Terjerat Cinta Anak Bos

Terjerat Cinta Anak Bos
DUAPULUH SATU TERCIDUK


__ADS_3

Raya sudah siap akan berangkat bekerja. Apapun yang akan terjadi hari ini akan dilaluinya.


"Ra, bisakah kamu pindah bekerja saja, ibu takut nanti terjadi sesuatu sama kamu, kalo kamu masih kerja di sana," ucap Ibu cemas.


"Bu, tenang saja. Nggak akan ada apa-apa sama Raya," ucap Raya menenangkan.


"Tapi kamu harus jaga diri di tempat kerja ya, bilang sama ibu kalo kamu dalam bahaya di sana,"


"Iya bu, jangan khawatir ya," memeluk ibunya.


Suara klakson terdengar dari luar rumah.


"Bian sudah datang, aku pergi dulu ya,"


"Ya sudah hati-hati, ini bekal untuk mu dan berikan ini untuk Bian," memberikan dua kantung berisi kotak makan pada anaknya.


"Iya, siap. Makasih ya Bu,"


Ibu mengantarkan Raya ke depan rumah. Bian turun dari motornya lalu mencium punggung tangan ibu kemudian berpamitan.


Mereka pun pergi bekerja.


"Tumben pake motor, udah nggak mau naik bis ya?" tanya Raya saat turun dari motor karena sudah sampai.


"Tadi aku kesiangan, kalo pake motor kan jadi lebih cepat, biar nggak kesiangan," jawa Bian.


Keduanya masuk ke dalam. Bian mengantar Raya ke mejanya. Namun sampainya di meja Raya sudah kosong dan tidak ada barang-barang Raya di sana.


Tiba-tiba Pak Budi menghampiri Raya dan Bian yang sedang mencari barang-barang Raya.


"Raya, kamu sudah tidak menjadi sekretaris Pak Fian lagi. Kamu sudah di pindahkan ke bagian staff umum." ucap Pak Budi lalu pergi.


Raya dan Bian saling bertukar pandang.


"Seenggaknya kamu sekarang jauh dari bos gila itu," ucap Fian sambil menepuk pundak Raya.

__ADS_1


"Hmmmm,"


"Benarkah semua sudah berakhir? Hanya satu malam saja?" Raya.


"Aku antar ke tempat kamu," ucap Bian.


Namun saat akan meninggalkan meja Raya, Fian baru saja datang. Fian terus berjalan tidak melirik Raya sedikit pun. Mereka seperti tidak saling mengenal sebelumnya. Raya hanya menunduk saat Fian lewat di depannya.


Bian memegang tanga Raya dan menariknya.


"Ayok," ajak Bian.


Sampai di meja barunya, Bian membantu Raya membereskan barang-barangnya.


"Pulang kerja kita ke rumah Gina dulu ya," ajak Ray.


"Siap nona, aku akan mengantar mu," ucap Bian bersemangat sambil mengangkat tangannya di sentuhkan ke jidatnya seperti hormat bendera.


Raya tersenyum.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Mas, kosmetik ku sudah habis. Uang yang mas kasih kemarin masih kurang," pinta Gina sambil yang berada di pangkuan Pak Pras


"Masih kurang? Kamu mau berapa lagi sayang?" tanya Pak Pras lembut tapi genit.


"Limapuluh juta lagi, itu juga masih kurang buat perawatan aku," ucap Gina manja.


"Aku transfer seratus juta, cukup?" sambil terus mengendus punggung Gina.


"Aaahhh, Mas baik banget. Makasih Mas Pras sayang," ucapnya lebih manja.


"Tapi puaskan Mas dulu sekarang," bisik Pak Pras di telinga Gina sambil mengusap-usapkan kumis tebalnya ke dagu Gina.


"Puaskan aku juga, Maaassss,"

__ADS_1


Keduanya saling bercumbu, yang satu ingin memuaskan nafsu birahinya dan yang satu melakukan apapun untuk kepuasan materinya.


Beberapa jam kemudian keduanya selesai dengan nafsu duniawinya.


"Mas, hari ini kamu nggak ngantor?" ucap Gina sambil mengeringkan rambutnya.


"Kamu aja nggak, aku jadi malas ke kantor," jawab Pak Pras.


"Mas, gimana rencana kita. Mas, jadikan nikahin aku sama Fian?"


"Dia akan menikahi mu,"


"Beneran, Mas?"


"Iya, tapi jangan lupa tugas mu kalau nanti kamu sudah nikah sama dia. Kalau tidak kamu tahu sendiri akibatnya," mengancam.


"Lagian, Mas sih, nggak mau cere'in istri Mas. Padahal kan Mas juga nikahin dia secara siri juga," kesal dan memonyongkan bibirnya.


"Dia sudah memberi ku anak laki-laki, aku tidak mungkin menceraikannya,"


"Ya sudah kalo begitu kita jalankan rencana kita," ucap Gina sambil tersenyum jahat di belakang Pak Pras.


"Terserah kamu saja, atur semuanya sama kamu."


Setelah itu Pak Pras bersiap untuk pulang, kemudian Gina mengantarnya ke depan.


Di depan rumah mereka sempat berciuman, namun kemesraan mereka terhenti saat Fian tiba-tiba datang.


"Menjijikan," ucap Fian dengan nada tidak suka.


Pak Pras dan Gina sontak terkejut melihat Fian yang tiba-tiba ada dihadapan mereka.


🌹🌹🌹🌹🌹


like comment vote

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2