
Pagi hari pun tiba. Mereka semua sudah bersiap untuk segera pergi. Saat ini mereka bersepuluh sedang sarapan di meja makan. Selesai sarapan mereka pun pergi ke mobil masing-masing. Seperti kesepakatan mereka tadi malam yaitu agar Jessy semobil dengan Kevin pun di jalankan oleh Jessy.
"Ehm Vin, bulih tak aku naik kereta mu?" tanya Jessy hati-hati
"Kenapa?" tanya Kevin tanpa basa-basi
"Kereta yang lain dah penuh, tak muat lah" ucap Jessy
"Kan mobil Ezra banyak nyetir sendiri sana" ucap Kevin dengan nada malasnya
"Aku tak pandai nyetir" ucap Jessy
"Yaudah naik" ucap Kevin. Jessy pun masuk mobil dan duduk di kursi belakang.
"Lo mau jadiin gue supir lu!, duduk di depan!" ucap Kevin kesal.
Jessy pun berpindah dan duduk di bangku depan. Mereka semua pun berangkat. Jessy pun memulai pembicaraannya dengan Kevin tetapi hanya di jawab deheman, iya dan tidak.
Setelah perjalanan 2 jam akhirnya mereka pun sampai ke Painan. Mereka pun langsung mengikuti mobil Ezra yang naik ke atas bukit langkisau, karena memang Villany berada di atas bukit.
Mereka semua membawa mobil dengan extra hati-hati karena pendakian bukit ini terjal. Sepanjang jalan mereka semua melihat pemandangan alam yang sangat cantik. Pemandngan itu di suguhi oleh birunya pantai dan putihnya pasir di sebelah kanan dan kiri mereka.
Setelah cukup lama mendaki mereka pun sampai di Villa Ezra. Villa Ezra berada di punncak bukit langkisau. Suasana di sana cukup sepi, karena jarang orang tinggal di sana yng ada hanya Villa saja. Mereka pun memasukkan mobil mereka ke dalam Villa Ezra. Saat hendak turun Jessy pun pura-pura kesakitan di bagian kaki .
"Vin, kaki aku sakit tak bisa jalan, bulih bantu tak?" tanya Jessy
"Jadi cewek mandiri, jangan manja. Jalan sendiri" ucap Kevin lalu pergi meninggalkan Jessy sendirian. Jessy pun pasrah dan turun dari mobil. Jessy pun masuk dan menghampiri Maureen dkk.
"Gimana? berhasil?" tanya Maureen antusias
"Gak ren, Abang kamu gak perduli sama sekali" ucap Jessy merasa sedikit sedih
"Yah maaf ya Jes, rencana aku gagal" ucap Maureen ikut sedih
"Gak apa ren, mungkin lain kali" ucap Jessy lalu pergi ke kamarnya dan langsung di tunjukkan oleh pembantu Ezra.
"Sumpah, kasian banget Jessy" ucap Laura merasa kasian
__ADS_1
"Iya, gue gak nyangka aja. Kok bisa bang Kevin jadi dingin dan datar sama cewek. Biasanya kalau loat cewek bening kayak Jessy dia bakalan keluarin jurus seribu gombal, tapi kok sekarang gak ya?"
"Dah tobat kali abang lu Ren" ucap Bella
"Kali aja" ucap Maureen
Setelah puas bicara mereka semua pun masuk merebahkan tubuh mereka diatas empuknya kasur. Sementara itu di belakang Villa ada dua orang yang sedang mengobral di temani kopi dan sedikit cemilan.
"Vin, lu kenapa sih kok dingin banget sama sepupu gue?" tanya Verrel
"Gue terganggu aja dengan keberadaan dia" ucap Kevin santai
"Kenapa lu terganggu? padahal lu yang paling semangat kalau Jessy ke indo, sekarang kok lu jadi gak ngeharapin dia gitu?"
"Gue males aja sama cewek yang cerewet kayak dia"
"Sialan lu! Jadi lu cuman mainin hati Jessy doang. Kalau tau kayak gini gue gak bakalan biarin Jessy balik ke Indo!"
"Salah lu lah, jelas gue gak suka cewek modelan si Jessy, malah lu kasih modelan gitu"
"Terus gue harus gimana, gue emang udah gak suka dia aja yang ngebet sama gue"
"Eh anak ilang, lu mikir gak sih hati cewek rapuh, jadi lu harus jaga hatinya bukan malah nyakitin. Sekali hati cewek di sakitin mungkin dapatin maaf mereka susah bro"
"Gue gak butuh aja dia di samping gue"
"Men, coba aja lu PDKTin dulu mana tau cocok ama lu, kalau emang gak cocok pun lu harus bilang jujur, jangan nyakitin hati dia secara halus Men"
"Gak mau gue"
"Gini aja gimana kalau nanti siang kita terjun payung, Gue sama Maira, Lu sama Jessy, Ezra sama Maureen, Kevan sama Laura, dan Erdin sama Bella. Kita gak butuh pengawas karna kita berlima udah ahli dalam terjun payung"
Mereka berlima memang sudah sangat terlatih dengan yng namanya terjun payung. Jadi tak heran jika mereka tak memerlukan pengawas yang ahli.
Tiba-tiba Ezra, Erdin, dan Kevan pun datang.
"Coy serius amat, bicarain apa tu" ucap Kevan mengagetkan sampai Verrel dan Kevin menyemburkan kopi secara bersamaan
__ADS_1
"Ckckck.. nyembur kopi aja samaan" ucap Erdin
"Ngagetin aja kalian!" ucap Verrel
"Nggak liat apa orang lagi minum!" ucap Kevin
"Ya maaf lah bang" ucap Erdin
"Zra, gak salah abang di sini ada terjun payung deh" ucap Verrel
"Ada bang, kenapa?" tanya Ezra
"Gimana nanti jam 2 kita terjun payung pasangan" ucap Verrel
"Boleh tu " sahut Erdin
"Yaudah nanti kita pergi ke tempatnya, biar nanti Ezra kasih tau Maureen biar Maureen kasih tau sama anak cewek lainnya" ucap Ezra. Mereka semua pun mengannguk
.
.
.
.
.
Bersambung...
ig:@rhmsyfitri_
Maaf kalau banyak Typoππ
Mohon bantuan like, comment, vote, tip dan jangan lupa tambahkan ke favorit biar gak ketinggalan updatenya ππ
Kalau kalian penasaran sama Visualnya, kalian bisa lihat di eps 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 12, 14, 17, 19, 20, 21, dan 24 ππ
__ADS_1