Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 21


__ADS_3

Selama di perjalanan kini perasaanku benar-benar begitu kacau. Karena sedari tadi pikiranku tak ada henti-hentinya memikirkan keadaan nenek. Disaat aku memikirkannya pasti selalu muncul rasa takut yang amat hebat pada hatiku.


Sesampainya dirumah sakit, aku dan juga Bu Mayang langsung bergegas masuk kedalam dan menemui Aldo di ruangan kerjanya.


Namun pada saat aku memasuki ruangannya aku tidak melihatnya disana. Lalu aku pun mencoba bertanya kepada perawat yang kebetulan lewat didekat sana.


Dan perawat itu memberitahuku bahwa saat ini Aldo sedang berada di ruang rawat nenekku.


Setelah mengetahui itu aku pun langsung bergegas menyusulnya dengan langkah yang begitu cepat.


Dan benar saja, bahwa Aldo saat ini sedang memeriksa kondisinya nenek. Karena tak ingin mengganggu pekerjaannya itu, aku dan juga Bu Mayang memutuskan untuk menunggunya diluar.


Melihatku yang tegang, kini Bu Mayang hanya bisa memberiku sedikit ketenangan saja.


"Kamu tenang ya sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja." Ucap Bu Mayang sembari mengusap lembut punggungku.


"Iya mih..."


Tak selang beberapa menit kami menunggu, kini Aldo pun terlihat keluar dari ruangan tersebut.


"Aldo..." Berteriak pelan untuk memanggilnya.


"(Menatapku terkejut), T-Tiara kamu sudah datang ternyata." Sembari menutup pintu ruangan nenek.


"Kalau begitu ayo ikut dengan ku biar enak, kita akan bicara diruanganku saja." Sambungnya Lagi.

__ADS_1


"Hmm... baiklah."


Kini Aku dan juga Bu Mayang pun mulai membuntuti Aldo sampai keruangannya.


Sesampainya diruangan, kini mulai terlihat jelas dari raut wajahnya bahwasannya Aldo itu sedang merasa bimbang untuk berbicara kepadaku.


Melihatnya yang seperti itu, kini membuat hatiku semakin tidak tenang. Sungguh disaat ini aku benar-benar merasa takut sekali untuk mendengar semua pernyataan yang akan Aldo beritahukan kepadaku.


"(Menghela napasnya panjang), jadi gini Tiara, karna tak ingin menyembunyikan apa-apa darimu maka aku akan memberitahukannya padamu karna bagaimana pun kamu berhak tau akan hal ini. Hemm jadi seperti ini,beberapa hari yang lalu nenekmu sempat mengalami komplikasi berat, hingga mengakibatkan kinerja jantungnya berhenti."


Seketika aku merasa terkejut saat mendengarkan perkataan Aldo tadi.


"Apa! komplikasi berat, terus kenapa kamu ngga ada kasih tau aku dan kenapa baru sekarang kamu mengatakannya." Dengan suara yang berat, karena menahan air mataku.


"Jadi selama ini dia sudah sadar."


"Iya dia sudah sadar, dan dia ingin bertemu denganmu."


Setelah mengetahui semuanya, kini aku pun mulai bergegas pergi menuju ruangan nenek. Dan sesampainya disana, sesaat kucoba untuk menatap terlebih dahulu pintu ruangannya itu karena merasa puas menatapnya, kini Secara perlahan aku pun mulai membuka pintu ruangan itu untuk pertama kalinya.


Lalu kulangkahkan kakiku pelan untuk masuk menghampiri nenekku yang saat ini sedang tertidur pulas di tempatnya.


Berada tepat di sampingnya, aku mencoba duduk sejajar dengannya, sembari memperhatikan setiap inci wajah pucat nenekku.


Sudah hampir 1 bulan lamanya nenekku dirawat, dan kini aku pun bisa melihat wajahnya dari dekat. Karena begitu rindunya aku kepada nenek kini air mataku pun mulai berlinangan keluar.

__ADS_1


"Nek... Tiara disini." Tangisku


Melihat kesedihanku kini Aldo dan juga Bu Mayang hanya bisa berdiri diam sembari memperhatikanku dari jauh.


"Bukalah matamu Nek, Tiara sangat merindukan suara Nenek."


Setelah lama ku menunggu, akhirnya Nenek pun mulai membuka matanya.


"Ti-tiara cucuku." Panggilnya dengan suara yang begitu lemah.


Mendengarnya memanggil namanku, aku pun langsung menoleh kearahnya.


"Nenek..." Tangisku saat melihatnya sadar.


Kini tangisanku mulai pecah saat melihat nenek yang tersenyum manis kepadaku.


Karena begitu rindunya, aku pun mulai menciumi setiap inci wajahnya dengan begitu lembut.


"Tiara.." Lirihnya


"Iya Nek Tiara disini, disampingnya nenek." Ucapku sendu, sembari menggenggam erat tangan nenek.


"Tiara Cucuku.."


"Iya Nek.." Jawabku, sembari menghapusi air mataku.

__ADS_1


__ADS_2