Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 30


__ADS_3

"Ingat ya Tiara, kamu harus banyak istirahat dan kamu juga ngga boleh asal gerak selama lukanya belum kering. Terus obatnya juga harus di minum sebanyak 3 kali sehari dan salepnya jangan lupa di pakai secara rutin yah biar jahitannya cepat kering dan membaik." Ucap Aldo yang saat ini sedang mengingatkanku.


"Iya baiklah." Mengangguk patuh.


"Baik dok, nanti saya akan pastikan Tiara untuk meminum obatnya tepat waktu dan juga memastikannya untuk selalu memakai salepnya secara rutin." Sambung Ryan.


"Ya baiklah... kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Aldo.


"Iya dok makasih." Sahut kami bersamaan.


Setelah itu kami pun bergegas pergi meninggalkan Rumah Sakit.


Selama di perjalanan pulang tak ada satu patah kata pun yang kami ucapkan.


"Mmm.. Mas makasih yah udah mau anterin saya ke Rumah Sakit." Ucapku untuk memecahkan keheningan diantara kami.


"Iya sama-sama." Jawabnya sembari melirikku sekilas.


Ketika mobil Ryan memasuki pekarangan rumahnya, aku melihat ada Bu Mayang yang sedang duduk menunggu kepulangan kami di depan teras rumah.


Saat aku turun dari mobil aku langsung bergegas menghampirinya.

__ADS_1


"Mamih.." Teriakku, sembari memeluknya.


"Ah..Tiara Putriku." Menyambut pelukanku dengan antusias.


"Kamu habis dari mana saja hmm.. dari tadi tuh mamih sangat mengkhawatirkanmu nak." Sambungnya.


"Tadi Tiara kerumah sakit dulu mih."


"Apa... Kerumah Sakit, mau apa kesana? , apa kamu terluka lagi." Tanyanya Khawatir.


"Luka jahitannya kebuka lagi, jadi harus di jahit ulang mih.." Sahut Ryan yang baru saja keluar dari mobilnya.


"(Membulatkan matanya karena terkejut), terus sekarang gimana, apa semuanya baik-baik saja."


"(Mengangguk pelan), Mmm.. ya..ya mamih mengerti, ya sudah kalau begitu ayo kita masuk biar kamu juga bisa istirahat. Kan kamu pasti lelah banget." Ajak Bu Mayang sembari menuntunku masuk.


Setelah mengantarku ke dalam kamar, Bu Mayang pun langsung berjalan pergi meninggalkanku sendirian di kamar.


Ku coba menyandarkan tubuhku dengan menatap lekat langit-langit kamarku.


Ditengah lamunanku tiba-tiba semua kenanganku bersama nenek kembali berputar di ingitanku.

__ADS_1


Mengingat semua kenangannya membuatku tak bisa menahan deraian air mataku.


"Nek... Tiara merindukanmu." Tangisku.


Aku mencoba untuk menguatkan diriku untuk kuat menerima kepergian Nenekku dengan ikhlas.


Lalu ku pejamkan kedua mataku dengan rapat untuk memanjatkan doa perpisahanku kepada mendiang Nenek.


Dan selesai melakukan doa secara perlahan hatiku mulai merasa tenang kembali.


Ku coba membaringkan tubuhku untuk mengistirahatkan tubuhku sejenak, namun rasanya begitu sulit sekali bagiku untuk tidur dengan cepat.


Karna tak tau harus melakukan apa, aku pun memutuskan untuk pergi mencari angin ke taman belakang rumah.


Aku duduk sendirian di bangku taman itu sembari melamun menatapi langit malam yang di penuhi bintang-bintang.


Di tengah lamunanku, tiba-tiba saja otakku berpacu dengan cepat dan membawa ingatanku untuk kembali ke dalam kejadian pahit yang sudah ku alami tadi siang.


Mengingat semuanya itu, hanyalah memberikan luka yang teramat dalam di hatiku.


Saking sakitnya ku mengingat semua kejadian itu sampai-sampai aku tak kuasa untuk menahan air mata kehancuran ini.

__ADS_1


"(Tersenyum sinis ke arah langit),Setidak berharga itu kah aku di mata kalian, Tanpa berpikir panjang kalian sampai tega mengukir luka yang begitu dalam di dalam hatiku... Bahkan karena ketamakan, kalian berdua pun sampai rela menukarku dengan uang. Ck..Apa sesulit itu kah kalian untuk memberiku kasih sayang. Saat ini kalian benar-benar sudah membuatku merasa sangat kecewa. Tapi walaupun kalian selalu menyakiti hatiku secara terus-menerus kalian tetaplah orang tuaku dan aku pun akan tetap mencintai kalian berdua... Ingin rasanya ku membenci kalian tapi untuk melakukannya, aku merasa sangat kesulitan untuk membuat hatiku membenci kalian berdua, Hiks... Kenapa aku harus memiliki orang tua seperti kalian Hiks... Dan kenapa kalian berdua selalu menusukku dari belakang... kenapa." Jerit tangisku di dalam hati.


__ADS_2