Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Salah Sasaran


__ADS_3

Setelah Dalvin mengantarkan Maira dan Maureen pulang Dalvin pun juga ikut pulang. Sesampainya di rumah Angel selaku bunda dari Maureen pun kaget karena kepulangan Maureen.


"Maureen? kamu kok udah pulang, kamu bukannya pulang besok ya?" tanya Angel


"Ya allah, Bun. Bunda lupa ya, Maureen sama Maira kan pulangnya hari ini" jawab Maureen


"Bukannya besok ya? tanggal 29?" tanya Angel heran


"Gini ni aunty kebanyakan perawatan, aunty ku yang cantikk, sekarang tanggal 29" jawab Maira. Angel pun segera melihat hpnya dan menepuk jidat.


"Astagfirullah, bunda lupa bilang pak Udin buat jemput, Bunda lupa. Maaf yang sayang" ucap Angel merasa bersalah


"Gak apa bun, yaudah bun. Maureen sama Maira masuk dulu ya bun" ucap Maureen yang di balas anggukan oleh Angel.


-----


"Gak kerasa ya Reen aku udah jadi dokter spesialis jantung" ucap Maira


"Ya aku juga gak berasa udah jadi dokter spesialis bedah aja" ucap Maureen


"Eh iya, kamu jadi kan kerja di RS Dr. Awan Malikh?" tanya Maureen


"Jadilah, kan grandfa yang nyuruh aku bantuin kamu buat ngelola rumah sakit yang selama ini di kelola sama Malikh Grup" jawab Maira


"Yess ada kawan buat cerita" ucap Maureen


"Eh, ngomong-ngomong kawan, Bella sama Laura baliknya kapan?" tanya Maira


"Mereka baliknya minggu depan katanya, Mereka juga lulusan termuda lho" jawab Maureen


"Wah bagus dong"


"Ga sabar banget busa ngumpul kayak dulu lagi"


"Eh iya kabar Jessy gimana ya? kan kita udah putus komunikasi"


"Iya ya"


"Nanti aku suruh Dion bantu cariin deh"


------


Pikiran gue gak tenang banget ni, gimana kalau gue balik ke Indo aja? gue gak bisa terus di Belanda kalau gue gak tenang gini. batin Ezra. Ezra pun segera mencari nama Aldi di kontaknya dan segera menghubungi Aldi.


tut tut tut...


Aldi:" Ya Zra?"


Ezra:"Lu ke Belanda sekarang handle semua kerjaan gue, gue mau balik ke Indo"


Aldi:" Eitss enak aja lu, kerjaan gue kn pada di Indo semua, kenapa jadi ke Belanda?"


Ezra:" Gue gak tenang di sini"


Aldi:"Karna Maureen ya?"

__ADS_1


Ezra:"Tu lu pinter, udah cepetan kesini"


Aldi:"Hanya karna Maureen gue mau ke Amsterdam, kalau bukan karna masa depan lu, gue gak bakalan mau ke Amsterdam"


Ezra:"Banyak omong lu" ucap Ezra lalu menutup telpon secara sepihak.


Ia pun menekan telpon yang ada di mejanya untuk menelpon bawahannya agar memesankan tiket.


"Pesankan saya tiket ke Indonesia sekitar 2 jam lagi kalau tidak dapat gaji kamu saya potong" ucap Ezra dengan dinginnya lalu mematikannya secara sepihak.


-----


"Vin, yakin kau mau pulang sekarang?" tanya Eric yang sedang melihat Kevin memasukkan pakaiannya kedalam koper


"Iya kau kalau mau ikut, ya ikut aja. Soalnya Maira sama Maureen udah balik ke Indo" jawab Kevin masih fokus dengan kopernya


"Yaudah aku ikut deh" ucap Eric lalu pergi untuk menyiapkan pakaiannya


Di bandara mereka langsung masuk ke jet pribadi keluarga Malikh, karena Kevin yang tak suka keramaian membuat Eric mau tak mau juga harus ikut naik jet pribadi bersama sepupunya itu


Sekitar 15 jam perjalanan dari Prancis ke Indonesia akhirnya mereka sampai di rumah dengan selamat. Kevin yang sudah capek pun langsung masuk tanpa membunyikan bel, membuat semua orang yang sedang bersantai terkejut.


"Kevin! kamu buat Ayah terkejut saja" ucap Sigit sambil mengelus dadanya


"Males bunyiin bel Yah, Kevin capek. Oh ya ada cowok yang mau ketemu Maira. Yaudah Kevin masuk kamar dulu ya" ucap Kevin memasuki kamarnya tanpa menunggu jawaban semua orang.


Maira yang penasaran pun segera berdiri dan berjalan ke pintu depan di ikuti Maureen, Sigit, dan Angel.


Saat Maira melihatnya Maira tercengang melihat Verrel memukuli Eric dan Eric membalasnya.


Verrel saat ini sedang senang karena sang pujaan hati Maira telah pulang ke tanah air. Verrel ingin kasih kejutan untuk Maira.


Sesampainya Verrel di rumah Maira. Verrel melihat seorang cowok sedang membawa coklat dan bunga serta di dampingi oleh Kevin. Dengan langkah lebar Verrel menghampiri cowok tersebut.


"Woy siapa lu? ngapain lu disini?" tanya Verrel dengan kasar


"Saya Eric, saya kesini buat cari Maira" jawab Eric


"Ngapain lu pake bawa bunga sama coklat kesukaan Maira segala? Eh lu denger ya pacarnya Maira itu gue, jadi lu gak boleh dekatin Maira" tanya Verrel marah dan mengepalkan tangannya.


Oh ini yang namanya Verrel. Aku kerjain Ah! batin Eric


"Suka-suka saya lah, kan Mairanya belum milih siapa yang akan jadi pasangannya" ucap Eric


"Apa lu bilang?" tanya Verrel


Buk....


Verrel memukul sudut bibir Eric sampai berdarah.


Cih. Ini calon adik ipar gue? Maira gak pandai milih cowok, milih cowok tu yabg lembut, ni yang kasar batin Eric. Eric yang marah pun membalas pukulan Verrel


buk... buk.. buk..


Flasback Off๐Ÿƒ

__ADS_1


"Bang Verrel, Bang Eric berhenti!" teriak Maira sambil memisahkan mereka berdua. Mereka berdua yang mendengar suara Maira pun berhenti.


"Kalian ini apa-apaan sih?" tanya Maira kesal


"Dia ni, sok-sok an bawa coklat sama bunga buat kamu, dia mau dekatin kamu. Udah jelas-jelas aku di itu pacar kamu" ucap Verrel dengan nada marah di campur cemburu


"Bang Eric?" tanya Maira dengan alis diangkat sebelah


"Dia duluan yang mukul abang, jadi abang balas lah" jawab Eric jujur


"Hahahahahaha" tawa Maira disambut dengan Maureen


"Lah kenapa?" tanya Verrel bingung


"Bang Verrel, bang Eric tu abang kandungnya Maira. Wajar lah dia bawa gituan, udah lama gak ketemu adiknya" jawab Maureen manahan tawa


"Apa?!" ucap Verrel terkejut


Gawat ni, kalau sampai gara-gara ini dia gak restuin gue sama Maira, ancur sudah masa depan gue. batin Verrel


"Lagian sih Mai, ngapain juga kamu pacaran sama cowok gak jelas gini" ucap Eric ketus


"Tapi bang.."


"Udah gak ada pakai tapi-tapian, Masuk kamu sekarang dan gak usah ladenin cowok gak jelas kayak dia, gak ada guna!" ucap Eric sambil menarik tangan adiknya untuk masuk ke dalam di ikuti kedua orang tua Maureen. Setelah mereka semua pergi, Maureen pun mendekati calon kakak iparnya.


"Bang Verrel harus luluhkan hati bang Eric dulu. Maira tu orangnya gak bakalan nentang abangnya, kalau abangnya bilang 'ngak' ya 'ngak' tapi kalau bang Eric bilang 'iya', maka Maira akan mengerjakannya" ucap Maureen


"Senurut itu ya Maira sama abangnya?" tanya Verrel dengan tatapan sendunya


"Ya, Bang Eric tu bagaikan orang tua kedua bagi Maira, terlebih lagi Maira anak yatim, ayahnya udah gak ada, Jadi Maira kalau ke Prancis itu alasannya pasti nemanin Mamanya karena abangnya itu sering pergi keluar kota" ucap Maureen agak sedih mengingat unclenya yang sangat baik dan juga seorang dokter.


"Jadi Maira anak yatim?" tanya Verrel


"Ya bang, jadi Bang Eric itu menurut Maira adalah ayah baginya. Jadi bang Verrel kalau mau dekatin Maira harus dekatin dulu bang Eric, karena kalau kalian berdua nikah bang Eric yang akan jadi walinya, kalau gitu Maureen masuk dulu ya bang, titip salam cinta buat Vian" ucap Maureen tersenyum lembut lalu masuk


Gue kok gak tau dia anak yatim? selama ini dia selalu menampilkan wajah yang gembira dan bahagia, tapi di balik itu ada kesedihan yang mendalam. batin Verrel. Verrel langsung menaiki mobilnya dan langsung pulang.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Maaf kalau banyak Typo๐Ÿ™


jangan lupa like, comment, vote, tip, dan tambahkan ke favorit biar gak ketinggalan updatenya ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Eric Gevino Malikh

__ADS_1



__ADS_2