Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 22


__ADS_3

Secara perlahan nenek mulai mengangkat tangannya untuk mengusap bagian rambutku dan setelah itu nenek pun mulai mengambil sesuatu di balik bajunya. Lalu dia pun memberikannya kepadaku.


"Am-bil-lah.." Memberikan sesuatu ketanganku.


"(Sembari melihat benda pemberinya itu), Untuk apa kalung ini Nek." Tanyaku bingung.


"Pakailah selalu kalung itu, karena hanya dengan kalung itu Nenek dan juga para leluhurmu bisa menjagamu dari kejauhan."


"Kenapa Nenek berkata seperti itu kepadaku, apa nenek benar-benar ingin menyerah dengan semuanya, apa Nenek tega membiarkanku hidup sendirian." Senduku.


Kini Nenek hanya tersenyum menanggapi perkataanku.


Karena melihatku yang terus menangis, Nenek pun mencoba menarikku masuk kedalam pelukannya itu.


Saat berada di pelukannya, kini aku pun bisa mendengarkan suara detak jantungnya yang berdetak begitu lemah dan hal itu pun membuatku menjadi semakin terisak didalam pelukannya.


Sungguh takut rasanya jika sampai apa yang aku pikirkan dan takutkan akan benar-benar terjadi saat ini.


"Kamu tidak akan pernah sendirian di dunia ini Tiara, karena bagaimana pun kamu adalah cucuku yang paling istimewa. Maka dari itu, hidupmu akan selalu di kelilingi oleh orang-orang yang tulus dalam menyayangimu."

__ADS_1


"Tapi Tiara hanya ingin hidup berdua dengan Nenek saja dan Tiara tidak ingin yang lainnya Nek." Menangkupkan wajahku ke tubuh Nenek.


"Nenek tidak bisa bertahan lebih lama lagi di dunia ini Tiara, maka dari itu tolong jaga dirimu baik-baik ya."


Setelah Nenek mengatakan itu, seketika membuatku merasa terkejut seakan tak percaya dengan apa yang barusan Nenek ucapkan kepadaku.


"Nek..apa yang barusan nenek ucapkan?, tolong jangan menakut-nakutiku seperti itu, Tiara benar-benar takut Nek." Ucapku,sembari menahan bendungan air mataku.


Melihat kecemasan diwajahku, Nenek pun menyuruhku untuk mendekat kearahnya.


Setelah berada dekat dengan nya, kemudian Nenek menarik tengkuk kepalaku kearahnya, lalu setelah itu nenek pun membacakan sebuah surat latin kuno kepadaku dan setelah selesai membacakannya kini nenek pun mulai mengecupi pucuk kepalaku sebanyak 2 kali.


"Kau sudah merawat Nenek dengan begitu baik selama ini. Maka dari itu diberkatilah perjalanan hidupmu,jodohmu, rizkymu,kebahagiaanmu,dan juga mautmu." Ucapnya sembari memberkatiku.


"Maafkan Nenek Tiara, karena Nenek hanya bisa bertahan sampai disini saja, jika Nenek benar-benar pergi dari dunia ini. Segeralah masuk kerumah kita dan carilah semua jawaban yang kau ingikan disana, karena Nenek sudah menaruh semua jawabannya di sebuah buku kecil dalam peti." Lirihnya sembari menahan sesak di bagian dadanya.


"Nek... jangan berkata seperti itu, ku mohon bertahanlah sebentar." Tangisku saat melihat kondisi nenek yang semakin memburuk.


"Bawalah semua anggota keluarga untuk datang dihari pemakamanku. Janganlah kamu menangis seperti itu, karena nenek hanya ingin melihatmu tersenyum, jadi berbahagialah Tiara." Ucap Nenek tersenggal-senggal menahan sesaknya.

__ADS_1


Saat Nenek berusaha mengatur napasnya, ternyata sesak yang dialami Nenek begitu parah. Lalu aku pun menyuruh Aldo untuk secepatnya menangangi keadaan Nenek.


Baru juga ingin di tangani mendadak monitor jantungnya Nenek berhenti bergerak. Saat aldo memeriksa bagian denyut nadi dan juga napasnya ternyata Nenek sudah meninggal dunia.


"Dia sudah meninggal."


Duar.... Terasa seperti tersambar petir saat mendengar kata-kata tersebut.


Disaat Aldo mengatakannya dengan jelas kepadaku seketika duniaku langsung hancur, karena mengetahui bahwa kebahagiaanku saat ini sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.


Kucoba kembali untuk memanggilnya agar dia bisa kembali bangun dari tidurnya itu. Tapi sayang nya tak ada respon apa pun yang dia berikan.


Kini aku pun mulai menangis sejadi-jadinya di tubuh nenekku.


Tak pernah terbesit di benakku, bahwa nenek akan meninggalkanku secepat ini.


Setelah itu aku mulai mengurusi semua data pembayaran dan juga surat perizinan untuk membawa pulang Jenazah Nenekku, untuk di makamkan besok harinya.


Karena Nenek sempat memberiku amanat untuk menghubungi semua anak dan cucunya, maka dari itu aku pun segera melaksanakan amanatnya itu.

__ADS_1


Aku pun mulai menghubungi semua amggota krluarga, supaya besok mereka bisa datang di hari pemakamannya Nenek.


...****************...


__ADS_2