Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Hari Petunangan


__ADS_3

Hai readers balik lagi sama akuu.. gimana kabar kalian hari ini? baik? oke langsung aja..


Happy Reading 🍁


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Hari pertunangan pun tiba, semua orang berkumpul di aula hotel milik keluarga Saga. Yang di undang tentu tamu-tamu penting, seperti rekan bisnis kedua keluarga, artis-artis dan banyak orang berpengaruh lainnya. Pesta pertunangan yang mewah lebih seperti resepsi pernikahan.


Maureen sudah siap dengan gaun berwarna maroon yang tampak menawan dan pas di tubuhnya. Tak lupa dengan make up dan rambut yang sudah di tata sedemikian mungkin dan di tambah dengan hils berwarna senada dengan gaunnya membuat Maureen tampak sangat cantik, anggun dan elegan.


Begitu juga dengan Dalvin. Ia memakai kemeja berwarna putih dengan dasi maroon dan jas maroon agar tampak lebih serasi dengan Maureen. Tak lupa ia memakai minyak rambut dan sepatu yang tepat membuat Dalvin tampak sangat tampan.


Maureen dan Dalvin keluar beriringan membuat semua orang berdecak kagum dan memuji pasangan tersebut. Mereka tamoaj sangat cocok yang satu tamoan dan yang satu sangat cantik.


Dalvin dan Maureen langsung keatas panggung karna acaranya akan di mulai sebentar lagi. Sekarang saatnya mereka bertukar cincin. Semua orang bertepuk tangan dan salalu memuji kecocokan antara dua pasangan tersebut.


Tapi tidak dengan Ezra, Ia terpaksa datang ke acara pertunangan Maureen dan Dalvin karna Aldi mendesaknya. Ia tampak mendelik tak suka dengan kedua pasangan itu.


Cih. Mereka berdua sangat cocok. Yang satu pembuat onar dan yang satu tukang selingkuh. Lihat lah baru beberapa minggu ku putuskan mereka langsung tunangan. Ckck acara tak berguna batin Ezra.


Ezra pun pergi, tapi segera di cegah oleh Aldi.


"Lu mau kemana Zra? Acara belum selesai" ucap Aldi


"Ckck acara tak berguna" ucap Ezra lalu pergi


"Ahh andai lu bukan bos gue, udah gue gaplok lu. Emosi gua" decak Aldi. Dengan segera Aldi menyusul Ezra.


Acara pertukaran cincin sudah selesai, semua tamu undangan pun ada yang berbicara dan ada yang makan. Maureen dan Dalvin selalu bersama dan bergenggaman tangan setiap menyapa tamu. Kini mereka berdua duduk sambil makan tak lama semua teman mereka datang.


"Yoo Dalvin" sapa Erdin


"Hai Din" jawab Dalvin


"Gabung boleh gak nih? " tanya Kevan


"Gabung aja" jawab Maureen


"Gue gak nyangka Ren lo bakalan tunangan sama Dalvin, gue kira lu bakalan langgeng sama Ezra" cerocos Laura. Bella pun menyikut Laura


"Apaansih Bel, sakit tau" ucap Laura sambil memegang tangannya yang baru di sikut Bella. Bella pun berbisik ke Laura. "Lo jangan bilang sekarang, gak tau situasi banget lo" bisik Bella. "Iya maap" jawab Laura.


"Ehmm, kalian ada liat Jessy gak? " tanya Maureen memecahkan suasana.


"Oh tadi gue liat dia sama Mervin lagi makan" jawab Erdin


"Apa?! Jessy lagi makan sama Mervin" teriak Kevin yang baru saja lewat.


"Ya allah bang, Maureen hampir serangan jantung tau" ucap Maureen


"Maaf, Dimana lu liat Jessy sam Mervin makan? " tanya Kevin

__ADS_1


"Pojok sana noh" jawab Erdin. Dengan segera dan langkah yang lebar Kevin pun menghampiri mereka.


"Nape dah abang lu? " tanya Kevan. Maureen pun hanya menganggat bahunya.


β€’β€’β€’


"Ngapain mereka pake makan bareng? " gumam Kevin. Kevin oun menghampiri Jessy dan langsung menariknya keluar. Mervin yang tak mau membuat kerusuhan puh hanya mengikuti Jessy dan Kevin untuk memastika Jessy tak apa apa.


Kevin membawa Jessy kehalaman belakang. Jessy yang kesakitan sejak tadi meronta-ronta untuk di lepaskan, tapi tak di hiraukan oleh Kevin.


"Duduk" perintah Kevin dingin. Jessy yang mulai ketakutan dengan sikap Kevin pun hanya menuruti saja.


Setelah Jessy duduk, Kevin ikit duduk di samping Jessy. Ia menatap Jessy serius.


"M mau ngapain Lo bawa gue kesini? " tanya Jessy yang tampaknya sudah mulai memanggil 'lo' dan 'gue' dengan Kevin.


"Lu di jodohin sama Mervin? " tanya Kevin dengan nada dingin. Jessy pun hanya bisu tak menjawab.


"Jawab gue! " ucap Kevin dengan penuh penekanan.


"I iya" jawab Jessy gugup.


"Lu ada perasaan sama dia? " tanya Kevin kembali dengan nada dingin. Jessy berpikir mungkin dengan cara ini dia bisa terlepas dari Kevin.


"Iya" jawab Jessy lantang


Tidak. Gue cintanya sama lo Vin batin Jessy


Mervin yang sepertinya terlambat menyelamatlan Jessy hanya bisa mengumpat saja. Ia tak tau apa yang harus di lakukan sekarang.


β€’β€’β€’


"Hai Reen, selamat ya untuk tunangannya, di tunggu lo undangan pernikahannya" ucap Maira


"Ihh apaan sih Mai" jawab Maureen


"Ren, Kevin mana? Kok gak keliatan batang idungnya? " tanya Verrel


"Tadi dia samperin Jessy sama Mervin trus Maureen gak tau kelanjutannya" jawab Maureen


"Wih perang nih" ucap Verrel tampak semangat.


"Emang kenapa kak? " tanya Maira


"Nanti kamu tau sendiri sayang" jawab Verrel


"Eh gue denger-denger lu udah ngisi ya Mai. Selamat yaa" ucap Bella sambil memeluk Maira


"Beneran Mai? " tanya Laura


"Iya dong" jawab Maira. Mereka pun lanjut berbicara dengan canda tawa

__ADS_1


β€’β€’β€’


"Vin, kita dimana? " tanya Jessy panik


"Gak usah panik" jawab Kevin dengan nada berbeda kali ini. Jessy pun tampak heran dengan sikao Kevin kepadanya.


Kevin kesambet apa kemarin yaa? batin Jessy.


"Sini duduk" ucap Kevin lembut. Jessy pun menurutinya. Kevin mengambil tangan Jessy yang ia genggam dengan kuat kemudian di olesi sedikit salep agar tidak memar.


"Masih sakit gak? " tanya Kevin


"Udah mulai mendingan, makasih ya" jawab Jessy dan tak lupa senyum manisnya.


"Maaf" ucap Kevin singkat, padat, dan jelas.


"Gak apa, aku maklum kok" jawab Jessy yang sepertinya tau isi hati Kevin


"Soal ciuman, Maaf" ucap Kevin sambil menatap manik hitam Jessy. Jessy hanya diam, ia tak menjawab.


"Aku bakalan tanggung jawab" ucap Kevin


Aku? ni anak kesambet apa dah? bingung gue batin Jessy


"Maksudnya? " tanya Jessy


"Nikahin kamu" ucap Kecin yakin. Diam sejenak.


"Hahahaha, kamu aja gak cinta sama aku kenapa mau nikah sama aku? " tanya Jessy menahan tawa


"Terkadang cinta datang begitu saja dan dengan siapa saja. Bisa jadi musuh atau pun sahabat. Cinta juga tak pandang usia, walaupun aku lebih tua dari kamu tetapi setidaknya kamu masih cinta sama aku" ucap Kevin serius. Jessy pun kaget. Dari mana Kevin tau bahwa dia masih mencintai kulkas betegangan tinggi itu.


"Sok tau" ucap Jessy.


"Aku bisa liat dari mata kamu, kalau kamu masih cinta sama aku, so will you marry me? " ucap Kevin sambil menunjukkan cincin yang ia sempat beli. Jessy berpikir.


Kalau aku terima gimana sama Mervin? kalau aku gak terima gimana dengan perasaan ku sama Kevin? batin Jessy


"A aku.. "


.


.


.


.


Bersambung..


hahah kurang gantung ya? besok author gantungin lagi deh πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2