
"Aku hanya bisa pasrah, aku cinta kamu, kamu cinta dia, dia cinta kamu. Aku bisa apa?"
---------------------------------------------
**Markas Utama Angsa Hitam**
Aldi selaku asisten Ezra berkumpul di ruang rahasia di markas utama. Kevin dan Verrel tidak ketinggalan dengan membawa serta asisten mereka.
"Ngapain lu manggil kita berdua kesini? " tanya Kevin memulai pembicaraan
"Gini bang, kalian kan udah bantuin gue buat nyariin penggemar rahasia Maureen dan gue udah ketemu orangnya. Gue manggil kalian berdua kesini buat bantuin gue nangkap mereka" ucap Ezra Menjelaskan
"Siapa yang berani bikin adek gue jadi cemas gini?" tanya Kevin
"Dugaan pertama kita benar dengan adanya petunjuk dengan inisial nama DAS, SAD, ADS. Mereka adalah Dalvin Alvenilo Saga dan Angga Arkafa Saga"
"Gue udah menduganya" ucap Verrel
"Jadi dia dimana sekarang? " tanya Kevin
"Dia kabur setelah tau kita akan memburunya, entah dari mana Angga tau semua rencana kita dan memberitahunya kepada Dalvin"
"Macam gak tau aja dia ni aku penjinak bom" ucap Verrel
"Aku penembak jitu sekali tembak bisa bersarang peluru di otaknya" ucap Kevin
"Dan kita bisa susun strategi dengan ahli starategi, penembak jitu, dan penjinak bom andalan Angsa Hitam yaitu adek gue" sahut Verrel
"Aldi udah lacak tempat tinggal Dalvin dan Angga. Dan gue udah susun strateginya bang" ucap Ezra.
"Geng Blood gak bakalan kalah melawan mereka"
"Ga usah buru-buru bang mereka udh kerja sama dengan Blue Black atau BB"
"Udah lama kita gak dengar nama mereka lagi" ucap Kevin
"Angsa Hitam sudah menyusun semuanya"
__ADS_1
"The Snow Black akan mengurusnya juga"
"Hah, ganti nama geng lu bang Kevin? "
"Ya kegiatan PCP yang baru kita laksnakan yaitu transaksi senjata api dan bahan peledak sudah di cium oleh pihak berwajib jadi gue ganti aja jadi The Snow Black atau Salju Hitam karna Salju warna putih itu terlalu lembut"
"Pintar lu Vin"
"Ok, jadi gini rencananya, Dion, Aldi, sama Leo pura-pura jadi pengecek air, terus kita pura-pura ngecek listrik mereka, terus Black Swan atau Angsa Hitam, Blood atau Darah, dan The Snow Black atau Salju Hitam bersembunyi di gerbang atau temoat sembunyi lainnya dengan membawa bahan peledak, dan senapan saat kita menembakkan peluru baru mereka bergerak dengan mengepung mereka berdua" ucap Ezra secara detail
"Emang adik gue paling pintar" ucap Verrel
"Tapi kalau kita datang gitu aja tanpa ada yang rusak di rumah mereka, mereka pasti curiga" sahut Kevin
"Gue juga udah mikirin itu, Kita bakalan matiin listrik mereka dan air mereka, lalu kita datang dengan alasan itu agar mereka tidak curiga" ucap Ezra lagi
"Calon adek ipar yang baik" ucap Kevin
"Kita bergerak? " tanya Ezra
"Ayo" ucap Kevin dan Verrel
**Rumah Dalvin dan Angga**
"Yakin lu Nga kita gak ketauan?" tanya Dalvin
"Lu gak tau sepupu lu ini Mafia yang tak kalah besar dengan Black Swan, PCP, dan Blood? " tanya Angga
"Ya ya gue percaya" ucap Dalvin
"Yaudah mandi lu udah Mau malam noh " ucap Angga
"Ya ya" ucap Dalvin pasrah
**Markas Utama Angsa Hitam**
"Jadi kita nyerang mereka malam? " tanya Kevin
__ADS_1
"Ya, Gue boleh gak ajak dua geng lagi punya Kevan sama Erdin katanya mereka mau bantu"
"Boleh, lebih banyak lebih baik"
"Maaf Zra kita berdua telat" ucap Erdin
"Ya, kita udah siapin semua sesuai rencana lo" ucap Kevan
"Mereka berdua adalah penembak jitu dan geng mereka merupakan salah satu Mafia yang cukup besar"
"The Panters dan The Ester ?" tanya Kevin
"Ya itu mereka"
"Bagus dengan gabungan kita siap-siap Dalvin kita kurung di penjara bawah tanah The Snow Black"
Habis lu Dalvin karna berani menganggu Wanitaku batin Ezra
:
:
:
:
:
bersambung
Aldi Danuarta Syahab
ig:@rhmsyfitri_
Maaf kalau banya Typo π
__ADS_1
Mohon bantuan like, Comment, Vote, Tip dan tambahkan ke favorit biar gak ketinggalan Updatenya ππ