku.
Sungguh tak tega rasanya melihat orang yang aku sayangi harus tertidur selamanya didalam tanah yang kotor itu.
Ketika liang kuburnya sudah tertutup rapat oleh tanah, kini mereka pun mulai menancapkan nisan salib yang bertuliskan "RIP NURI ESTERIA", melihat nama lengkap nenekku yang terukir cantik di salib nisannya itu, membuat hatiku bertambah 2 kali lipat rasa sakitnya, dan kini aku hanya bisa menatap nanar nisan tersebut.
Selesai memakamankan nenek, kini semua orang pun mulai bepergian meninggalkan tempat pemakaman.
Kini yang tersisa di lokasi hanyalah bagian keluarga inti dari nenekku dan juga anggota keluarga dari Pa Bagas.
"Tiara.." Panggilnya kepadaku.
"Iya paman." Sahutku tanpa meliriknya sama sekali.
"Heh... kalo orang tua lagi ngomong tuh lihat orangnya, gak sopan banget sih jadi anak." Ketusnya kepadaku.
"Kalau paman mau ngomong, ya tinggal ngomong aja lagian telinga Tiara masih berfungsi kok dua-dua nya." Jawabku dengan malasnya.
Kesal dengan jawaban yang kuberikan, kini paman pun mulai menarik kasar bagian lenganku yang sedang terluka.
Karena begitu kasar paman menariknya, membuatku jadi meringis kesakitan.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar kau ya." Menarik kuat bagian lenganku.
"Argh... sakit paman." Meringis kesakitan.
Melihat perlakuan kasar yang paman lakukan kepadaku membuat papahku menjadi begitu marah.
Saat papah mendengar suara rintihanku dia pun berniat untuk menolongku, tapi pada saat papah ingin menarik tanganku paman dengan cepat menendang kuat kaki papahku, karena saking kuatnya papah pun sampai jatuh tersungkur ke atas tanah.
Apa yang barusan paman lakukan membuatku menjadi khawatir, karena takut terjadi sesuatu kepada papahku.
"Jangan lakukan itu paman, jangan..., Tiara mohon jangan sakit papahku paman." Tangisku memohon.
"(Menoleh kearah Jonathan),Nathan cepat kau bawa papah pergi menjauh dari sini cepat." Teriakku
Dengan cepat, Jonathan pun langsung datang untuk membawa papah pergi menjauh dariku, karena aku takut paman akan bertindak lebih gila lagi nantinya.
"Lepaskan tanganku paman." Bentakku
Tak suka mendengar bentakanku kini paman pun semakin memperkuat cengkramannya pada lenganku.
Karena saking kuatnya cengkraman yang dia berikan, membuat luka jahitan di lenganku jadi terbuka kembali dan kini darahku pun mulai mengalir keluar.
Karena begitu sakitnya cengkraman yang paman berikan, aku pun mencoba untuk memberontak agar paman bisa melepaskannya.
Tapi, karena tenaganya begitu kuat aku pun sampai tak sanggup lagi untuk melepaskannya.
__ADS_1