Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Lulus?


__ADS_3

"Kenapa waktu berjalan itu gak berasa ya? Apa mungkin jika aku bersama mu, waktu bisa berhenti?"


---------------------------------------------


Hah kok ada mobil Ezra dia kan gak bimbingan, Ngapain dia kesini? batin Maureen


Ezra pun menghampiri Maureen.


"Hai sayang" sapa Ezra


"Vian ngapain? " tanya Maureen


"Mau ngajak kamu jalan-jalan" ucap Ezra


"Vian aku kan mau bimbingan skripsi ini soalnya minggu terakhir" ucap Maureen lugu


"Kamu lupa apa kata Dekan" ucap Ezra


"Emang apa?" tanya Maureen


Flasback on


"Ezra, Kevan, Erdin, Laura,.Bella, Maureen" ucap Dosen


"Ya bu" ucap Mereka berenam menghampiri Dosen tersebut


"Kalian Berenam di panggil ke ruang Dekan" ucap Dosen


"Baik bu" ucap mereka berenam serentak


Mereka pun segera ke ruangan Dekan


Tok Tok Tok..


"Masuk" ucap seseorang dari dalam


Ezra pun membuka pintu dan mereka semua masuk


"Bapak panggil kita? " tanya Kevan


"Ya silahkan duduk" ucap Dekan


Ezra dan Maureen pun duduk dan yang lain berdiri karna kursinya hanya ada 2


"Jadi begini, kalian kan hari ini adalah minggu terakhir kalian semua bimbingan skripsi, bukan?"


"Ya pak" ucap mereka semua


"Kalian gak bimbingan sore ini karna skripsi kalian akan di antar kedosen besok karna bapak yakin kalian pasti sudah siap dan seminggu lagi kalian akan wisuda"


"Beneran pak" ucap mereka semua serentak


"Yaa kalian semua lulusan termuda, kalian seharusnya 6 bulan lagi kan lulus, karna kalian adalah murid kebanggan kampus kita terlebih Ezra dan Maureen karna Maureen banyak prestasi dan Ezra sudah turun ke dunia bisnis sesuai dengan jurusannya membuat kampus kita semakin maju"


"Alhamdulilah " ucap mereka lagi


"Pokoknya selamat Ezra, Kevan, dan Erdin kalian yang seharusnya 6 bulan lagi jadi minggu besok. Dan untuk Maureen, Laura, dan Bella kalian yang seharusnya lulus 1 setengah tahun lagi jadi minggu besok kalian yang cewek adalah lulusan sangat muda yang ada di kampus kita dan setelah Maureen, Laura, dan Bella lulus mereka sudah bisa bekerja di rumah sakit umum Dokter Awan Malikh rumah sakit punya keluarga Malikh dan di kelola oleh Malikh Company Gruop"


"Beneran pak?" tanya Maureen, Bella, dan Laura


"Ya, kalau Maureen bapak gak ragukan bakalan masuk di sana, yang ada dia yang jadi direktur rumah sakit"

__ADS_1


"Paling pinter bapak, emang saya di suruh jadi Dikrektur di rumah sakit itu dan rumah sakit itu akan di lepas tangankan oleh perusahaan bang Kevin"


"Enak lah kalau gitu Maureen"


"Ya pak"


"Kalau gitu kami izin pulang ya pak" ucap kereka semua


"Baiklah kalian boleh pulang hati-hati di jalan"


"Ya pak, terima kasih" ucap mereka semua lagi


Flasback Off


"Eh iya ya kok aku lupa?"


"Makanya Reren ku jangan kebanyakan makan micin"


"Aku gak pernah makan micin"


"Yaudah yuk pergi"


Mereka pun pergi ketempat mereka ingin kan sampain malam. Ezra mengantar Maureen pulang dan Maureen langsung istirahat karna senang skripsinya sudah selesai karna ia sudah awal-awal menyiapkan dan tentunya dengan bantuan sang kakek yang juga seorang dokter bedah.


**Pagi harinya**


Pagi hari pun datang. Matahari tak malu untuk menampakkan sinarnya. Burung senang bernyanyi bersama kelompoknya. Dan ayam senang dengan kokokannya untuk membangunkan semua orang.


Maureen pun terbangun dari mimpi indahnya dan segera mandi dan memakai bajunya. Setelah selesai ia pun duduk di pinggiran ranjang Queen sizenya.


Sekarang Maureen sedang memikirkan lusa karna ia akan lulus dan saat ini ia sedang libur kuliah. Maureen ingin sekali jalan-jalan hanya sedekar rekreasi bersama keluarga tercintanya, karna, ia tau bahwa abangnya yakni Kevin sedang sibuk mengurusi perusahaan.


"Pagi anak Bunda yang cantik" sapa Angel kepada anak perempuan semata watangnya itu.


"Anak Ayah pagi-pagi kok udah kusut mukanya" ucap Sigit heran dengan anaknya itu


"Ia dek muka mu kok kayak baju belum di setrika. Setrikanya mana? marah sama adek?" tanya Kevin yang mau melucu tapi garing


"Udah jomblo diam ajalah gak tau urusan hati tu gimana" ucap Maureen mengolok abangnya yang jomblo sejati


Teganya kau Ren, Jiwa jomblo ku tersakiti. batin Kevin


"Eh abang jomblo-jomblo gini calon imam terbaik tau buat istri ama anak-anak abang" ucap Kevin membela


"Udah, Dengarin Maureen dulu Kevin dia belum selesai bicara" ucap Sigit membela anak bungsunya itu


Yaelah enak banget jadi anak bungsu cewek lagi so pasti di manja, apalah daya jadi anak sulung kerjaan numpuk, gak ada senang-senang, gak bisa main bebas kayak Maureen. Nasib-nasib batin Kevin


"Jadi gini Yah, Bun ama bang Kevin. Kan Maureen lusa udah wisuda, kita rekrasi napa ajakin Ezra biar bang Kevin ada temennya sekalian Maira, Laura, Bella, Kevan, Erdin, sama sepupunya Ezra yabg dr malaysia Maura" ucap Maureen penuh harap


"Yaudah Ayah sama Bunda gak sibuk juga, kalau kita rekreasi sama keluarga Ezra sama temen kamu juga gak apa, biar kita tambah kenal sama calon besan ya gak Yah? " tanya Angel


"Yalah" ucap Sigit


"Abang deadline dulu kerjaan abang biar besok pergi" ucap Kevin


"Yes! Makasih, kalian semua keluarga terbaik" ucap Maureen


"Owh ya lah, Verrel sebenarnya juga ngajak abang sama kalian semua rekreasi 2 keluarga ke villa dia di Padang" ucap Kevin


"Padahal Ayah baru mau bilang kita ke puncak soalnya Ayah baru beli Villa baru" ucap Sigit

__ADS_1


"Bosan kali ya ke puncak tiap minggu" ucap Angel


"Ok fixs kita ke Padang, Maureen belum pernh kepadang sama sekali" ucap Maureen antusias


"Ya bujuk lah pacar mu dek mana tau dia mau pinjamin Villa dia ini kan abang bilang cuman Villa punya Verrel belum punya Ezra" ucap Kevin


"Hah! Ezra punya berapa Villa sih banyak amat? "


"Namanya CEO bisnis banyak, uang banyak wajar lah, Ezra CEO muda lagi jet pribadi dia aja 2, Verrel 1, punya keluarga 2 jadi jet mereka 5. Mension Verrel 4, hotel 3, rumah sakit 4, sedangkan Ezra Mension 6, hotel 15, restoran 30, butik 20, rumah sakit 3. "


"Aku kok gak nyangka bang Ezra bisa sekaya itu?"


"Makanya keluarga Syahab jadi nomor satu, kita nomor dua, Keluarga Dalvin nomor tiga"


"Abang kenal Dalvin? "


"Siapa yang gak kenal Dalvin anak sulung dari keluarga Saga"


Sangking enaknya mereka bicara mereka tak menyadari ada ketukan di pintu utama. Bi Siti yang mendengar pun membuka pintu.


"Non Maira!" ucap Bi Siti


Maira menaruh jari telunjuknya di bibir bi Siti untuk menyuruhnya diam. Bi Siti pun hanya mengangguk.


Maira masuk dengan mengendap-endap seperti maling. Maureen yang memiliki firasat ada maling pun langsung berbalik dan memukul serta menendang Maira dengan gerakan Silat yang ia pelajari sedari kelas 4 SD dan saat ini sedang mengantongi sabuk Merah.


"Reennn! sakit" ucap Maira yang mendapati dirinya sedang meringis kesakitan dn terduduk di lantai


"Maira!! " ucap Maureen senang


"Apa Maira Maira, sakit tau lagian sejak kapan kamu pintar beladiri?"


"Kelas 4SD kenapa? "


"Gak ada, aku kan gak ada salah kenapa mukul aku sakit tau"


"Salah kamu kenapa masuk endap-endap kayak maling?"


"Tadi aku mau ngejutin tapi gak jadi"


"Salah kamu berarti" sambar Kevin


"Oui desole (Ya maaf) "


"Ya ya, yuk sini aku obatin dulu"


Maira pun berjalan kearah Maureen. Maureen pun mengobatinya dengan hati-hati agar Maira tidak kesakitan.


:


:


:


:


Bersambung.


ig:rhmsyfitri_


Maaf kalau banyak Typo 🙏

__ADS_1


__ADS_2