Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 44


__ADS_3

Kami mengatur nafas kami dengan begitu tersenggal-senggal karena saking lelahnya.


Lalu, kututupi tubuh polos kami dengan selimut.


Merasa lelah setelah melakukannya kini kami pun mulai terlelap tidur dengan posisi saling berpelukan.


...Jam 06:30 Pagi Hari...


Kini, aku bangun lebih awal dari Ryan. Karna tak ingin mengganggu tidurnya, aku pun langsung berlari kecil kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa lengket ini.


Sebelum mandi, aku mencoba merendam tubuhku sejenak dalam Bathup.


Disaat aku sedang merilexkan tubuhku, mendadak semua bayangan yang terjadi tadi malam kembali melintasi ingatanku.


Setelah mengingatnya, kini membuatku sedikit memikirkannya.


"Dia tidak pernah mencintaiku... tapi kenapa dia selalu ingin melakukannya denganku. Sebenarnya apa yang dia inginkan dariku, Apakah dia hanya mencintai tubuhku saja dan menggunakan tubuhku untuk memuaskan nafsunya saja. Haishh.... semua pikiran ini sungguh membuatku sangat pusing. Tapi, jika memang begitu adanya maka aku pun tak akan segan-segan untuk meninggalkanmu Mas." Gumamku dalam hati.


Selesai berendam aku langsung membersihkan tubuhku sampai bersih. Dan setelah itu aku pun bergegas memakai pakaianku.


Selesai berpakaian aku langsung berjalan keluar dan mendapati suamiku yang masih terlelap tidur sampai saat ini.


Takut terlambat untuk pergi ke bandara, maka secara perlahan aku mencoba membangunkannya dengan cara menggoyang-goyangkan tubuh kekarnya itu.


"Mas ayo bangun... nanti kita terlambat lagi." Menggoyangkan tangannya.


"Eummm...." Menggeliatkan tubuhnya kesamping.


Merasa terganggu olehku, kini Ryan mulai terbangun dari tidurnya. Lalu ditatapnya sekeliling dan hingga akhirnya tatapannya mendarat padaku.


"Jam berapa sekarang." Dengan suara khas bangun tidurnya.


"Jam 8 Mas."

__ADS_1


"Mmmm..." Mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Cepatlah mandi, supaya nanti kita tidak terlambat untuk pergi kebandaranya."


"Hmm.. baiklah, dan kamu juga bersiap-siaplah dari sekarang."


"Ya aku tau mas." Berjalan pergi menghampiri barang bawaan kami.


Saat Ryan sedang mandi, aku mencoba untuk kembali memeriksa semua barang bawaan kami dengan begitu teliti, karna takutnya ada barang yang tertinggal.


Merasa semuanya sudah aman, aku mencoba untuk merapihkan pakaian dan juga riasanku,karna takutnya ada yang berantakan.


Setelah Ryan selesai dengan kegiatan mandinya, kini dia pun berniat mengajakku untuk sarapan pagi diluar.


Setelah sampai di tempat makannya, kini kami pun mulai memesan beberapa menu masakan untuk kami makan.


"Tiara..." Panggilnya padaku.


"Iya Mas ada apa." Sembari menatapnya.


"Mmm... iya Mas." Jawabku, yag saat ini sedang menahan rasa senangku dihadapannya.


Beberapa menit lamanya kami menunggu, kini pelayan pun mulai datang sembari membawa makanan yang sudah kami pesan.


Ketika semua makanannya sudah terhidang, maka tanpa berlama-lama kami berdua pun langsung memakannya.


Setelah merasa kenyang, kami pun pergi kembali ke tempat penginapan untuk membawa semua barang bawaan kami menuju penginapan mertuaku. Karna rencananya, kami akan berangkat kebandaranya bersama-sama.


Karna takut macet di jalannya, maka kami pun mempercepat waktu keberangkatan kami menuju bandara.


...1 Jam Kemudian...


Sesampainya dibandara, kami terlebih dulu mengembalikan mobil yang sudah kami sewa kepada pemiliknya. Dan setelah itu kami pun menunggu sebentar untuk mendapati jadwal penerbangan kami ke Dairi.

__ADS_1


Disaat jadwal penerbangan kami sudah tiba, kami semua pun langsung bersiap masuk kedalam pesawat dan duduk tenang di kursi kami masing-masing.


Setelah semua penumpangnya siap, kini pesawat pun mulai lepas landas menuju tempat pendaratan yang akan kami tuju.


Selama beberapa jam kami melayang di udara tanpa terasa kini pesawat yang sedang kami tumpangi mulai mendarat di bandara Kualanamu dengan keadaan aman dan selamat.


Setelah kami mengambil barang, kini kami pun mencari taxi untuk mengantar kami pulang.


Setelah menemukannya,kini aku dan Ryan mulai memasukkan barang bawaan kami kedalam bagasi taxi nya. Dan saat kami ingin memasukkan barang bawaan milik mertuaku, tiba-tiba saja mereka menolaknya.


"Barang-barang kami tidak usah." Tolak Pa Bagas.


"Kenapa, kan kita mau pulang." Tanyaku bingung.


"Kalian pulanglah lebih dulu, karna Mamih dan juga Papih ada urusan bisnis dulu sebentar dan setelah itu kami berdua akan langsung pulang kerumah, soalnya kasian Marcell sendirian dirumah."


Tak bisa memaksanya, kini kami berdua hanya menganggukan kepala kami untuk meng iya kan alasan mereka itu.


Lalu, secara bergantian kami pun mulai menyalimi tangan mereka untuk berpamitan pulang terlebih dulu.


Setelah itu, kami pun menyuruh supirnya untuk mengantarkan kami ke alamat yang sudah Ryan beritahukan kepadanya.


...2 Jam Kemudian...


Begitu lama waktu perjalanan yang kami tempuh, kini kami pun sampai dengan selamat dirumah kami. Kami mengangkuti semua barang-barang kami kedalam dan kemudian membereskannya.


Selesai membereskannya, kami pun beristirahat sejenak diruang tamu.


"Mmm.... Tiara." Panggilnya dengan ragu-ragu.


"(Menolehnya datar)."


"Mmm... Karna sekarang Mamih dan Papih sudah tidak menginap lagi disini, jadi ---."

__ADS_1


"(Memotong pembicaraannya), Ya aku paham Mas, jadi Mas itu mau kita pisah kamar lagi kan, ya sudah baiklah kalau begitu mau mu." Berlalu pergi meninggalkannya dengan raut wajah yang sedikit sedih dan juga kesal kepadanya.


__ADS_2