Terjerat Cinta Segitiga

Terjerat Cinta Segitiga
Go To London!


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba. Maureen dan Maira sudah siap untuk melanjutkan study mereka ke London, Inggris. Saat ini mereka sedang berada di bandara. Setelah 15 menit menunggu akhirnya pesawat yang akan di tumpangi Maureen dan Maira pun akan berangkat. Dengan sedih hati mereka semua melepaskan kepergian Maureen dan Maira ke Inggris.


Pesawat mereka pun lepas landas. Sebenarnya Kevin sudah menawarkan untuk menaiki jet pribadi milik keluarganya kepada adik dan sepupunya itu. Tetapi mereka menolak karena mereka lebih memilih pesawat umum dari pada jet pribadi.


*Di bandara*


"Yah sahabat kita kurang 2" ucap Laura sedih


"Ra, gak usah sedih. Amerika sama Inggris lumayan dekat. Kita kan masih bisa kumpul." ucap Bella


"New york sama LA itu lumayan jauh" jawab Laura


"Ya kan kita bisa tukeran selagi masih di negara yang sama Ra" jawab Bella


"Yah kasian aku dong gak bisa kumpul bareng kalian" ucap Jessy sedih


"Iya ya lo di Singapore kan?" tanya Bella


"Ya" jawab Jessy


"Kenapa gak di LA sama gue aja sih Jes?" tanya Laura


"Kalau Singapore enak, dekat sama Malaysia jadi kalau mau pulang enak" jawab Jessy


"Zra, lu jadi bulan depan rapat di London?" tanya Kevan


"Nah itu dia, pada tanggal hari dan juga bulan yang sama gue ada rapat di Amsterdam, Belanda" jawab Ezra


"Mudah kali Zra, yang Belanda tinggal lu wakilkan aja sama Aldi" jawab Erdin santai


"Itu dia masalahnya, Perusahaan yang mau kerja sama di Belanda sama perusahaan gue gak mau di wakilkan" jawab Ezra


"Terus gimana sama Maureen?" tanya Kevin


"Ya gitu bang, gue gak bisa ke London, gue harus ke Amsterdam. Jadi yang ke London Aldi mewakilkan Gue" jawab Ezra


"Tau gini gue tadi ikut bareng Maureen aja. Sekalian gue bisa kontrol kantor cabang di London" ucap Kevin


*London, Inggris*


15 jam kemudian mereka pun sampai di London. Maureen dan Maira pun langsung ke Mansion milik Kevin. Di mansion mereka langsung istirahat karena perjalanan mereka yang jauh.


Keesokan harinya Maureen dan Maira bersiap untuk pergi ke kampus untuk melakukan pendaftaran ulang.


*Kampus X*


Akhirnya mereka sampai di salah satu kampus terbaik di sini. Dari mansion ke kampus menempuh waktu 15 menit.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk ke kampus. Tiba-tiba di jalan Maureen menabrak seorang cowok. Sontak Maureen langsung terkejut dan meminta maaf kepada pria yang ia tabrak.


"Sory, i did not mean it" ucap Maureen.


"Oh, no problem" jawab pria tersebut dan langsung menatap Maureen


"Dalvin?" ucap Maureen kaget


"Maureen? ngapain kamu di sini?" tanya Dalvin


"Aku sama Maira mau daftar ulang, kamu?" tanya Maureen


"Oh, keluarga aku pemegang saham terbesar di kampus ini" jawab Dalvin


"Oh" jawab mereka berdua


"Ini Maira sepupu kamu dari Prancis kan?" tanya Dalvin memastikan


"Ya ini Maira" jawab Maureen


"Kenalin nama aku Dalvin Alvenilo Saga panggil aja Dalvin" ucap Dalvin sambil mengulurkan tangannya


"Maira Ananthasia Malik, panggil aja Maira" ucap Maira membalas uluran tangan Dalvin


"Oh iya kalian udah selesai pendaftaran apa lagi mau daftar?" tanya Dalvin


"Yaudah aku antar sampai ke tempat pendaftaran" ucap Dalvin yang diangguki oleh kedua wanita yang ia tanyai itu. Mereka langsung pergi ke tempatendaftaran yang di ucapkan oleh Dalvin


*Indonesia, Kantor Ezra*


Setelah dari bandara tadi, Ezra langsung ke kantornya. Setelah sampai di kantornya Ezra di buat melongo dengan banyaknya berkas yang ada di mejanya. Ezra tak percaya dengan apa yang ia lihat. Untuk mendapatkan penjelasan Ezra langsung ke ruangan Aldi. Ruangan Aldi yang berada di sebelah ruangan CEO.


Tanpa ada mengetuk pintu ruangan Aldi, Ezra langsung masuk begitu saja. Aldi yang sedang sibuk dengan laptopnya pun terkejut.


"Astagfirullah Ezra, buat gue jantugan aja lu Zra" ucap Aldi kaget


"Meja gue kok penuh banget sama berkas?" tanya Ezra to the point dan langsung duduk disofa ruangan Aldi


"Salah lu lah udah gak masuk 3 hari, ya kali gue nandatangin berkas yang jadi kerjaan lu, yang ada gue yang di sangka CEO. Kalau gue di sangka CEO kan jadi ribet Zra, ya walaupun gue sepupu lu, tapi ini perusahaan bokap lu" jawab Aldi menceramahi Ezra


"Ya gak sebanyak itu juga kali Di, gue cuman gak masuk 3 hari masak berkas sebanyak itu?!" ucap Ezra


"Mana gue tau kan lu yang mimpin, gue mah cuman bantuin lu" jawab Aldi


"Yaelah, masa setiap masuk gue harus lembur sih?" jawab Ezra capek


"Derita lu Zra, oh iya ada yang penting" ucap Aldi

__ADS_1


"Apaan?" tanya Ezra


"Dalvin ada di London" ucap Aldi to the point


"Apaa?!"


"Tapi lu tenang aja Dalvin sendiri gak ada Angga dan geng Black Blue" ucap Aldi


"Yaudah, tapi lu harus tetap awasin Maureen dan Maira jangan sampai terjadi apa-apa sama calon istri gue dan calon kakak ipar gue, gue tinggal kirangi angka nol dalam rekening lu" ucap Ezra


"Kurangi aja asal lu gak ngejauhin gue sama Amel" ucap Aldi


"Hah, lu masih sama Amel. Langeng juga hubungan lu sama model baru naik daun tu" ucap Ezra


"Trus lu iri?" tanya Aldi


"Hahaha gue bukan iri Di, tapi gue heran. Lu udah pacaran sama dia dari SMA kalian gak mau nikah gitu?"


"Dia lebih mentingin karir dia dari pada nukah sama gue"


"Hahaha berarti lu di suruh nyari cewek lain selain dia Di"


"Masalahnya gue susah jatuh cinta men"


"Coba aja dulu Di"


"Thanks Zra lu emang sepupu gue yang terbaik"


"Dan lu sepupu gue paling laknat, ninggalin berkas segitu banyaknya"


"Hehe itu kan tugas lu Zra"


"Yaudah gue balik keruangan gue dulu mau lembur" ucap Ezradn langsung pergi


"SELAMAT LEMBUR BOS" teriak Aldi dari ruangannya yang membuat Ezra kesal.


Shit.. untung lu sepupu gue kalau gak lu idah gue pecat. batin Ezra


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2