Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Kenapa Harus dia?


__ADS_3

Hai readers, apa kabar?


Semoga suka sama episode kali ini ya!


Kali ini aku bakalan bikin Eps tentang Kevin dan Jessy dulu ya😊


Maaf kalau banyak Typo🙏


Happy Reading💙


***********


-Paris, Prancis-


Saat ini Kevin sedang berada di kantor cabang perusahaannya di Prancis. Ia ke Prancis karena Eric (abangnya Maira) mengajaknya untuk bekerja sama antara perusahaan warisan kakek dari ibunya yakni Pradipta Compeny dan Malikh Gruop.


"Vin makan yuk, aku lapar ni" ucap Eric


"Tunggu bentar" jawab Kevin


"Cepat lah Vin, aku udah lapar" ucap Eric


Untung saja Eric bisa berbahasa indonesia dengan sangat lancar seperti Maira, jadi Kevin tak susah-susah untuk berbicara bahasa Prancis dengan sepupunya ini. Bahasa Prancis yang menurutnya tak sesuai dengan bibir imdonesianya.


"Oke udah siap, kuy" ucap Kevin


Mereka pun pergi dengan berjalan kaki, karna orang prancis lebih banyak berjalan kaki dei bandingkan dengan menaiki kendaraan.


Di tengah jalan Eric melihat sesosok cewek yang menurutnya ia kenal.


"Ehh Vin tunggu bentar" ucap Eric sambil memegang pundak Kevin


"Apaan sih Ric?"


"Itu bukannya Jessy ya, cewek yang kau kirim fotonya terus kau bilang kalau dia hama di hidup kau" ucap Eric sambil menunujuk kearah salah satu cewek


"Ngapain dia sama cowok, masuk cafe lagi?" tanya Kevin heran, karena ia tau Jessy tidak pernah pacaran


"Kau pikir lah, cewek-cowok masuk cafe, kira-kira ngapain mereka?"


"Kemungkinan dinner" jawab Kevin


"Nah tuh kau tau, gak mungkin cewek sama cowok masuk cafe terus mereka mau berenang"


"Garing Ric"


"Eh Vin, Ikutin yuk" ucap Eric sambil menarik lengan Kevin

__ADS_1


"Ehh, woy woy, ngapain gue ngikutin cewek yang gak penting"


"Ga penting kok tatapannya kayak cemburu?"


"Diam lah!" ucap Kevin mulai marah. Eric pun menatapnya heran.


Ngapain juga gue marah, Jessy bukan siapa-siapa gue, malahan dia hama di hidup gue. Hama kan harus di singkirkan. batin Kevin


"Jessy, kita berdua boleh gabung gak?" tanya Eric yang saat ini sudah sampau di meja Jessy. Kevin yang sedari tadi melamun pun terkejut.


Ni anak buat ulah lagi ni. Males gue ah! batin Kevin


"Siapa ya?" tanya Jessy


Kenapa harus dia? batin Jessy


"Aku Eric Gevino Malikh, abang Maira" jawab Eric


"Oh, abang Maira" ucap Jessy


"Iya, kita boleh gabung gak ni?" tanya Eric lagi


"Ehm..." ucap Jessy sambil melihat ke pria yang duduk di sampingnya. Mendapat tatapan itu, pria itu sadar dan menganggukkan kepalanya


"Boleh deh" ucap Jessy


"Ric, kau jangan bikin ulah deh. Pakai acara semeja pula sama Jessy" bisik Kevin


"Udah, kau nikmatin aja" bisik Eric selo


"Kalian udah pesan makanan?" tanya pria di samping Jessy dengan bahasa indonesia.


"Udah" jawab Kevin dingin


"Kita belum kenalan. Nama aku Mervin Leonard Arvi" ucap Mervin


"Oh tuan muda keluarga Arvi, aku Eric. Ini Kevin Valendro Malikh sepupu aku" ucap Eric sambil menyikut lengan Kevin


"Kevin" ucap Kevin dengan nada dinginnya sambil membalas uluran tangan Mervin


"Mervin" ucap Mervin, lalu melepaskan jabatan tangannya dengan Kevin.


"Kalian berdua pacaran ya?" tanya Eric


"Enggak, kita cuman sahabatan doang kok" jawab Jessy


"Sahabat apa TTM?" tanya Eric

__ADS_1


"Sahabatan Kak" jawab Jessy


Ni anak aneh, sama gue gak mau bilang Kak atau bang, malah panggil nama gue. Padahal gue 3 tahun lebih tua dari dia sama kayak Eric batin Kevin


"Ya deh" jawab Eric


Makanan pun tiba, mereka memakannya dengan lahap tanpa suara. Setelah selesai makan, Kevin yang malas dengan kehadiran Jessy pun bersyukur ada telpon yang masuk. Kevin segera menggunakan bluetooth di telinganya, karena telpon ini dari Dion ia pun meminta izin untuk menjauh.


"Saya ada telpon penting" ucapnya dingin lalu pergi ke luar mencari bangku untuk ia duduki.


Kevin:"Ya, Yon ada apa?"


Dion:" Tadi gue dapat kiriman foto dari Aldi, dan di foto itu gue liat Maureen lagi duduk berduan sam Dalvin di Cafe."


Kevin:"Maureen berduaan sama Dalvin?"


Dion:" Ya, gue udah ngirim fotonya sama lu"


Kevin:"Gimana reaksi Ezra?"


Dion:"Yang gue tau Ezra marah besar, dan jika Ezra salah paham, dan menyimpulkan bahwa mereka berdua janjian, bukan Dalvin aja yang habis. Mungkin Maureen di bikin patah hati sama Ezra"


Kevin:"Gak bakalan gue biarin Maureen patah hari gara-gara Ezra. Lu udah selidiki rencana ini?"


Dion:"Gue udah selidiki, tapi mungkin akan memakan waktu untuk mendapatkan hasilnya, karena cctv tidak terlalu kelihatan dan tempat mereka duduk"


Kevin:" Cari terus buktinya, gue yakin mereka bukan cumn berdua, tapi bertiga. Maureen itu kalau pergi kemana-mana pasti ada Maira. Oke, lu selidiki terus dan kalau buktinya udah dapat segera hapus bukti yang nyata dan simpan salinannya, gue mau liat gimana ekspresi Ezra, apakah dia memang ambil keputusan dari otak atau dari hati"


Dion:"Oke gue jalanin" ucap Dion lalu ditutup oleh Kevin.


Dion berbicara seperti iti, karena di suruh Kevin untuk tidak terlalu formal dan memanggil seperti sahabat sendiri saja.


Berani lu sakitin adek gue, gue bakalan abisin lu. Gak perduli lu itu dari keluarga Syahab keluarga terkaya, gue akan tetap lawan siapapun itu gak peduli dari mana dia berasal, kalau dia udah nyakitin Maureen, gue gak akan tinggal diam. batin Kevin


Kevin segera menghubungi Eric untuk pulang.


Eric:"Woy kau kemana sih? aku udah nyariin dari tadi"


Kevin:"Aku ada di taman di dekat cafe, kau kesini cepat. Dan kita langsung pulang" ucap Kevin lalu mematikan ponselnya secara sepihak


---


Hais! untung aja kau sepupu ku kalau gak udah ku bom tubuh kau di tambah dengan peluru yang bakalan bersarang di otak kau batin Eric kesal


Eric pun segera pergi ketempat yang di tuju Kevin. Lalu mereka pulang.


Mervin Leonard Arvi

__ADS_1



__ADS_2