Terjerat Cinta Anak Bos

Terjerat Cinta Anak Bos
TIGA "Hantu"


__ADS_3

Pekerjaannya hari ini sangat melelahkan Raya, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Pertemuannya dengan pria itu menyita pikirannya saat ini.


"siapa pria itu?" gumamnya dalam hati.


Bayang-bayang pria itu memenuhi pikirannya, saat pertama kali bertemu wajahnya sangat dekat sekali yang membuat jantungnya berdebar hebat. Raya membayangkan jika saja saat itu pria itu menciumnya.


"ish, apa yang aku pikirkan, kenal saja tidak" rutuknya.


Raya pun akhirnya tertidur dalam bayang-bayang seseorang yang baru ia temui dan belum dikenalnya.


Esoknya seperti biasa ia berangkat ke kantornya dengan menaikin bis kota. Sampai di kantor Vira sudah datang lebih dulu di sana.


Gina sekretaris Pak Pras memberitahukan bahwa Direkturnya sedang sakit dan tidak akan datang ke kantor.


"yang bener, Gin Pak Pras gak ngantor hari ini?" tanya Vira memastikan.


"iya tadi istrinya telepon katanya Pak Pras sakit. Padahal kita hari ini seharusnya tanda tangan kontrak kerja sama bernilai milyaran sama klien, nggak jadi deh dapet bonus" jelas Gina.


"bukannya istri Pak Pras udah meninggal yah?" tanya Vira karena setahunya istri direkturnya sudah tiada.


"istri mudanya" bisik Gina mendekatkan mulutnya ke telinga Vira yang langsung ber oh ria dalam hatinya.


Di sisi lain ada yang senang dengan berita sakitnya sang Direktur.


"kayaknya ada yang lagi seneng nih, cerita dong" kata Vira yang melihat Raya mengumbar senyum di wajahnya.


"biasa aja kok, sok tahu nih orang," jawab Raya menyembunyikan suasana hatinya.


"iya deh iya" ucap Vira.


Selang beberapa lama Pak Budi manager personalia memperkenalkan karyawan baru. Raya terkejut melihat karyawan baru yang berada di samping Pak Budi dia adalah pria yang kemarin bertemu dengannya, pria yang waktu itu menolongnya.


"perkenalkan ini rekan kerja kalian yang baru namanya Fabian" ucap Pak Budi memperkenalkan pria yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"selamat pagi teman-teman, mohon bantuannya dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik" ucap pria itu dengan senyum yang terbaik yang membuat Raya semakin meleleh melihat senyuman itu.


"selamat bekerja Bian, meja mu di sebelah Raya, Raya tolong di bantu" perintah Pak Budi.


Raya mengangguk kemudian mempersilahkan Bian menempati meja yang ada di sebelah mejanya.


Raya semakin dibuat tak karuan, seseorang yang sudah dua hari ini tidak sengaja bertemu dan menjadi bahan pikirannya kini berada di sampingnya.


"kamu kerja disini?" tanya Bian sambil berbisik ke Raya.


Raya menoleh ke arah Bian dan mengangguk, Bian melihat pipi yang merona di wajah Raya membuatnya tersenyum karena Raya terlihat cantik dengan pipi meronanya.


"ngapain dia nanya gitu, kita kan pernah bertemu di kantor ini? basa basi tempe dasar, ah kenapa juga nih jantung kayak mu loncat aja dia duduk di sebelah" rutuknya dalam hati sembari berpura-pura membuka-buka berkas kerjanya.


Hari ini dilalui Raya dengan banyak perasaan yang menggelayuti hatinya. Sepulangnya ia ingin cepat-cepat meninggalkan kantor. Supaya ia cepat menjauh dari Bian, yang membuatnya tak karuan seharian ini.


Sampai naik bis ia duduk di kursi kedua dari depan di sebelah kaca agar bisa lihat keluar sepanjang perjalanan ke rumah. Tanpa Raya sadari Bian sudah ada duduk di sebelahnya.


Raya mengenali suara itu, ia berbalik ke sampingnya dan melihat Bian disana. Matanya melotot tak percaya bahwa yang dilihatnya adalah Bian.


"kenapa melotot gitu, kayak lihat hantu saja" ujar Bian yang melihat ekspresi Raya saat melihatnya.


"memang kau hantu, suka datang tiba-tiba" jawabnya pelan terdengar seperti menggerutu.


"apa?" tanya Bian yang tidak mendengar jelas apa yang di katakan Raya.


"enggak" Raya tersenyum yang di paksakan.


Sepanjang perjalanan dalam bis suasana hatinya semakin tak karuan berada dekat dengan Bian.


"aduh kenapa nih jantung degdegan terus, gara-gara nih orang deket-deket aku terus, dasar hantu bikin jiwa tak tenang terus" gerutu dalam hati Raya.


Sedangkan Bian menikmati perjalananya, dengan mendengarkan musik dari ponselnya menggunakan earphone yang menggantung di telinganya.

__ADS_1


Raya turun di tempat pemberhentian bis yang dekat dengan rumahnya. Raya mempercepat jalan agar cepat sampai di rumahnya. Setelah sampai di rumahnya ia cepat-cepat masuk ke dalam dan langsung ke kamar.


"eh kok main nyelonong aja," saut ibu yang melihat anaknya langsung masuk ke kamarnya.


Raya merebahkan badannya di atas tempat tidur, menarik nafasnya dalam-dalam.


"akhirnya aku terlepas dari si hantu itu" katanya bicara sendiri.


Raya segera membersihkan dirinya karena merasa tak nyaman dengan keringat setelah seharian beraktivitas. Ketika ia sedang mengganti bajunya, terdengar suara ibu yang memanggilnya.


"Raya ini ada teman mu datang" panggil ibu.


"iya bu, sebentar lagi Raya ke bawah" jawabnya.


"siapa ya? tumben ada yang nyariin aku jam segini,"ucapnya dalam hati.


Karena kamar Raya berada di lantai dua rumahnya, ia menuruni tangga menuju ke depan rumahnya.


"siapa bu??" tanyanya yang berpapasan dengan ibu yang akan ke dapur membuatkan minuman.


"pacar kamu" goda ibu sambil tersenyum penuh arti.


"pacar apaan" jawabnya.


Dan ketika Raya melihat siapa yang sedang berada di depan rumahnya sontak ia berteriak.


"IBU IBU ADA HANTU BU" teriaknya dengan keras dan langsung lari ke dalam rumah.


Bian yang mendengar teriakan Raya ikut masuk ke dalam rumah, mengira ada hantu sungguhan di sana. Ibu pun yang ada di dapur dengan cepat datang ke arah teriakan anaknya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hay readers, jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian ya dengan like n comment di setiap episode nya.... oh ya jadikan favorit juga untuk dapatkan notif di setiap UP terbarunya.... terimakasih semua 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2