
"Ra, kenalin ini mamah aku," ucap Bian memperkenalkan mamanya.
Bu Mira mendekati Raya dan merangkulnya.
"Jadi ini yang namanya Raya, cantik sekali. Saya Mamanya Bian, Mira. Tapi kamu panggil saya mamah aja sama kayak Bian ya," ucap Bu Mira ramah.
"Iya, Mah," masih canggung.
"Mah, Raya ini pinter masak. Masakannya enak banget," ucap Bian memuji Raya.
"Ah biasa aja kok, Mah. Ibu Raya yang pinter masak, Raya cuma bisa sedikit," ucap Raya merendah.
"Pasti kamu belajar banyak dari ibu kamu ya?" ucap Bu Mira masih merangkul Raya.
"Iya, Mah," menujukan deretan giginya.
"Sekarang ayok kita main masak-masakan. Bahan-bahannya udah di siapin kan Mah?" ucap Bian.
"Raya mau bantuin sama ngajarin Mamah masak kan? Soalnya kata Bian masakan Mamah kurang enak," pinta Bu Mira.
Raya mengangguk pelan karena terasa masih canggung.
"Ya sudah ayok kita ke dapur," ajak Bu Mira di ikuti Bian di belakang.
Di dapur sudah ada bahan-bahan makanan yang akan mereka masak. Bu Mira sudah menyiapkan apa yang akan mereka masak.
"Kira-kira enaknya kita masak apa Raya?" tanya Bu Mira setelah menunjukan bahan-bahan yang ia siapkan.
"Mmmm gimana kalo ayamnya kita buat ayam geprek aja, Mamah suka pedes nggak?" jawab Raya sambil memilah-milah bahan-bahan makanan di depannya.
"Mamah suka banget pedes. Ya sudah kita mulai saja masaknya," ucap Bu Mira.
__ADS_1
"Aku bantuin apa nih?" Bian menawarkan diri.
"Kamu potongin aja tempenya nanti kita buat oseng tempe," jawab Raya sambil mencontohkan cara memotongnya pada Bian.
Bu Mira banyak belajar memasak hari itu dari Raya mengikuti setiap yang Raya tunjukan padanya.
Beberapa lama kemudian makanan yang dimasak oleh ketiganya sudah siap di atas meja.
"Hore... Makan enak," seru Bian.
"Pantas saja Bian sudah jarang makan di rumah. Ternyata sudah punya koki yang masakin makanan enak buatnya," ucap Bu Mira menggoda anaknya.
"Hehe, nggak juga sih Mah," tersenyum malu-malu.
"Memangnya Mamah nggak tinggal di sini?" tanya Raya yang heran Bu Mira berkata seperti itu.
"Ini rumah aku sewa sendiri, yah ingin mandiri aja tinggal sendiri. Aku jarang pulang ke rumah Mamah," jelas Bian.
"Iya, Mamah jadi kesepian. Anak-anak Mamah jarang ada di rumah. Papahnya Bian sering pulang malam. Nanti bawa Raya ke rumah ya Bian!" ucap Bu Mira.
"Eh kamu tuh makannya pelan dong. Mentang-mentang ada yang masakin kamu. Jadinya kesedak kan,," ucap Bu Mira sambil menyodorkan segelas air untuk Bian.
"Oh Bian punya kakak ya? Kok nggak pernah cerita?" tanya Raya ingin tahu.
Deg.
Bian tak bisa menjawab pertanyaan Raya karena kakaknya adalah Fian, walaupun mereka saudara tiri.
"Iya Bian punya kakak laki-laki dari Papahnya," jawab Bu Mira.
Sedangkan Bian memilih terus melanjutkan makannya.
__ADS_1
Acara makan malam berlangsung hangat, Bian sangat senang Raya bisa dekat dan membantu mamanya memasak.
"Kalo gitu Mamah pulang dulu ya. Sudah malam, Papah kamu pasti sudah pulang," pamitnya. "Raya, terimakasih sudah mengajarkan Mamah masak, nanti kita masak-masakan lagi ya," ucapnya pada Raya.
"Bian nanti ajak Raya ke rumah, kita makan bersama di rumah, biar suasana rumah nggak sepi lagi," pinta Bu Mira pada Bian.
"Iya, Mah. Nanti kalo Raya ada waktu Bian ajak ke sana," jawab Bian.
"Ya sudah Mamah pulang ya. Bian antarkan Raya pulang jangan malam-malam!" ucapnya lagi.
"Iya Mah,"
Bu Mira merangkul dan mencium pipi kiri kanan Raya lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Bian juga mengantarkan Raya pulang setelahnya.
"Mau naik motor atau mau naik mobil?" tanya Bian.
"Ciee ciee tumben nggak nawarin naik bis, anak horang kaya," goda Raya.
"Jam segini udah nggak ada bis, Ra," jelas Bian.
"Iya, iya, gimana yang mau nganterin aja deh," jawab Raya.
"Pake motor aja kalo gitu biar kamu bisa peluk aku dari belakang," ucap Bian menggoda Raya.
"Noooooooo,"
Bian tertawa.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya....
Mohon maaf lahir dan batin ya semua.... 🙏🙏🙏