
Tanpa bicara lagi, kini Ryan pun langsung menarikku pergi ke tempatnya memarkirkan mobilnya.
Lalu setelah itu Ryan pun dengan cepat melajukan mobilnya dengan begitu tergesa-gesa.
"Mas kita mau kemana." Tanyaku padanya.
"Kita akan kerumah sakit sekarang." Sahutnya yang saat ini sedang berkonsentrasi menyetir.
Tak selang berapa lama, kami pun sampai di Rumah Sakit. Setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, Ryan dengan cepat langsung turun dari mobilnya untuk mengendongku masuk kedalam Rumah Sakit.
Tindakan yang Ryan lakukan sontak membuatku merasa terkejut dan juga canggung.
"Eh... Mas, jangan kaya gini saya masih bisa jalan sendiri kok Mas." Ucapku gugup.
"Diamlah Tiara, aku hanya ingin supaya kamu cepat dapat pertolongan dari dokter."
"Tapi Mas, Tiara malu kalo di gendong gini. Apalagi disini banyak orangnya Mas." Bisikku pelan padanya.
"Kalo kamu malu, kamu bisa menyembunyikan wajahmu itu di dadaku."Titahnya yang saat ini masih kekeh ingin menggendongku masuk.
Karna tak bisa membantahnya, dengan ragu-ragu aku pun mulai menenggelamkan wajahku ke dalam dadanya yang bidang itu.
"Dada ini sungguh membuatku merasa begitu nyaman, apalagi wangi parfumnya yang begitu memabukkan sehingga membuatku sedikit tergila-gila padanya. Aishh... Tiara apa yang barusan kau fikirkan, sadarlah... kau itu tidaklah sepadan dengannya jadi cepatlah bangun dari mimpi konyolmu itu." Gumamku dalam hati.
Saat ini Ryan membawaku masuk ke ruangan untuk secepatnya mendapat penanganan dokter.
Ketika kami sedang menunggu kedatangan dokternya. Tiba-tiba aku merasa terkejut saat melihat kedatangan Aldo kedalam ruanganku.
__ADS_1
Begitu pun dengan Aldo yang saat ini terlihat begitu terkejut saat melihat kehadiranku.
"Tiara..." ------- "Aldo..." Ucap kami bersamaan.
Ryan pun merasa heran, saat tahu bahwa kami itu saling mengenal satu sama lain.
"Kalian saling kenal.." Tanyanya dengan wajah yang begitu bingung.
"Mmm... Iya mas, kami memang saling mengenal."
"Oh pantas saja." Angguknya.
Disaat aku sedang mengobrol dengan Ryan, Aldo terlihat begitu risih saat melihat kedekatanku dan Ryan.
Karena begitu mengganggunya, kini Aldo pun mulai berjalan mendekatiku untuk segera memeriksa keadaanku saat ini.
"Tiara apa yang sudah terjadi padamu."
"Itu dok, seminggu yang lalu tangan Tiara baru saja terluka dan karena lukanya begitu dalam jadi Tiara harus mendapatkan 3 kali jahitan pada lukanya dan tadi tuh terjadi suatu insiden sampai lukanya berdarah lagi." Ucap Ryan sembari menunjuk bagian lenganku yang berdarah.
"Oh baiklah akan saya periksa lukanya terlebih dahulu." Sahut Aldo yang terdengar begitu malas menanggapi Ryan.
Kini Aldo mulai menaikkan sedikit lengan bajuku dan kemudian memeriksanya secara perlahan.
"Mmm...Ternyata luka jahitannya terbuka lagi, dan harus segera melakukan penjahitan ulang. Karna kalau tidak nanti akan mengakibatkan infeksi yang parah pada lukanya." Jelas Aldo.
Kami yang mendengar pemaparan Aldo seketika merasa Shock.
__ADS_1
"Apa dok jahit ulang lagi..." Tanya Ryan untuk memastikannya.
"Iya betul sekali."
"(Menarik napasnya pelan), Ya sudah dok kalau begitu lakukanlah semuanya dengan baik dan juga cepat. Dan saya mau lukanya di jahit dengan sangat benar supaya lukanya tidak kebuka lagi seperti ini." Perintah Ryan kepada Aldo.
"Itu sudah pasti pak." Jawab Aldo.
Saat Ryan mengatakan itu aku mulai sedikit merasa takut karena harus kembali melakukan operasi yang sama di bagian lenganku, karna hal itu sungguh membuatku sedikit trauma akan rasa sakitnya.
Karena saking takutnya aku sampai memegangi tangannya Ryan dengan begitu kuatnya. Sampai-sampai Ryan pun mulai menyadari ketakutan yang sedang ku alami.
"Ada apa hmm, apa kamu merasa takut." Tanyanya sembari mengusap lembut rambutku.
"(Mengangguk)"
"Kamu tenang ya, karna semuanya pasti akan baik-baik saja... jadi jangan panik oke."
"Tapi aku takut Mas." Sembari berlinangan air mata.
"Aku akan selalu di sampingmu." Tersenyum manis saat menatapku.
Mendengar jawabannya kini membuatku sedikit merasa tenang. Hingga akhirnya aku pun bersedia untuk melakukan operasinya lagi.
...1 Jam kemudian...
Selesai melakukan operasi Aldo memberi tahuku agar aku bisa dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit.
__ADS_1
Namun aku dengan ngotot menolaknya dan dengan kekehnya aku meminta kepada Aldo supaya dia mau mengizinkanku pulang dengan dengan cepat.
Karena begitu keras kepalanya aku , kini Aldo pun mulai memberiku izin untuk pulang pada hari itu juga.