
"wow, anaknya Pak Prastian ganteng banget, coba aja aku belum punya tunangan pastinya sudah aku embat tuh Pak Fian itu" seru Vira yang tak henti-hentinya memuji Fian sedari kelur dari ruang meeting.
"lebih gantengan lee jong suk (aktor korea) daripada si Pak Fian itu" selah Raya yang tidak suka dengan Vira yang terus memberi pujian untuk anak dari musuh besarnya.
"dia bagian aku, jadi jangan ada yang coba-coba dekatin dia" seru Gina yang tiba-tiba datang di belakang mereka.
"tenang Gin, kamu aman, aku nggak suka dan Vira sudah punya tunangan, jadi pasti kita dukung kamu sama Pak Fian" jelas Raya.
"terimakasih Raya, kamu memang teman yang baik" jawab Gina sembari menepuk pundak Raya.
Bian yang mendengar percakapan ketiga gadis itu hanya geleng-geleng kepala dan diam seribu bahasa.
Fian melewati ruangan Raya, ia melihat Bian disana tengah sibuk dengan komputer di depannya. Fian berhenti sejenak memperhatikan seluruh ruangan lalu pergi ke ruangannya bersama Gina.
"Gina, tolong carikan sekretaris untuk ku, seleksi dengan benar, aku ingin yang sesuai selera ku" perintah Fian.
"baik, Pak, nanti saya akan pasang iklan di surat kabar dan media online" jawab Gina.
"hmmmm" Fian.
"kenapa nggak cukup aku aja si, buat jadi sekretaris hati kamu, bakal ada saingan ini kalau ada sekretaris baru" ucap Gina dalam hati.
"baik, Pak, kalau sudah tidak ada yang anda butuhkan lagi saya kembali ke meja saya, semua berkas penting perusahaan sudah saya simpan di meja anda, kalau anda butuh sesuatu silahkan panggil saya, permisi" jelas Gina.
"hmmmm" Fian.
Gina keluar dari ruangan Fian kembali ke mejanya dan mengerjakan apa yang di perintahkan Fian mencarikan sekretaris baru untuknya.
__ADS_1
Sementara itu Raya merasa aneh melihat Bian yang cukup pendiam kali ini. Semenjak kembali dari ruang meeting Bian lebih banyak diam, tidak seperti biasanya.
"heh, kamu enggak akan istirahat, sudah jam istirahat nih, rajin banget kerja terus" ajak Raya pada Bian yang masih fokus menatap layar monitornya.
Bian yang di ajaknya masih tetap diam seribu bahasa seperti tidak mendengar ajakan Raya.
"nih orang memang aneh, yuk ah Vir tinggalin aja" ucap Raya pada Vira yang sudah siap akan keluar ruangannya untuk makan siang.
Di depan lobi Raya dan Vira bertemu dengan Fian, mereka menyapanya terutama Vira yang sangat semangat saat bertemu Fian di lobi.
"siang , Pak Fian" sapa Vira sedangkan Raya hanya tersenyum tipis.
Fian berjalan melewati mereka tanpa menjawab sapaannya.
"wiiiihhh sombong banget, so bossy banget tuh orang, ganteng tapi sombong mah ah kelaut aja boss" ucap Raya.
"dih ini anak gitu amat, siapa tau di balik kesombongannya ada jiwa yang dermawan bersemayam" balas Vira.
"tolong ingat dengan seksama kamu juga jones kali haha" timpal Vira.
"hmmm," mengerucutkan bibirnya sadar diri bahwa ia pun belum punya pacar bahkan belum pernah merasakan yang namanya pacaran.
Mereka makan siang di pujasera belakang kantornya, selain harganya murah ada banyak pilihan menu yang mereka suka.
"bu aku nasi ayam geprek satu ya sama es teh manisnya juga" pesan Raya.
"aku lotek pake lontong minumnya sama aja es teh manis" pesan Vira.
__ADS_1
Kemudian mereka duduk dibangku yang ada disana. Dua puluh menit kemudian pesanan mereka datang, karena sudah lapar mereka langsung melahapnya.
Raya teringat Bian yang tadi masih sibuk dengan pekerjaannya, ia berinisiatif untuk membelikannya nasi bungkus untuk Bian.
"cie perhatian banget" goda Vira.
"bukan perhatian, tapi kasihan tuh anak orang hari ini kayak orang bisu, dari tadi diem terus nggak ngomong-ngomong" jelas Raya.
"ya sama aja kali Ra, sebentar lagi aku dapet teraktiran tanda jadian nih" ucap Vira.
"ah terserah deh, yang pasti aku nggak akan jadian sama si hantu itu" sela Raya.
"hantu?" tanya Vira bingung.
"ah sudah, kamu nggak akan ngerti" ucapnya lagi.
Raya membawa kantong berisi makanan untuk Bian di tangannya. Dan di depan kantor mereka bertemu lagi dengan Fian karena keasikan ngobrol Raya tidak melihat ada Fian di depannya yang sedang membelakanginya.
Dan....
Buuuugggghhh.....
Raya menabrak Fian, kantong yang berisi makanan untuk Bian jatuh untung saja isinya masih bisa di selamatkan. Fian terhuyung kedepan, dan Raya terjatuh dengan posisi tertelungkup.
"kalau jalan tuh pake mata" bentak Fian lalu pergi meninggalkan Raya yang masih belum bangun dari posisinya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
jangan lupa untuk like comment n vote
terimakasih 🖤🖤🖤