
Hai Reader, apa kabar?
Hari ini ada yang bakalan nikah ni, Author ngundang kalian semua buat pergi kondangan. Semoga kalian datang ya😊
Happy Reading💙
**********
#Seminggu kemudiann...
Verrel sedang bersiap di kamarnya di temani oleh Ezra. Verrel gugup dan belum hafal kaliamt yang harus di ucapkan. Sampai saat ini Verrel belum mengganti bajunya dengan baju pengantinnya.
"Yaelah bang, lu belum tukar baju?" tanya Ezra yang baru keluar dari kamar mandi Verrel. Ezra sangat keren, dengan stelan jas warna maroon dikancing di padukan dengan kemeja putih, dan celana kain berwarna senada dengan jas yang ia kenakan. Tak lupa sepatu snekers bewarna putih kesayangannya dan jam tangan bewarna hitam.
"Abang gugup banget Zra" jawab Verrel
"Jangan gugup bang, cuman bilang 'saya terima nukah dan kawinnya Maureen Hazel Malikh bin Sigit Ardian Malikh dengan mas kawin tersebut di bayar tunai' nah siap itu baru teriakan gue paliang besar bilang Sah, bang"
"Jadi gue nikahin Maureen terus lu sama Maira?"
"Ya jangan lah"
"Tuh tadi kaliamatnya Maureen Hazel Malikh"
"Kan masa depan bang"
"Yaudah lu tunggu di luar, abang mau ganti baju"
"Ya" ucap Ezra keluar lalu pergi.
-----
"Ihh Maira cantik kali" goda Laura yang baru pulang kemarin. Laura saat ini memakai gaun selutut bewrna biru langit dan di bawahnya cukup kembang. Juga di padukan hils bewarna senada dan tas selempang bewarna perak.
"Maaf ya Ra, kamu padahal capek baru kemarin pulang, eh besoknya udah ngebantuin aku di sini" ucap Maira. Maira saat ini sudah bersiap dengan gaun bewarna putih yang panjang dan mewah.
"Ya selo lah Maira, gue ngelakuin ini juga semata-mata mau liat lo nikah" ucap Laura
"Eh iya Jessy bakalan datang gak ya?" tanya Bella. Bella saat ini memakai gaun selutut bewarna Army dengan lengan ¾ dengan hils bewarna gold. dan tas selempang bewarna gold.
"Ya datang lah Bel, tapi rombongannya beda. Jessy mah rombongan abang ipar" jawab Maureen dengan kata abang ipar di tekankan seolah mau menggoda Maira. Maureen saat ini memakai gaun selutut bewarna Maroon. Warna kesukaannya setelah warna biru. Di padukan dengan hils bewarna senada dan tas bewarna putih.
"Ohh" jawab Bella dan Laura.
-----
"Wih keren juga lo bang" ucap Ezra yang tengah berada di depan rumah menunggu pengantin pria turun
"Gue udah ganteng sejak lahir kali Zra" ucap Verrel narsis
"Cih narsis" ucap Ezra. Verrel memang tampan apa lagi jika ia mengenakan baju pernikahan. Jas bewarna putih, kemeja putih, Dasi kupu-kupu bewarna putih dan celana kain bewarna putih.
__ADS_1
"Lama lu, nanti My Wife nunggu lama lagi. Cepat jalan" ucap Verrel
Cih. Emang gue supir dia apa? batin Ezra
15 menit perjalanan, akhirnya 5 mobil yang di isi oleh keluarga besar Syahab pun tiba di gedung pernikahan. Verrel dan Ezra pun menghampiri Kevan dan Erdin yang berada di depan gedung.
"Lama banget sih lu bang" ucap Kevan protes
"Iya, udah jamuran kita nunggu penganten di sini" sahut Erdin
"Gak usah banyak omong lu pada, mending sekarang temanin gue masuk" ucap Verrel.
"Eh, bang Verrel langsung masuk aja, gak mau nungguin Jessy sama Mervin" ucap Jessy yang baru turun dari mobil Mervin
"Lupa" ucap Verrel jujur
"Ah, yaudah yuk masuk, gak usah banyak cincong kalian" ucap Ezra
Mereka pun masuk, Verrel langsung duduk di depan penghulu.
"Coba, panggilkan ayah dari pengantin perempuan" ucap penghulu kepada Tiara
"Ayahnya sudah meninggal pak, anak sulung saya yang akan menggantikan" jawab Tiara
"Baiklah, panggil anak sulung ibu" ucap penghulu.
Eric yang sedang tau situasi sekarang pun duduk di depan Verrel.
"Ya pak" jawab Eric
"Baiklah, kamu bisa memulainya sekarang" ucap pak penghulu.
Eric pun mengulurkan tangannya dan di balas oleh Verrel
"Saya nikahkan kamu Verrel Alvino Syahab bin Alfarhan Ardi Syahab dengan adik saya yang bernama Maira Ananthasia Malikh binti Alm. Salby Apriliano Malikh dengan mas kawin 1 set perhiasan dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Eric lantang
"Saya terima nikah dan kawinnya Maira Ananthasia Malikh binti Alm. Salby Apriliano Malikh dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Verrel lantang
"Sah?" tanya penghulu
"SAH!" jawab para hadirin
"Alhamdulillah" jawab penghulu. Mereka pun berdoa.
"Bu, tolong panggilkan pengantin wanitanya" ucap Penghulu
"Ya pak" jawab Tiara
-----
"Reen udah siap ya? Mai deg degan banget" ucap Maira
__ADS_1
"Udah kayaknya Mai" jawab Maureen.
Tok..tok..
"Maira udah siap nak?" tanya Tiara
"Udah Mom" jawab Maira
"Yuk turun" ucap Tiara lalu pergi
"Reennn" ucap maira cemas
"Gak usah cemas" ucap Bella
"Iya, kita temanin kok" sahut Laura.
Mereka pun keluar dari kamar atas di gedung milik Verrel.
Aish! ada bidadari turun dari surga. Istri gue cantik bat dah batin Verrel
Pacar gue cantik bener, kayak bidadari. Gak sabar pengen gue nikahin batin Erdin
Amazing! calon ibu dari anak-anak gue cantiknya kebangetan batin Kevan
Maureen cantik banget batin Dalvin
Reren cantik banget, gak sabar mau nikahin dia batin Ezra
Maira pun sampai ke tempat Verrel melaksanakan ijab qobul. Maira duduk di samping Verrel dengan senyum manisnya.
"Baik, kalian busa bertukar cincin" ucap Penghulu
Mereka pun bertukaran cincin. Maira langsung mencium tangan Verrel dan Verrel langsung mencium Kening Maira lama.
"Woy, adek gue tu. Jangan nyosor aja lu, walaupun lu adek ipar gue" ucap Eric
"Hehe, sory Ric. Lagi pula gue tau tempat kok" jawab Verrel.
Setelah acara ijab qobul, Verrel dan Maira pun langsung mengadakan resepsi yang termewah se-jakarta.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1