
"Ahaha..ha..ha..,udah ah Mas aku cape ketawa terus dari tadi." Sembari memegangi perutku yang terasa sakit karna tertawa.
"he..he.. iya aku juga cape."
Setelah suara gelak tawa kami hilang, kini ku beranikan diri untuk menatap wajah Ryan keseluruhan dengan sedikit menyunggingkan senyumku kepadanya yang saat ini juga ikut menatapku.
"Makasih ya Mas, karna sudah mau bikin Tiara tertawa lagi. Ya walaupun duniaku sedang tidak baik-baik saja."
"(Tersenyum), iya sama-sama, aku harap kamu akan selalu tertawa seperti ini untuk selamanya. Karna jika kamu murung dan bersedih seperti ini, itu hanya akan memberikan suasana yang hambar, jadi pertahankanlah senyum manis ini karna senyuman ini terlihat sangat indah bila terukir di wajahmu." Sembari menyentuh pelan bagian pipiku.
"Tiara akan selalu berusaha untuk bisa kembali tersenyum lagi."
Ryan melirik jam tangannya sekilas dan kemudian kembali menatapku.
"Ini sudah malam, sekarang pergilah masuk ke kamarmu. Karna saat ini kamu harus banyak istirahat untuk mempercepat kesembuhan lukamu itu." Melirik kearah lenganku yang di perban.
"(Mengangguk),Mas juga harus istirahat kan."
"Aku masih ingin duduk disini sebentar, jadi kamu duluan saja."
"Ya sudah kalau begitu Tiara kekamar duluan ya Mas." Sambil bangkit dari dudukku.
"Iya... Selamat Malam Tiara." Ucapnya lembut.
__ADS_1
"Selamat Malam kembali." Balasku, sembari melangkah pergi meninggalkannya.
Ketika aku hendak melanjutkan langkahku, sekilas kucoba untuk menatap bagian punggungnya sebentar.
Merasa cukup untuk memandanginya, aku pun kembali melanjutkan langkahku yang terhenti tadi.
Ketika aku sedang menaiki setiap baris anak tangga rumah itu, pikiranku tak ada henti-hentinya membayangkan setiap kejadian manis yang sudah terjadi antara aku dan Ryan.
Bahkan saat aku ingin beranjak tidur, wajah Ryan tak sengaja datang melintasi ingatanku. Dan hal itu membuatku sedikit tersenyum memikirkannya.
Entah karena begitu terobsesinya aku kepada Ryan, sampai-sampai aku membawanya kedalam mimpiku juga saat ini.
...~~ Dalam Mimpi ~~...
Terlihat bahwa saat ini kami begitu menikmati semua moment yang sedang kami lakukan.
Selesai makan, kami melanjutkan untuk bermain bersama, seperti halnya bersepedah, bermain kejar-kejaran dan bahkan kami berdua pun selalu bersenda gurau bersama.
Begitu banyak moment manis yang sudah kami lakukan bersama.
Suatu ketika, pada saat aku ingin melihat kumpulan ikan hias yang ada di dalam kolam. tiba-tiba saja kakiku tergelincir hingga membuatku terjatuh.
Ryan yang melihatku hampir jatuh, dia dengan sigapnya langsung menahan berat tubuhku, tapi karena kurangnya keseimbangan... akhirnya aku pun terjatuh di atas tubuhnya Ryan tanpa ku sengaja sama sekali.
__ADS_1
Kami berdua saling beradu pandang satu sama lainnya.
Setelah cukup lama aku memandangi wajahnya, aku dengan cepat memalingkan wajahku yang saat ini sedang merona karna malu.
aku mencoba untuk bangkit dari tubuhnya itu, Namun Ryan dengan spontannya kembali menarik tanganku hingga akhirnya aku pun kembali terjatuh di atas tubuh kekarnya itu.
Lalu setelah itu dia membalikkan posisi tubuhku hingga akhirnya aku pun berada di bawah kungkungannya saat ini.
Dan dari atas tubuhku kini Ryan mulai memandangi setiap inci bagian wajahku dengan tatapan yang penuh dengan arti.
Ryan menatapku begitu lama sekali, hingga membuatku merasa cangkung akan tindakan dan juga dengan posisi kami saat ini.
Saat aku mencoba kembali mendorong tubuh Ryan dari atasku, dengan begitu cepatnya Ryan langsung menahan tanganku dengan kuat dan kemudian dia mendekatkan wajahnya untuk mencium bibirku.
Terkejut akan apa yang sudah Ryan lakukan kepadaku, aku dengan penuh tenaga berusaha untuk meloloskan diriku dari cengkramannya yang kuat itu.
Namun aku selalu gagal melakukannya, karena saat ini tenaga yang dimiliki Ryan 2 kali lebih kuat dari pada sisa tenaga yang ku miliki saat ini.
Merasa tak sanggup lagi melawannya, kini aku pun hanya bisa pasrah dengan apa yang saat ini tengah Ryan lakukan kepadaku.
Disela-sela ciuman kami, Ryan dengan begitu jelasnya mengatakan isi hati nya kepadaku.
"Aku Sangat Mencintaimu Tiara." Lalu Kembali mencium bibirku tanpa hentinya.
__ADS_1