Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Flaying Foxs


__ADS_3

*Pagi harinya di kamar Mureen*


Matahari masuk ke dalam kamar Maureen. Maureen terlihat silau karena kasurnya dekat dengan jendela yang sangat besar. Maureen pun bangun karna cahaya matahari tersebut. Ia segera mandi. Setelah selesai mandi ia membuka kopernya dan berpikir akan memakai baju apa. Pilihannya jatuh pada baju atasan pendek berwarna biru di padukan dengan baju berwarna hitam yang ia masukkan ke celana dan celana jeans berwarna biru langit. Rambutnya ia ikat satu dan poni panjangnya di tinggalkan sedikit di bagian depan. Maureen memakai make up tipis dan memilih sepatu snekers putih kesayangannya. Tak lupa Maureen menyemprotkan parfum kesukaannya ke bajunya.Setelah di rasa siap ia pun turun ke ruang makan


*Kamar Ezra*


Ezra saat ini masih setia dengan kasurnya sementara teman-temannya sudah kumpul di meja makan. Suara ketukan pintu terdengar oleh Ezra. Ia menggerutu karna seseorang berani menggagu tidurnya.


"Siapaa?" tanya Ezra dengan suara khas orang bangun tidur.


"Maaf Tuan ini bi Ratih, saya mau kasih tau bahwa Teman-teman Tuan sudah menunggu di meja makan" ucap Bi Ratih langsung pergi


Ezra pun segera bangun dan melihat jam 07.45. Ezra dengan gerakan cepatnya lari langsung kedalam kamar mandi. Setelah mandi ia memilih asal bajunya. Saat ini Ezra memakai kaus oblong berwarna hitam di padukan dengan jaketnya berwarna biru dan celana jeans berwarna hitam. Ezra memakai minyak rambut dan merapikan rambutnya dan memakai sedikit parfum kesukaannya. Untuk sepatu ia memakai snekers berwarna hitam dan laysnya berwarna putih. Ia mengikat tali sepatunya dengan cekatan dan langsung turun keruang makan.


**Ruang makan**


Saat ini Maureen dan teman-temannya sedang makan, sedangkan Ezra baru turun.


"Yaelah baru turun lu Zra?" tanya Erdin


"Kesiangan gue, capek kemarin" jawab Ezra


"Yaudah makan nih" sahut Maureen


"Ekhm.. di lihat-lihat baju Ezra sama Maureen sama ya" ucap Laura


"Ya ni sama" jawab Bella


"Jodoh gak kemana kali" sahut Kevan


"Nah bener tu" ucap Kevin

__ADS_1


"Gue kapan punya jodoh coba?" ucap Verrel


"Elu kan Playboy masa belum dapat cewe?" ucap Kevin keceplosan


"Eh.. dr. Verrel Playboy ya?" tanya Maira


"Ehhh... gak gitu maksudnya tu.." Verrel kebingungan menjawab pertanyaan Maira


"Nah udah siap sarapannya kan? yuk pergi" ajak Maureen


Mereka pun mengiyakan dan langsung pergi dengan mobil dan yang menyetir adalah Ezra. Saat sampai di tempat tujuan mereka semua turun dengan sangat senang. Laura langsung bertindak dan merayu Kevan untuk menjadi fotografernya.


Ya allah apa dosa Kevan, bukannya foto berdua sama pacar ni malah pacar yang di suruh jadi fotografer batin Kevan kesal


Mereka semua berfoto dan kali ini semua cowok jadi fotografer, kecuali Kevin.


"Vin, boleh fotoin aku tak?" tanya Maura


Maura pun tersenyum kecut dan langsung pergi berfoto sendiri. Setelah puas berfoto mereka pun pergi ke museum. Saat ini mereka sedang di dalam museum yang sangat ramai karna hari ini merupakan hari libur. Mereka tak lupa berfoto di peninggalan-peninggalan manusia jaman dulu. Mereka sangat bersenang-senang, kesempatan ini lah yang diambil Verrel untuk mendekati Maira dengan sikap romantisnya. Sementara Maura tetap membujuk Kevin agar mau berfoto dengannya tapi hasilnya Kevin masih saja berkesan sangat dingin.


Setelah dari Museum mereka berjalan-jalan di sekitar daerah itu. Maureen melihat ada Flaying Foxs. Ia membujuk mereka semua untuk menaikinya. Mereka dengan senng hati memenuhinya. Mereka juga membuat tantangan. Siapa yabg takut dialah yang meneraktir mereka semua sate Padang yang enak. Setelah semua setuju dengan tantangannya mereka pun mulai menaiki Flaying Foxs yang sangat tinggi itu, Dimulai dengan Maureen, Ezra, Erdin, Bella, Kevan, Laura, Maira, Verrel, Kevin dan Maura. Mereka sudah menentukannya


Maureen sudah siap dengan perlengkapannya. Maureen sangat santai menghadapi ketinggian karna ia memang suka ketinggian.


Setelah Maureen ada Ezra yang akan di luncurkan. Ezra sangat senang dan tidak berteriak seperti Maureen sangking senangnya.


Di lanjutkan dengan Erdin. Erdin tidak takut ketinggian karna ia berpikir mafia mana yang takut ketinggian? Erdin sangat senang dan ia lolos dari tantangan itu.


Lanjut oleh Bella. Bella sangat takut ketinggian. Ia trauma dengan ketinggian dan ia pasrah akan mentraktir mereka. Sesampainya Bella di bawah ia menangis karena takut. Erdin pun menenangkannya.


Kevan yang sangat senang bila diatas ketinggian itu tertawa sepanjang peluncuran flaying fox itu. Ia sangat suka ketinggian karna bisa melihat musuh dari atas.

__ADS_1


Laura sangat takut ketinggian. Sepanjang peluncuran ia bergetar dan menangis. Ia pasrah bila di suruh mentraktir mereka. Laura bersumpah tidak akan menaiki benda sialan itu lagi.


Maira sama dengan Maureen ia sangat suka ketinggian. Karn ketinggian salah satu dari olahraga fisik kesukaannya. Sepanjang perjalanan ia berteriak senang dan sekalian membuat vlog untuk instagramnya.


Verrel sama dengan cowok lainnya sangat suka dengan ketinggian. Sepanjang perjalanan ia juga ikut membuat vlog seperti Maira.


Kevin dengan muka dinginnya hanya diam saja di sepanjang perseluncuran flaying fox. Muka datarnya membuat orang yang di bawah tertawa terbahak-bahak.


Maura sangat takut ketinggian. Ia hanya pasrah saja. Seperti Laura dan Bella, ia menangis di sepanjang peluncuran. Bedanya ia dengan Bella dan Laura adalah tidak ada yang memeluk untuk menenangkannya seperti Laura dan Bella


"Oke yang traktir kita berarti Maura, Bella dan Laura" ucap Maureen


"Pasrah deh gue" ucap Bella


"Gue pasrah juga lah" ucap Laura


Mereka pun mencari tukang sate dan makan karena memang sudah waktunya makan siang


:


:


:


:


Bersambung....


ig:@rhmsyfitri_


Maaf kalau banyak Typo ๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Kalau kalian penasaran Visualnya bisa lihat di eps 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 12, 14, 17, 19, 20, 21,dan 24 tapi yang sabar ya masih di review


__ADS_2