
Selesai berbincang panjang dengan ibu mertuaku, kini aku pun langsung beranjak pergi kedapur untuk membuat sarapan pagi.
Selama 30 menit lamanya ku bergelud di dapur, kini semua makanannya sudah siap terhidang di meja makan.
Lalu setelah itu, kami semua mulai memakan sarapan kami secara bersama-sama.
Disaat kami sedang makan, tak ada perbincangan apa pun yang terjadi di antara kami. Yang terdengar saat ini hanyalah suara dentingan sendok saja.
Selesai makan, aku langsung merapihkan semua bekasnya untuk kucuci. Dan saat aku ingin mencuci piringnya, tiba-tiba saja Pa Bagas datang menghampiriku.
"Selesai melakukan ini, segeralah menyusul ke ruang tamu. Karna ada satu hal yang ingin Papih bicarakan kepada kalian." Ucapnya, sembari menyentuh bagian pundakku.
"Iya..Pih." Anggukku padanya.
"Ya sudah Papih tunggu." Sahutnya dengan melangkah pergi meninggalkanku.
Merasa penasaran dengan apa yang akan Pa Bagas bicarakan. Aku pun langsung mempercepat tanganku untuk mencuci semua piringnya.
Setelah 15 menit lamanya ku mencuci, kini semua pekerjaanku di dapur sudah selesai ku kerjakan.
Karna takut membuat mereka menunggu terlalu lama, maka aku pun langsung pergi untuk menyusul mereka yang saat ini sedang duduk santai menonton tv sembari menungguku.
"Maaf kalo Tiara terlalu lama datangnya."Ucapku, sembari duduk disebelahnya Ryan.
"Tidak masalah..." Jawab Pa Bagas sembari tersenyum.
"Sebenarnya Papih itu mau bicara apa, kelihatannya serius banget." Tanya Ryan
Bukannya menjawab pertanyaan Ryan, kini Pa Bagas malah menatap Bu Mayang sembari tersenyum. Seakan-akan sedang merencakan sesuatu.
"Jadi begini, karna kami begitu merindukan kalian berdua jadi....., Papih dan Mamih berencana ingin mengajak kalian berdua untuk berlibur bersama kami ke bali besok."
"Tapi Pih Ryan sangat sibuk saat ini apalagi peker-."
"(Memotong pembicaraan Ryan), sepenting apa pekerjaanmu itu hemm... sampai-sampai kau tak punya waktu untuk berkumpul bersama kami. Jangan sampai karna kegilaanmu terhadap pekerjaan, membuatmu sampai lupa terhadap orang terdekatmu." Ucap Pa Bagas yang terlihat sedikit marah kepada Ryan.
"Iya loh Ryan... kamu tuh seharusnya jangan terlalu sibuk sama kerjaan mu. Kali-kali cobalah beri cuti pada dirimu untuk bisa menghabiskan waktu bersama istrimu Tiara." Sambung Bu Mayang.
Tak bisa membantah permintaan kedua orang tuanya, Hingga akhirnya membuat Ryan mau menyetujui ajakannya Pa Bagas.
"Ya sudah iya... Ryan akan ikut berlibur bersama kalian."
Mendengar keputusan Ryan,membuat kedua orang tuanya itu bersorak kegirangan dan aku yang menyaksikannya hanya bisa tersenyum saja.
"Ya sudah, kalau begitu kami akan pergi packing dulu." Berdiri dari duduknya.
"Ayo, Tiara bantu aku untuk packing." Sembari menarik tanganku.
__ADS_1
Perlakuannya itu sontak membuatku sedikit tersentak kaget karna tak percaya.
"Ehh....I-iya baiklah." Mengikuti langkahnya dari belakang.
Melihat perlakuan manis yang Ryan lakukan kepadaku, seketika membuat mereka berdua tersenyum-senyum disaat menyaksikannya.
"Semoga, rencana yang kita buat ini bisa berhasil ya Pih." Bisik Bu Mayang yang masih menatap kepergian kami berdua.
"Itu sudah pasti berhasil kok Mih, percayalah." Tersenyum yakin.
...****************...
...Pulau Bali...
Setelah sampai di Bali, kami semua langsung bergegas pergi menuju tempat penginapan milik keluarga Radendra.
Untuk sampai kesana, kami memerlukan waktu 1 jam lamanya.
Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang, akhirnya kami pun sampai di kawasan penginapan yang menurutku terlihat begitu mewah.
Kulihat, ada begitu banyak penginapan yang ada di kawasan tersebut.
Yang kemungkinan besar bahwa semua penginapan yang ada disana adalah milik dari keluarga Radendra.
"Mih...Pih Ryan sama Tiara mau pergi duluan ya soalnya cape banget." keluh Ryan.
Lalu, kami berdua pun langsung pergi menuju tempat penginapan milik kami.
Sesampainya disana kami secara bergantian masuk untuk mandi. Saat giliran Ryan ingin masuk tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.
📞:"Hallo Pih, ada apa."
📞:" Papih mau bilang supaya nanti jam 6 kita makan bersama di tempat penginapan Papih, ya sekalian kita Minum dan juga Barbequean."
📞:"Oh...Baiklah, nanti Ryan bakalan kesana bareng Tiara."
📞:" Papih tunggu." Sembari, mematikan panggilannya.
Selesai menerima telponnya, Ryan pun menghampiriku yang saat ini sedang merias wajahku.
"Hari ini Papih ngajak kita berdua buat makan bersama di tempat penginapan mereka, jadi bersiaplah. Karna sebelum jam 6 nanti kita akan berangkat kesana."
"Iya Mas, Baiklah." Menganggukkan kepalaku.
Karna akan berangkat sebentar lagi, maka aku pun dengan cepat menyelesaikan kegiatan make-up ku.
Setelah kami berdua siap, kami berdua langsung berjalan pergi menuju tempat penginapan mertuaku yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pengnapan kami.
__ADS_1
Saat kami sampai disana terlihat saat ini bahwa kedua mertuaku sedang sibuk mempersiapkan semuanya.
"Eh kalian berdua sudah datang yah." Ucap Bu Mayang antusias, saat melihat kehadiran kami.
"Ya sudah, sekarang duduklah dan makanlah." Ucap Pa Bagas kepada kami berdua.
Tanpa berlama-lama, kami pun langsung melahap habis semua makanan yang sudah dimasak oleh Bu Mayang.
Dan selesai makan, kami pun melanjutkannya dengan minum Alkohol bersama. Tapi karna aku tidak menyukai minuman alkohol jadi aku menggantinya dengan minum jus saja.
Ketika mereka sedang asik dengan minumannya, tiba-tiba saja pandanganku tertuju kepada Ryan.
Yang mana saat Ryan selesai menenggak minumannya, Ryan terlihat seperti sedang merasa gelisah. Ya kemungkinan karena efek dari minumannya.
Karna takut dia terlalu mabuk, aku mencoba untuk mendekatinya seraya memastikan keadaannya.
"Mas, kamu kenapa... Apa kamu mabuk." Bisikku padanya.
"(Menggeleng), aku tidak mabuk." Jawabnya padaku.
Saat tau Ryan belum mabuk, aku pun Kembali fokus untuk meminum jusku.
Merasa bosan dengan suasananya aku pun memutuskan untuk memainkan ponselku, sembari menunggu acara minum mereka selesai.
Ketika aku sedang asik menonton video di ponselku, tiba-tiba Ryan menarik-narik tanganku untuk pulang.
"Ti-tiara ayo kita pulang." Ucapnya yang terlihat semakin gelisah.
"Memangnya sudah beres."
"Sudah.... jadi ayo kita pulang, biar aku bisa mandi." Ucapnya, sembari terus menarik tangganku.
"Tapi kan tadi itu Mas udah mandi sebelum kita datang kesini." Sembari menatapnya bingung.
"Tapi sekarang aku merasa sangat kepanasan sekali Tiara, jadi ayolah kita pulang aku sudah tidak kuat menahan panasnya." Ucap Ryan kepadaku.
Saat ini wajah Ryan terlihat memerah karena saking kepanasannya dan itu membuatku merasa bingung dengan apa yang Ryan rasakan saat ini. Tapi Karna dia terus kekeh memaksa untuk pulang, mau tak mau aku pun harus mengikutinya.
"Mih... Pih, kami pulang duluan ya." Pamitku kepada mertuaku.
"Tapi kita kan belum Barbequean." Ucap Bu Mayang.
"Kapan-kapan saja." Jawab Ryan sembari menarikku pergi bersamanya.
Saat Ryan menarik tanganku, aku merasakan panas pada kulitnya itu dan itu membuatku jadi merasa khawatir kepadanya.
"Mih,sepertinya rencana kita berhasil deh." Ucap Pa Bagas sumbringah.
__ADS_1
"Iya Pih..., semoga saja setelah ini akan ada kabar baik yang kita dapatkan." Sembari menyunggingkan senyumnya.