
Aku berjalan masuk ke dalam kamar sembari menahan bendungan air mataku.
Setelah aku berada didalam kamar, aku langsung berlari masuk kedalam kamar mandi untuk bisa menumpahkan semua air mata kesedihan yang sedari tadi kutahan dihadapannya.
Ku kunci dengan rapat pintunya agar suamiku tak bisa masuk dan mendengarkan suara tangisanku.
Kini aku mulai menangis terisak,hingga membuat dadaku terasa sesak karena menahan jeritan suara tangisku.
"Kupikir setelah kita melakukannya, kamu akan sedikit merubah sikapmu kepadaku. Tapi nyatanya sifatmu masih saja sama, kenapa kamu selalu membuat jarak dihubungan kita ini Mas kenapa... Hiks..Hiks.. Sebenarnya ingin kau buat seperti apa hubungan Rumah Tangga kita ini dan jika boleh aku jujur, sebenarnya aku sangat lelah menghadapi sikapmu itu Mas bahkan aku juga cape untuk terus tersiksa dalam hubungan kita ini Hiks...Hiks..." Monologku dalam hati.
Sudah cukup lama ku menangis dan merenung dalam kamar mandi, kini kuputuskan untuk beranjak keluar dari kamarku untuk membuat makan malam kami berdua.
Saat aku sedang menuruni anak tangga, kulihat suamiku yang saat ini tengah asik dengan ponselnya dan dari ekspresi wajahnya sangat terlihat bahwa dia itu sedang merasa senang dengan apa yang dia lihat di ponselnya itu.
Tak ingin merusak suasana hatinya, aku pun lebih memilih membiarkannya dan kemudian berlalu pergi ke dapur untuk memasak.
Ketika aku sudah selesai memasak tiba-tiba saja Ryan datang kedapur untuk menghampiriku. Dan saat kulihat dari ujung kaki sampai atas kepalanya, Dia terlihat begitu rapih dan juga wangi.
"Tiara malam ini kamu makan sendiri dulu yah soalnya aku mau pergi keluar dulu sebentar, jadinya aku gak bisa nemenin kamu makan deh."
"Mau pergi kemana lagi Mas, emangnya kamu gak cape apa baru pulang dari bali langsung pergi lagi."
"Sebenarnya cape sih, tapi tiba-tiba saja ada kerjaan dadakan yang harus aku selesaikan sekarang ini."
"Ya sudah hati-hati." Menatapnya datar.
"Ya sudah aku pergi dulu yah dan kamu hati-hati dirumahnya."
__ADS_1
"(Menganggukkan kepalaku tanpa meliriknya sama sekali)."
Setelah mendapat ijinku, kini Dia pun langsung pergi dengan begitu sumringah sekali. Lalu aku yang melihat kepergiannya, hanya bisa diam dengan otak yang penuh tanda tanya kepadanya.
"Aku tidak tau akan hal apa yang sedang membuatmu sebahagia itu, tapi aku hanya berharap kalau kamu bisa sebahagia itu karna keberhasilan pekerjaanmu saja bukan karna yang lainnya." Bisikku dalam hati.
Selesai makan, aku langsung pergi bersantai diruang tamu untuk menunggu kepulangan suamiku sembari menonton tv.
Aku menunggunya sampai larut malam, namun tak ada tanda-tanda bahwa dia akan pulang.
Karna takut kenapa-kenapa, aku pun memutuskan untuk menelponnya. Setelah cukup lama ku berusaha untuk menghubunginya, kini dia pun mengangkat telponku.
📞:"Hallo Mas... kamu lagi dimana sekarang, kok belum pulang juga."
📞:" Maafkan aku Tiara karna sudah membuatmu menungguku...Karna untuk malam ini aku tidak akan pulang soalnya kerjaanku masih numpuk dan belum selesai juga, Jadi sekarang pergi lah tidur karna ini sudah begitu larut."
Karna malam ini Ryan tidak akan pulang, jadi aku pun memutuskan untuk pergi tidur saja.
...Keesokan Harinya...
Saat aku baru selesai mandi, aku berencana untuk membuatkan sarapan pagiku. Namun, saat aku sedang berjalan menuruni tangga tiba-tiba pandanganku tertuju kepada Ryan yang baru saja pulang.
Senang akan kepulangannya, aku pun langsung bergegas untuk menghampirinya.
"Kamu baru pulang Mas." Dengan wajah yang sedikit cuek kepadanya.
"Oh... kamu sudah bangun ternyata." Tersenyum kearahku.
__ADS_1
"(Menganggukkan Kepalaku)."
Ketika aku ingin berjalan pergi meninggalkannya, tiba-tiba saja dia menahan tanganku sebentar.
"Tiara tunggu dulu." Menarik tanganku.
"(Menolehnya datar), ada apa lagi Mas." Sambil menarik kembali tanganku dari genggamannya itu.
Saat aku menarik tanganku dari genggamannya, dia terlihat begitu kaget saat melihat perubahan sikapku kepadanya saat ini.
"Mmm... ini aku mau kasih tau kamu, kalau selama 5 bulan kedepan aku bakalan melakukan perjalan bisnis ke Los Angeles."
"Lama sekali."
"Karna ini adalah proyek kerja sama yang akan sangat menguntungkan untuk perusahaan Radendra nantinya." Jelasnya dengan antusias.
"Kapan kamu akan berangkat."
"Malam ini aku akan langsung terbang kesana."
"Ya sudah , nanti aku akan membantumu untuk menyiapkan semua kebutuhanmu."
"Terima Kasih Tiara." Senyumnya sembari melangkah pergi kedalam kamarnya
Kemudian aku pun kangsung pergi kedapur untuk memasak sarapan kami.
Selesai kami sarapan, aku pun mulai berjalan dibelakang Ryan menuju kamarnya.
__ADS_1
Kini aku mulai membantunya untuk packing barang. Kusiapkan semua pakaian dan juga kebutuhan yang akan dia perlukan selama di Los Angeles.