Terima Kasih Luka

Terima Kasih Luka
BAB 46


__ADS_3

Tepat jam 5 sore, Ryan mulai bersiap-siap untuk berangkat kebandara. Lalu, kubantu dia untuk memasukkan semua barang nya kedalam bagasi mobil.


"Tiara.... tolong jaga dirimu baik-baik yah, dan jika kamu merasa takut tinggal sendirian dirumah, kamu bisa kok tinggal bareng mamih dulu untuk sementara waktu."


"Aku tidak apa-apa kok dan kamu tidak usah terlalu mengkhawatirkan ku." Tersenyum getir kearahnya.


"Kalau begitu aku berangkat dulu yah." Sembari memegang pundakku.


"Hati-hati Mas." Sembari menyalim tangannya.


Selama 3 bulan pernikahan, ini adalah kali pertamaku untuk menyalam tangannya. Dan apa yang ku lakukan itu sontak membuat suamiku jadi mematung karena saking terkejutnya .


"Semoga semuanya lancar ya Mas." Melepaskan tanggannya sembari tersenyum.


Setelah itu Ryan pun mulai berjalan pergi kearah mobilnya.


Karena tak ingin melihat kepergiannya kini aku pun memilih untuk masuk kedalam rumah dengan cepat.


Namun saat aku hendak masuk, tiba-tiba saja suamiku berlari kearahku dan kemudian dia pun memeluk tubuhku dengan erat.


Ketika dia memelukku, dia terlihat begitu sedih sekali, sampai-sampai dia pun mulai menangis dalam pelukanku.


"Tiara maafkan aku Hiks... tolong maafkan aku Tiara Hiks..." Isaknya dalam pelukanku.


Mendengar isak tangisnya, kini kucoba untuk memberikannya sedikit ketenangan dengan sentuhanku.

__ADS_1


Sebenarnya aku juga tidak tau alasan pasti dibalik tangisannya itu. Namun aku selalu mencoba untuk tetap positif thingking kepadanya.


"Sudah Mas berhentilah menangis dan kamu tidak perlu meminta maaf untuk hal apa pun. Jika kamu menangis karena merasa bersalah untuk meninggalkanku sendirian dirumah, itu bukan lah masalah besar untuk ku... lagian aku sudah biasa tinggal sendirian, jadi kamu tidak usah merasa cemas. Lagian kamu pergi selama itu karena kamu ada urusan bisnis yang tidak bisa kamu tinggalkan, karena bagaimana pun itu sudah tanggung jawabmu." Jelasku sembari mengusap lembut bagian punggungnya.


Mendengar perkataanku barusan, kini membuat Ryan kembali terisak sembari memeluk tubuhku dengan begitu eratnya.


"Tolong biarkan aku memelukmu seperti ini untuk yang terakhir kalinya, sebelum nanti aku pergi." Bisiknya padaku.


Dan aku hanya bisa diam membiarkannya memelukku sepuas hatinya.


Merasa lega karena sudah memelukku dengan waktu yang begitu lama, kini Ryan pun mulai melepaskan pelukannya dan kembali mengucapkan kalimat perpisahannya itu lagi.


"(Sembari berlinangan air mata),Tiara aku pamit yah... dan tolong jaga dirimu sampai aku kembali nanti." Menatapku sendu.


"Hati-hatilah selama berada disana dan selalu jaga kesehatan mu ya Mas." Mencoba menahan kesedihanku dihadapannya.


Setelah itu dia pun langsung pergi melajukan mobilnya.


Melihat kepergiannya,kini air mata yang sedari ku tahan mulai mengalir deras membasahi pipiku.


"aku akan selalu menunggu kepulanganmu, jadi tolong kembalilah tanpa membawa luka untukku." Lirihku sembari tersungkur di lantai.


...Keesokan Harinya...


Merasa bosan berada dirumah sendirian, maka aku pun memutuskan untuk pergi berkunjung ke rumah mendiang nenekku yang berada di kota tigalingga.

__ADS_1


Ketika aku hendak berjalan pergi, tiba-tiba saja ibu mertuaku menelpon.


📞:" Hallo Mih...."


📞:" Iya hallo Tiara... Apakah Mamih mengganggu waktumu."


📞:" Ah... Tidak kok Mih, memangnya ada apa yah Mih."


📞:" Jadi gini Tiara, mamih tuh nelpon kamu cuma mau kasih tau kamu supaya kamu tuh mau tinggal disini bersama kami supaya kamu gak kesepian dirumahnya, apalagi saat ini Ryan suamimu itu bakalan sibuk kerja diluar negri."


📞:"Tidak Mih, Tiara bakalan tetap tinggal dirumah aja dan jika nanti Tiara merasa kesepian atau bosan baru deh Tiara mau tinggal bareng kalian."


📞:"Ya sudah kalo emang mau nya kaya gitu, walaupun begitu kamu harus sering-sering yah kasih kabar ke Mamih biar Mamih bisa tau keadaan kamu disana kaya gimana."


📞:"Iya Mih, nanti Tiara bakalan sering kasih kabar ke Mamih kok."


📞:"Ya sudah kalau begitu Mamih tutup dulu ya telpon nya soalnya sekarang Mamih mau siapin hidangan buat nanti Arisan dirumah."


📞:"Oh.. Baiklah."


Selesai menjawab panggilannya, kini aku pun langsung berjalan pergi menuju taxi online yang sudah kupesan tadi.


...3 Jam Kemudian...


Setelah melakukan perjalanan yang panjang, kini aku mulai berhenti tepat di depan pagar rumah milik Nenekku. Kuedarkan pandanganku untuk mengamati sekeliling tempat itu dengan perasaan yang penuh haru.

__ADS_1


"Semuanya masih terlihat sama, semenjak terakhir kali ku tinggalkan." Melangkah masuk kedalam.


Saat aku membuka pintu rumah nya, kini kerinduanku kepada Nenek malah semakin menjadi-jadi disaat aku melihat semua barang peninggalan milik Nenekku.


__ADS_2