Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 27


__ADS_3

"Kenapa mamah dan papah melakukannya, berdirilah cepat... aku sungguh tak suka jika harus melihat kalian bersimpun seperti ini." Menatap mereka sedih.


"Biarkan kami melakukannya nak, lagian kami melakukan ini karna kami tidak ingin kau pergi lagi dari kami." Ucap papah dengan raut wajahnya yang sedih.


"Iya Tiara, biarkanlah kami melakukannya." Sambung mamah.


Melihat perubah yang ditunjukkan oleh kedua orang tuaku, membuatku merasa senang akan hal itu.


Karena.. setelah sekian lama mereka membenciku, kini mereka pun mulai memperlihatkan cinta kasihnya itu kepadaku.


Sungguh perubahan mereka itu membuatku menjadi sedikit terharu. Karena begitu terharunya, mataku sampai berkaca-kaca.


"Saya akan tetap membawa Tiara pergi bersama saya, karna saat ini dia adalah putriku." Sembari menarikku kedalam pelukan Pa Bagas.


"Tapi Tuan... orang tua Tiara itu masih hidup. Dan kami berdua adalah orang tuanya Tiara."Tegas Papah.


"Setelah semua yang terjadi, kau baru mengakui bahwa kalian itu orang tuanya. Hemm... selama ini anda kemana saja tuan."

__ADS_1


"Kami sangat menyayangi Tiara tuan, jadi tolong kembalikan dia kepada kami." Tangis mamah sembari memohon kepada Pa Bagas.


Saat ini Pa Bagas masih terus berdebat hebat dalam memperebutkanku dengan kedua orang tuaku.


Tak suka melihat perdebatan yang terjadi di antara mereka, aku pun berniat untuk melerainya.


Namun pada saat aku ingin melerainya tiba-tiba Bu Mayang menahan tanganku untuk tidak mencampuri urusan mereka.


"Saya tidak percaya dengan apa yang barusan anda katakan. Karna kalau memang kalian menyayangi Tiara kenapa tidak ada di antara kalian yang mau berusaha untuk menghalau saudara kalian itu, yang sedari tadi menyakiti Tiara." Sembari memicingkan alisnya.


"Sebagai seorang ayah dan ibu kandungnya, pastinya kita akan merasa sangat marah setelah melihat perlakuan buruk yang dialami oleh putri kita kan.. tapi apa yang kalian berdua lakukan, kalian berdua hanya berdiam diri saja sambil menyaksikan semua perlakuan kasar yang saudara kalian lakukan kepada Tiara. Hem..(Membuang nafasnya secara kasar), Saya saja yang bukan orang tua kandungnya merasa sangat marah sekali setelah melihat Tiara di perlakukan kurang ajar oleh pamannya di hadapanku, karena saking tidak teganya saya melihat Tiara di sakiti makanya saya pun memberanikan diri saya untuk menghajar saudara kalian yang bajingan itu." Sambung Pa Bagas lagi.


Mendengar kesungguhan yang papah ucapkan, membuatku merasa terharu.


Karna saking terharunya aku sampai berniat ingin kembali lagi kepada mereka.


"(Menggaruk pelan bagian pelipis kepalanya), begini saja karna saya belum begitu yakin dengan kalian... jadi saya akan memberikan kalian cek uang sebesar 100 milyar dan sebagai gantinya kalian harus membiarkan Tiara untuk tetap ikut dan juga tinggal bersama-sama dengan keluarga saya." Tawar Pa Bagas yang saat ini sedang mengeluarkan buku cek dari saku jas nya.

__ADS_1


Mendengar tawaran yang di berikan oleh Pa Bagas membuat mereka terbelalak tak percaya.


Disaat Pa Bagas menberikan tawaran uang sebesar itu, aku hanya berharap agar kedua orang tuaku tidak menerimanya begitu saja, Dan berharap kedua orang tuaku mau mempertahankanku.


"Mah 100 milyar." Bisik papah ke telinga mamah


"Iya pah.. kayaknya kalo kita ambil uang itu, kita akan jadi orang kaya loh pah." Bisik Mamah.


"Ya sudah pah, kalo gitu mending ambil aja uang nya dan biarkan Tiara di urus oleh mereka saja." Bisik mamah lagi.


Setelah cukup lama mereka berdiskusi kini papah pun mulai memutuskan pilihannya.


"Kami berdua sudah memutuskan bahwa kami akan menerima uang 100 milyar yang tuan tawarkan kepada kami dan sebagai gantinya kami berdua pun setuju untuk memberikan Tiara kepada anda."


Ucapan Papah seketika menyambar hebat bagian hatiku, dadaku terasa sesak disaat tau kedua orang tuaku lebih memilih menukarku dengan uang.


Itu semua terjadi karena ketamakan mereka masih mendarah daging, kini mereka terlihat begitu bahagia saat ingin menerima cek uang yang akan diberikan oleh Pa Bagas.

__ADS_1


"Hemm..(Menyeringai tak percaya dengan jawaban papahku), ya sudah jika memang anda ingin menerima tawaran nya maka saya akan berikan sekarang juga." Sembari menuliskan nominal uang pada kertas ceknya itu.


__ADS_2